Pemerintah Provinsi Bengkulu mengintensifkan program perbaikan jalan provinsi yang selama puluhan tahun mengalami kerusakan. Setelah memperbaiki 172 kilometer pada 2025, pemerintah kembali menganggarkan program serupa untuk tahun anggaran 2026 dengan alokasi mencapai Rp600 miliar.
Prioritas infrastruktur untuk mendukung pembangunan daerah
Program perbaikan jalan ini menjadi bagian dari janji politik pasangan Gubernur Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian. Kepala daerah menilai infrastruktur jalan merupakan prasarana dasar yang menentukan kemampuan daerah dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kunjungan peninjauan ke sejumlah titik, Gubernur Helmi Hasan menekankan bahwa kemajuan daerah tidak dapat dipisahkan dari kondisi infrastruktur yang memadai. "Yang pertama kemajuan satu daerah itu harus didukung infrastruktur," ujar Helmi, menyoroti potensi wilayah seperti Kabupaten Seluma yang menurutnya mempunyai sumber daya alam yang baik namun terhambat oleh kondisi jalan.
Ruang lingkup dan sasaran program
Program yang dijalankan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bengkulu ini menyasar aset jalan provinsi yang tersebar di sepuluh kabupaten/kota. Salah satu contoh lokasi yang mulai diperbaiki adalah ruas di Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma, di mana kerusakan jalan telah berlangsung puluhan tahun dan kerap dikeluhkan warga setempat.
- Anggaran: Rp600 miliar untuk tahun anggaran 2026.
- Target teknis 2025: 172 kilometer jalan telah diperbaiki.
- Wilayah sasaran: 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu.
- Target penyelesaian: tiga tahun menurut perhitungan gubernur.
Dampak langsung dan prioritas pekerjaan
Perbaikan ruas jalan provinsi diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian, mempersingkat waktu tempuh, serta menurunkan biaya angkut. Daerah seperti Seluma, yang disebut memiliki tanah subur dan masyarakat pekerja keras, dipandang berpotensi meningkat produktivitasnya apabila akses jalan memadai.
Selain itu, penguatan infrastruktur jalan akan mendukung upaya peningkatan layanan publik di sektor lain, seperti kesehatan dan pendidikan, yang menurut Gubernur juga menjadi fokus setelah tahap perbaikan jalan rampung.
Jadwal dan target penyelesaian
Gubernur Helmi Hasan menyatakan target penyelesaian program perbaikan jalan yang menjadi kewenangan provinsi adalah dalam waktu tiga tahun. Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya rencana berkelanjutan untuk melanjutkan pembangunan dan pemeliharaan jaringan jalan provinsi selama periode berikutnya.
"Targetnya berapa lama nih? Tiga tahun hitungan saya sama Pak Wagub ini selesai,"
Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah provinsi untuk menuntaskan pekerjaan dalam kerangka waktu yang relatif singkat, meskipun rincian teknis pelaksanaan per tahun dan segmentasi ruas yang akan diperbaiki belum dipublikasikan secara rinci oleh Dinas PUPR.
Kebutuhan pengawasan dan implikasi anggaran
Dengan alokasi anggaran Rp600 miliar, pelaksanaan program memerlukan pengawasan ketat agar penggunaan dana sesuai dengan perencanaan dan memberi manfaat optimal. Pengawasan meliputi kualitas material, pola kontrak, pelaksanaan teknis di lapangan, serta mekanisme pemeliharaan pascapembangunan agar kerusakan berulang dapat diminimalkan.
| Item | Data |
|---|---|
| Perbaikan 2025 | 172 kilometer |
| Anggaran 2026 | Rp600 miliar |
| Wilayah sasaran | 10 kabupaten/kota |
| Target penyelesaian | 3 tahun |
Pelaksanaan proyek juga berimplikasi pada peluang pekerjaan lokal selama masa konstruksi. Namun, tanpa data rinci tentang jadwal tender, lokasi prioritas per kilometer per tahun, dan skema pemeliharaan, publik dan pelaku usaha lokal masih menunggu informasi lebih lanjut dari instansi teknis terkait.
Langkah berikutnya bagi masyarakat
Masyarakat dan pemangku kepentingan yang ingin memperoleh informasi lebih rinci mengenai ruas yang akan diperbaiki, jadwal pelaksanaan, atau mekanisme pengaduan dapat menantikan pengumuman resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bengkulu. Transparansi data proyek akan membantu memastikan pengawasan publik dan optimalisasi manfaat bagi komunitas lokal.
Program perbaikan jalan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur yang diharapkan mendukung program pembangunan lain di Provinsi Bengkulu, seperti peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan setelah kondisi akses jalan membaik.