Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Curup Tengah menyatakan kesiapan untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang digelar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Rejang Lebong. Pernyataan itu disampaikan sehubungan dengan kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 09 September 2026, dan dimaksudkan untuk memperkuat pembinaan keagamaan, karakter, serta kesiapan hidup bagi peserta didik.
Tujuan dan sasaran pembinaan
Pihak KUA menilai program BRUS sebagai salah satu langkah strategis dalam membekali generasi muda dengan pemahaman agama yang memadai sekaligus nilai-nilai etika dan sosial. Dalam keterangannya, KUA Curup Tengah menyampaikan bahwa pembinaan tidak hanya fokus pada aspek ritual, tetapi juga pada persiapan remaja menghadapi tantangan pergaulan, pendidikan, dan tanggung jawab pribadi.
Menurut informasi resmi, pendekatan pembinaan akan disesuaikan dengan karakter remaja agar pesan-pesan keagamaan disampaikan secara ringan, komunikatif, dan mudah dipahami. Kolaborasi antara penyuluh agama dan tenaga pendidik madrasah dipandang penting untuk menciptakan kesinambungan proses pembelajaran nonformal di lingkungan sekolah.
Siapa yang terlibat
KUA Curup Tengah menugaskan sejumlah Penyuluh Agama Islam (PAI) untuk turut memberikan materi dan pendampingan selama kegiatan BRUS. Nama-nama yang disebutkan antara lain:
- Ismail Mainas, S.Sos.I., M.Pd.I
- Siti Robi'ah, S.Pd.I
- Mariyati, S.Pd.I
- Wawan Miharjo, S.Pd.I
| Institusi | Peran |
|---|---|
| KUA Kecamatan Curup Tengah | Penyuluhan dan pendampingan BRUS |
| MAN Rejang Lebong | Penyelenggaraan kegiatan di lingkungan sekolah |
Pandangan kepala KUA
Kepala KUA Curup Tengah, Supianto, S.Ag., M.H.I, menegaskan bahwa pembinaan generasi muda merupakan bagian penting dari tugas KUA dalam pelayanan keagamaan masyarakat. Ia menyatakan harapan agar kegiatan BRUS menjadi ruang yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai agama dan akhlak pada remaja.
"BRUS menjadi ruang yang sangat baik untuk mendekatkan pembinaan keagamaan kepada remaja. Kita ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang memiliki iman, ilmu, akhlak, serta mampu menentukan pilihan yang baik untuk masa depannya,"
Dampak dan sinergi yang diharapkan
Pihak KUA menyampaikan bahwa selain meningkatkan pemahaman keagamaan, BRUS diarahkan untuk mendorong kesadaran peserta terkait tanggung jawab, etika pergaulan, nilai pendidikan, serta kemampuan menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan. Unsur sinergi antara penyuluh agama dan pendidik menjadi kunci agar pembinaan dapat berlanjut di luar sesi formal, sehingga nilai-nilai yang disampaikan tidak hanya berhenti pada kegiatan sekali jalan.
Penyelenggaraan BRUS di MAN Rejang Lebong juga membuka peluang untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara KUA dan madrasah di wilayah Curup. Dengan melibatkan tenaga penyuluh yang memahami karakter remaja dan konteks lokal, diharapkan materi yang disampaikan relevan dan aplikatif bagi kehidupan sehari-hari siswa.
Informasi resmi yang diterima menyebutkan bahwa pelaksanaan BRUS menitikberatkan pada metode komunikasi yang adaptif, sehingga pesan-pesan keagamaan dapat diterima secara efektif. Pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya membangun fondasi moral dan sosial generasi muda di Curup, yang kelak mempengaruhi dinamika keluarga dan masyarakat setempat.