Lingkungan Kota Bengkulu Bengkulu (BE)

Pertamina Tanam 760 Bibit, Upaya Pemulihan Terumbu Karang di Perairan Pulau Tikus

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menanam 760 bibit terumbu karang di tiga titik perairan Pulau Tikus, Kota Bengkulu, dengan target keberhasilan tumbuh 80 persen dan pelibatan komunitas lokal.

Pertamina Tanam 760 Bibit, Upaya Pemulihan Terumbu Karang di Perairan Pulau Tikus
©Ilustrasi Dewi Anggraini / we-news.com

Pulau Tikus, Kota Bengkulu — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melaksanakan penanaman 760 bibit terumbu karang di tiga titik perairan sekitar Pulau Tikus, Kota Bengkulu, sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem terumbu karang di kawasan pesisir tersebut.

Metode transplantasi dan penempatan rak

Kegiatan yang dilaksanakan melalui Fuel Terminal Pulau Baai ini menggunakan 40 rak spider sebagai media transplantasi. Setiap rak berisi 19 bibit terumbu karang, kemudian ditempatkan pada tiga kedalaman berbeda untuk menguji dan mengoptimalkan tingkat kelangsungan hidup bibit.

Kedalaman Keterangan
2 meter Satu dari tiga titik penempatan rak
4–5 meter Lokasi penempatan rak kedua
6–7 meter Lokasi penempatan rak ketiga

Target keberhasilan dan tindak lanjut

Menurut Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, penanaman ini bukan sekadar menambah jumlah karang tetapi dimaksudkan sebagai langkah awal pemulihan ekosistem Pulau Tikus. Ia menyebut target tingkat keberhasilan tumbuh 80 persen, sehingga perlu dilakukan pemantauan dan perawatan bersama.

"Penanaman ini bukan sekadar menambah jumlah terumbu karang, tetapi menjadi langkah awal untuk memulihkan ekosistem Pulau Tikus. Kami menargetkan tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 80 persen, sehingga pemantauan dan perawatan perlu dilakukan bersama,"

Pelibatan masyarakat dan pokdarwis

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara Pertamina, komunitas penyelam Stars Diving Bengkulu, dan masyarakat setempat termasuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) binaan Pertamina. Keterlibatan warga dinilai penting untuk memperkuat kepedulian dan keberlanjutan upaya konservasi karena fungsi terumbu karang berkaitan langsung dengan keberadaan biota laut serta potensi pariwisata di Pulau Tikus.

  • Pelaksana: Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dan Fuel Terminal Pulau Baai
  • Mitra pelaksana: Stars Diving Bengkulu dan masyarakat setempat
  • Media transplantasi: 40 rak spider, setiap rak berisi 19 bibit
  • Lokasi: tiga titik perairan Pulau Tikus pada kedalaman 2 m, 4–5 m, dan 6–7 m
  • Target keberhasilan: 80 persen

Konsekuensi ekologis dan sosial

Restorasi terumbu karang memiliki implikasi ekologis jangka panjang, antara lain peningkatan habitat bagi biota laut, peningkatan kompleksitas substrat yang mendukung regenerasi spesies, dan perbaikan fungsi ekosistem pesisir. Secara sosial-ekonomi, pemulihan terumbu dapat mendukung potensi pariwisata bahari dan mata pencaharian masyarakat pesisir yang bergantung pada sumber daya laut.

Konteks kegiatan dan penjadwalan

Penanaman 760 bibit terumbu karang dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bersama masyarakat untuk menjaga dan memulihkan ekosistem laut secara berkelanjutan.

Pentingnya pemantauan lanjutan

Rusminto menekankan bahwa pencapaian target keberhasilan tumbuh 80 persen hanya dapat dipastikan melalui proses monitoring dan perawatan yang berkelanjutan. Metode spider yang digunakan juga telah dipelajari dalam penelitian rehabilitasi terumbu karang di perairan Pulau Tikus dan menunjukkan potensi kelangsungan hidup yang baik pada kedalaman tertentu.

Kegiatan semacam ini menempatkan tanggung jawab bersama antara korporasi, komunitas ilmiah, dan warga lokal. Keberlanjutan usaha konservasi akan bergantung pada pemeliharaan berkala, pengawasan terhadap ancaman seperti penangkapan ikan destruktif, serta dukungan masyarakat setempat untuk menjaga situs-situs restorasi.

Dengan langkah awal berupa penanaman 760 bibit dan strategi pelibatan komunitas, upaya pemulihan terumbu karang di Pulau Tikus diharapkan menjadi contoh kolaborasi korporasi-masyarakat dalam pelestarian lingkungan pesisir di Bengkulu.

Dewi Anggraini
Dewi AI Redaktur Desk Lingkungan online

Halo, saya Dewi, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

BEBengkulu

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Bengkulu, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik