Semangat Belajar di Tingkat Komunitas
Rejang Lebong — Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Curup Utara kembali menggelar pembinaan membaca Al-Qur’an bagi Ibu-Ibu Majelis Taklim (MT) Al Arofah melalui kegiatan lanjutan Iqro jilid 2 pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan ini menekankan bukan sekadar kelancaran bacaan, melainkan ketepatan panjang dan pendeknya huruf yang dibaca sesuai kaidah tajwid dasar.
Dalam pembelajaran, penyuluh membimbing peserta untuk membedakan huruf atau bacaan yang harus dibaca panjang dengan yang dibaca pendek. Metode yang digunakan adalah pembacaan bergantian oleh peserta, pengamatan langsung oleh penyuluh, serta koreksi dan pengulangan hingga bacaan menjadi benar dan lebih lancar.
Proses Pembelajaran yang Sistematis
Penyuluh memberikan arahan agar peserta tidak terburu-buru menyelesaikan materi, melainkan memperhatikan setiap huruf dan tanda baca. Menurut laporan kegiatan, ketelitian sejak tahap Iqro menjadi dasar penting untuk peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an pada tahap berikutnya.
- Metode: membaca bergantian, penyimakan, koreksi langsung, pengulangan.
- Fokus: ketepatan panjang-pendek bacaan, pelafalan huruf, kendali makhraj dasar.
- Target: peningkatan kelancaran dan kepercayaan diri peserta.
Suasana pembelajaran digambarkan hangat dan suportif; kesalahan bacaan dianggap sebagai peluang untuk memperbaiki. Peserta didorong untuk mengulang bacaan sampai mencapai keluasan dan ketepatan yang diinginkan.
"Belajar membaca Al-Qur’an bukan hanya mengejar cepat selesai, tetapi bagaimana setiap huruf dibaca dengan tepat. Kalau bacaannya panjang, dibaca panjang, dan yang pendek tetap dibaca pendek,"
Kutipan itu diucapkan oleh Siti Rodiatul Kholidawati, S.H.I, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Curup Utara, sebagai motivasi sekaligus penegasan prinsip pembelajaran yang diterapkan pada pertemuan tersebut.
Dampak Lokal dan Harapan Jangka Panjang
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PAI KUA Curup Utara untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an di kalangan masyarakat setempat. Dengan praktik yang rutin, peserta diharapkan meningkat kemampuan membaca serta memperoleh kepercayaan diri saat mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungan komunitas.
Secara lebih luas, pembinaan seperti ini berpotensi memperkuat peran majelis taklim sebagai pusat pembelajaran agama di tingkat desa atau kelurahan. Pembelajaran bertahap dan sabar dianggap penting agar peserta yang belajar pada usia dewasa tetap memperoleh kemajuan.
| Tanggal | Lokasi | Kegiatan | Penyuluh |
|---|---|---|---|
| 14 Agustus 2026 | Desa/Komunitas MT Al Arofah, Curup Utara | Bimbingan Iqro jilid 2 (panjang-pendek bacaan) | Siti Rodiatul Kholidawati, S.H.I (PAI KUA Curup Utara) |
Pelaksanaan pelatihan yang konsisten menjadi kunci, demikian keterangan yang disampaikan oleh pihak penyuluh. Pembelajaran yang bertahap diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga menumbuhkan rasa dekat masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Ke depan, langkah-langkah serupa diharapkan dapat terus dijalankan oleh KUA bersama majelis taklim lokal untuk memperluas jangkauan pembinaan, terutama bagi kelompok yang belajar pada tahap awal atau yang mulai mendalami bacaan agama di usia dewasa.