Pemerintah Provinsi Bengkulu menyelesaikan pembangunan 13 rumah bagi warga Kelurahan Betungan, Kota Bengkulu, yang rumahnya rusak berat akibat gempa bumi pada 2025. Pembangunan ini dilaksanakan melalui sinergi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu.
Rumah tipe 36 siap huni
Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, menyatakan bahwa hasil pemantauan tim lapangan menunjukkan seluruh rumah telah rampung dan layak ditempati. Menurut laporan, setiap unit merupakan rumah tipe 36 dengan dua kamar tidur, ruang tamu, dan kamar mandi.
Tejo mengatakan pembangunan itu merupakan realisasi janji Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, kepada warga terdampak. Pembangunan awal dilaksanakan untuk sembilan unit, kemudian bertambah empat unit sehingga total menjadi 13 unit yang dibangun melalui alokasi dana pemerintah daerah dan dukungan mitra.
Sumber pendanaan dan dukungan
Pemerintah daerah menggunakan Dana Peduli Bencana Bengkulu yang dikelola oleh Biro Pemkesra untuk membiayai pembangunan tersebut. Selain itu, ada bantuan dari organisasi istri polisi, yakni Bhayangkari Mabes Polri, yang mendukung upaya perbaikan hunian korban gempa.
Respons warga terdampak
Seorang penerima bantuan, Susmarni, menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan rumah yang dibantu pemerintah provinsi. Ucapan terima kasih mewarnai momen serah terima harapan bagi keluarga yang rumahnya hancur pada gempa tahun lalu.
"Kepada Bapak Gubernur Bengkulu, saya Susmarni, korban gempa. Pembangunan rumah sudah selesai karena bapak bantu, kami mengucapkan terima kasih, semoga bapak sehat selalu, panjang umur dan banyak rezeki. Amin yarabbalalamin,"
Kronologi gempa dan dampak di Kota Bengkulu
Gempa yang merusak sejumlah bangunan di Kota Bengkulu terjadi pada Jumat, 23 Mei 2025, pukul 02.52 WIB. Menurut data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak di koordinat 4.17 LS, 102.17 BT pada kedalaman 10 kilometer, dengan pusat gempa berada sekitar 43 kilometer barat daya Bengkulu. Pada saat pendataan pascagempa, pemerintah daerah mencatat puluhan bangunan rusak.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Total rumah yang dibangun | 13 unit (9 awal + 4 tambahan) |
| Tipe bangunan | Tipe 36 — 2 kamar, ruang tamu, kamar mandi |
| Sumber dana | Dana Peduli Bencana Bengkulu dan bantuan Bhayangkari Mabes Polri |
| Tanggal gempa | 23 Mei 2025 pukul 02.52 WIB |
Signifikansi dan kebutuhan lanjutan
Penyelesaian 13 unit rumah merupakan langkah penting dalam pemulihan pascagempa, khususnya bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Namun, kebutuhan rekonstruksi di wilayah terdampak seringkali lebih luas, meliputi perbaikan infrastruktur jalan, fasilitas umum, dan dukungan psikososial bagi korban.
Warga dan pengurus daerah di Kelurahan Betungan diharapkan dapat memastikan serah terima rumah berjalan transparan serta membantu penerima manfaat menata kembali kehidupan sehari-hari. Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota juga perlu memantau penggunaan hunian baru agar menjadi tempat tinggal yang aman dan layak bagi keluarga penerima.
- Penerima manfaat diimbau menata dokumen kepemilikan dan syarat administrasi yang mungkin diperlukan untuk bantuan lanjutan.
- Pemerintah daerah harus terus memonitor kondisi pasca-penyerahan untuk memastikan tidak ada masalah teknis pada bangunan.
- Komunitas lokal dapat berperan membantu pemulihan sosial dan ekonomi para korban.
Pemerintah Provinsi Bengkulu menyatakan komitmen untuk melanjutkan upaya pemulihan di wilayah yang terdampak bencana, sementara warga Betungan berharap hunian baru itu menjadi awal pemulihan kehidupan mereka setelah kepanikan dan kehilangan akibat gempa pada Mei 2025.