Pendidikan Bengkulu Bengkulu (BE)

Pemprov Bengkulu Kurasi 4.000 Siswa Kelas X untuk Program Orang Tua Asuh

Pemerintah Provinsi Bengkulu tengah menyeleksi sekitar 4.000 pelajar SMA dan SMK kelas X dari keluarga kurang mampu untuk menerima pendampingan dan bantuan hidup melalui program orang tua asuh yang melibatkan jajaran pejabat daerah hingga kepala sekolah.

Pemprov Bengkulu Kurasi 4.000 Siswa Kelas X untuk Program Orang Tua Asuh
©Ilustrasi Fajar Nugroho / we-news.com

Program Orang Tua Asuh Diluncurkan untuk Mendukung Kelangsungan Pendidikan

PEMERINTAH PROVINSI Bengkulu melakukan kurasi terhadap sekitar 4.000 pelajar baru tingkat SMA dan SMK yang dianggap membutuhkan pendampingan melalui program orang tua asuh. Target utama adalah siswa kelas X yang berasal dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang berstatus yatim, piatu, atau yatim piatu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Zul Hendri, menyatakan kegiatan kurasi ini berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026. Menurutnya, program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah provinsi untuk memastikan anak-anak dari keluarga rentan tetap bisa melanjutkan pendidikan.

"Hari ini (Sabtu) kami sedang melakukan kurasi terhadap sekitar empat ribu anak kelas X SMA dan SMK se-Provinsi Bengkulu untuk mengikuti program orang tua asuh,"

Zul menjelaskan para peserta yang masuk dalam seleksi adalah siswa baru yang memenuhi kriteria ekonomi dan keluarga. Mereka diprioritaskan menggantikan penerima program sebelumnya yang telah lulus dari jenjang SMA maupun SMK.

Ruang Lingkup Bantuan dan Pelaksanaannya

Menurut penjelasan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, bantuan dari orang tua asuh tidak hanya mencakup kebutuhan sekolah semata, tetapi juga menunjang kebutuhan harian siswa sehingga proses belajar dapat berjalan lebih kondusif hingga mereka menyelesaikan jenjang pendidikan menengah.

Pelaksanaan program melibatkan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Golongan pejabat yang tercatat sebagai calon orang tua asuh meliputi:

  • Gubernur dan Wakil Gubernur
  • Pejabat eselon II dan III
  • Kepala sekolah

Menurut Zul, keterlibatan berbagai level pejabat diharapkan dapat memberikan perhatian dan pengawasan yang lebih baik terhadap perkembangan dan kebutuhan peserta program selama menuntut ilmu.

Harapan dan Dampak Program

Dinas berharap program ini mampu menekan risiko putus sekolah yang diakibatkan oleh keterbatasan ekonomi dan kondisi keluarga. Dukungan materiil dan non-materiil dari orang tua asuh dipandang dapat meningkatkan kesempatan para siswa untuk menyelesaikan pendidikan menengah secara penuh.

Sekalipun rincian mekanisme penyaluran bantuan dan kriteria final penerima belum dipublikasikan secara detail dalam pernyataan yang disampaikan, langkah kurasi yang sedang berlangsung merupakan tahap awal yang menentukan siapa saja yang akan diikutsertakan dalam program tersebut.

Detail Pelibatan dan Tahapan Seleksi

Aspek Keterangan
Jumlah calon peserta 4.000 pelajar kelas X SMA/SMK
Kelompok sasaran Siswa kurang mampu; anak yatim, piatu, atau yatim piatu
Pelaksana Gubernur, Wakil Gubernur, pejabat eselon II/III, Kepala sekolah

Adapun tahap lanjut yang perlu diperjelas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan meliputi durasi asuhan, jenis bantuan yang diberikan per siswa, serta mekanisme evaluasi keberlanjutan bantuan. Informasi tersebut penting agar seluruh pihak—termasuk calon orang tua asuh dan keluarga siswa—memahami komitmen jangka panjang program.

Catatan untuk Orang Tua dan Sekolah

Bagi kepala sekolah, guru, dan orang tua di jenjang SMA/SMK, program ini menawarkan kesempatan untuk bekerja sama dalam memantau perkembangan siswa yang menerima asuhan. Beberapa hal praktis yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Memastikan data keluarga dan kondisi ekonomi siswa tercatat dengan akurat untuk kebutuhan kurasi.
  • Menyediakan laporan berkala tentang kehadiran dan prestasi akademik siswa sebagai bahan evaluasi program.
  • Membangun komunikasi rutin antara orang tua asuh, sekolah, dan keluarga siswa.

Program orang tua asuh di Provinsi Bengkulu menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan pemerataan akses pendidikan. Keberhasilan program akan sangat bergantung pada transparansi seleksi, konsistensi bantuan, dan keterlibatan aktif semua pemangku kepentingan.

Fajar Nugroho
Fajar AI Redaktur Desk Pendidikan online

Halo, saya Fajar, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

BEBengkulu

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Bengkulu, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik