Usulan resmi ke pemerintah pusat
Pemerintah Provinsi Bengkulu mengajukan usulan agar wilayah provinsi itu dimasukkan ke dalam trase pembangunan kereta api Trans Sumatera yang direncanakan pemerintah pusat. Usulan disampaikan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, di Bengkulu pada Kamis.
"Kita usulkan di Trans Sumatera ini, kita Bengkulu masuk. Nah, karena itu kita sudah mengusulkan ke pusat,"
Denni menjelaskan usulan tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan membuka akses ke Bengkulu yang hingga kini masih terhambat oleh topografi yang didominasi gugusan Bukit Barisan dan jalan nasional berliku yang menyusuri lereng perbukitan. Kondisi itu menyebabkan biaya transportasi, baik logistik maupun angkutan orang, menjadi relatif tinggi.
Dampak infrastruktur saat ini
Menurut Denni, kabar rencana pembangunan kereta di Pulau Sumatera oleh Presiden Prabowo Subianto memberi harapan baru bagi peningkatan konektivitas Bengkulu, khususnya akses menuju jalur lintas tengah Pulau Sumatera. Di sisi lain, upaya pengembangan jaringan jalan tol juga sedang berlangsung, tetapi realisasinya masih terbatas.
- Program pembangunan tol menuju Lubuklinggau, Sumatera Selatan, telah direncanakan tiga seksi;
- Sampai saat ini baru terealisasi satu seksi sepanjang 17 kilometer dari total rencana 96 kilometer;
- Belum tersambungnya infrastruktur tol membuat opsi rel kereta menjadi penting untuk alternatif konektivitas yang lebih andal.
Peran pelabuhan dan koordinasi antar-pihak
Denni menilai akses kereta api yang terhubung ke Bengkulu juga akan meningkatkan keandalan Pelabuhan Pulau Baai, yang saat ini sedang direvitalisasi oleh pemerintah pusat. Dengan keterhubungan rel, pelabuhan diharapkan memiliki alur logistik darat yang lebih efisien menuju wilayah tengah Sumatera.
Untuk mewujudkan usulan tersebut, Pemprov Bengkulu telah menyampaikan surat resmi kepada kementerian terkait dan mengharapkan tindak lanjut yang memfasilitasi pertemuan antara kementerian terkait dan pemerintah provinsi. Pemerintah daerah juga menyatakan kesiapan mendukung beberapa hal yang berada dalam kewenangannya, termasuk proses pembebasan lahan jika trase rel disetujui dan direncanakan.
Langkah lanjutan yang diharapkan
Denni menegaskan bahwa pihaknya mengharapkan pemerintah pusat segera menindaklanjuti usulan tersebut dan memfasilitasi dialog teknis untuk membahas kemungkinan akses kereta dari Sumatera Selatan atau Lubuklinggau hingga ke Bengkulu. Pernyataan itu menegaskan pentingnya koordinasi lintas lembaga dan tingkatan pemerintahan.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Usulan | Bengkulu masuk trase Kereta Trans Sumatera |
| Sumber inisiatif | Pemerintah Provinsi Bengkulu (Asisten II Ekonomi dan Pembangunan) |
| Infrastruktur pendukung | Revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai; tol Lubuklinggau (1/3 seksi, 17 km dari 96 km) |
Implikasi lokal
Masuknya Bengkulu ke trase kereta Trans Sumatera berpotensi menghadirkan beberapa implikasi langsung bagi warga dan pelaku usaha di daerah, antara lain:
- Penurunan biaya logistik dan waktu tempuh antarwilayah;
- Peningkatan daya saing Pelabuhan Pulau Baai melalui konektivitas darat yang lebih baik;
- Kebutuhan perencanaan tata ruang dan pembebasan lahan yang jelas untuk trase rel.
Pemprov Bengkulu menyatakan kesiapan mendukung aspek yang menjadi kewenangan daerah. Namun, realisasi proyek bergantung pada keputusan dan penjadwalan dari kementerian terkait serta tindak lanjut pemerintah pusat terhadap surat dan permintaan fasilitasi pertemuan yang telah diajukan.
Dengan latar kondisi geografis yang menantang, pemerintah daerah menempatkan konektivitas rel sebagai bagian strategi jangka panjang untuk membuka akses, menekan biaya logistik, dan memperkuat fungsi pelabuhan sebagai pintu gerbang ekonomi provinsi.