Yogyakarta — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta memastikan operasional kereta api di wilayahnya kembali berjalan aman setelah gempa bumi yang terjadi pada Kamis sore. Manajemen melakukan penghentian sementara dan pemeriksaan teknis menyeluruh sebelum melanjutkan layanan, langkah yang ditempuh untuk menjamin keselamatan penumpang dan prasarana.
Pemeriksaan darurat dan kelanjutan layanan
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan tim teknis melakukan pemeriksaan atas seluruh komponen kritis yang berpotensi terdampak getaran. Inspeksi tersebut mencakup kondisi jembatan, rel, fasilitas pendukung jalur, serta kondisi fisik rangkaian kereta yang sedang beroperasi saat gempa terjadi. Setelah dinilai aman, layanan kereta kembali dilanjutkan.
"Pemeriksaan prasarana dan sarana pascagempa merupakan prosedur standar yang wajib dilakukan oleh KAI untuk memastikan aspek keselamatan tetap terjaga. Pada 17.42 WIB, seluruh lintas telah dinyatakan aman dan perjalanan KA kembali dilanjutkan,"
Dampak terhadap jadwal dan penundaan
Akibat penghentian luar biasa untuk pemeriksaan, sejumlah perjalanan mengalami penundaan sementara. Secara total, tercatat 20 perjalanan yang terdampak dengan lama penundaan bervariasi antara 10 hingga 25 menit. Penundaan ini merupakan konsekuensi dari langkah keselamatan yang diambil untuk memastikan tidak ada kerusakan struktural atau gangguan di jalur yang dapat membahayakan penumpang.
Daop 6 memberi penjelasan rinci mengenai beberapa perjalanan yang sempat tertahan. Penundaan terpanjang mencapai 25 menit pada beberapa kereta, sementara penundaan terpendek tercatat 10 menit pada sejumlah layanan komuter.
| Nama KA | Rute | Perkiraan Penundaan |
|---|---|---|
| KA 557 | Bandara YIA | 25 menit |
| KA 282 Bengawan | Bengawan | 25 menit |
| KA 707 | Commuterline Palur–Yogyakarta | 24 menit |
| KA 506 | Prameks | 22 menit |
| KA 726 | Commuterline Yogyakarta–Palur | 10 menit |
Siaran dan prosedur keselamatan
KAI Daop 6 menegaskan langkah penghentian operasi sementara sebagai prosedur baku ketika terjadi gempa. Tim inspeksi segera dikerahkan ke lokasi-lokasi potensial risiko untuk mengecek keandalan struktur dan kelayakan jalur. Selain pemeriksaan fisik, pengecekan dokumentasi pemeliharaan dan rekaman kondisi sebelumnya juga menjadi bagian dari verifikasi teknis.
- Pemeriksaan fisik: jembatan, bantalan rel, dan kondisi rel.
- Inspeksi sarana: rangkaian kereta yang sedang beroperasi.
- Koordinasi: komunikasi antarpetugas lapangan untuk memastikan kelanjutan layanan aman.
Imbauan bagi penumpang
Manajemen mengimbau penumpang agar tetap tenang, mengikuti arahan petugas stasiun, dan memantau informasi resmi melalui kanal KAI setempat bila ada perubahan jadwal. Untuk perjalanan hari itu, penumpang disarankan datang lebih awal guna mengantisipasi kemungkinan penyesuaian waktu keberangkatan.
Makna lokal dan kesiapsiagaan
Sebagai daerah yang rawan gempa, Yogyakarta memiliki kebutuhan tinggi terhadap prosedur keselamatan terpadu di sektor transportasi. Respons cepat KAI Daop 6 yang menghentikan operasi sementara dan melakukan pemeriksaan menyeluruh menunjukkan penekanan pada prioritas keselamatan publik, sekaligus pentingnya koordinasi antar instansi saat bencana geologi terjadi.
Warga dan pengguna jasa kereta diharapkan terus mengandalkan informasi resmi dari operator sambil memperhatikan langkah mitigasi bencana yang berlaku di stasiun dan jalur kereta. Tindakan preventif semacam ini dapat mengurangi risiko dan menjaga kepercayaan publik terhadap layanan angkutan massal di tengah ancaman alam.
Pelaporan ini disusun berdasarkan keterangan resmi PT KAI Daop 6 Yogyakarta dan data penundaan perjalanan yang diumumkan oleh manajemen pada Kamis sore.