Upacara HUT ke-81 di Depok
Sekitar 400 peserta mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di halaman Kantor Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada hari Senin, 17 Agustus 2026. Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh unsur TNI-Polri, jajaran Kapanewon Depok, pemerintahan kalurahan se-Kapanewon Depok (termasuk Condongcatur, Caturtunggal, dan Maguwoharjo), unsur pendidikan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta elemen masyarakat lainnya.
Penghargaan bagi Posyandu dan BKR Condongcatur
Dalam peringatan yang juga memuat amanat Bupati Sleman, terdapat kabar prestasi dari warga Kalurahan Condongcatur. Tim Pembina Posyandu Kalurahan Condongcatur bersama New Posyandu Asparagus II Babadan Baru, Kentungan berhasil meraih peringkat pertama pada Lomba Tim Pembina Posyandu Kalurahan dan Kelurahan Tingkat DIY 2026.
Sementara itu, Bina Keluarga Remaja (BKR) Sedap Malam Gandok, Condongcatur masuk dalam lima besar dan akan mewakili Provinsi DI Yogyakarta pada kompetisi tingkat nasional pada 2026. Pengakuan ini menegaskan keberhasilan program pemberdayaan dan pembinaan keluarga di tingkat kalurahan.
- Lokasi upacara: Halaman Kantor Kapanewon Depok, Sleman.
- Peserta: kurang lebih 400 orang dari unsur pemerintahan, keamanan, pendidikan, dan masyarakat.
- Prestasi: Posyandu Asparagus II meraih juara I tingkat DIY; BKR Sedap Malam Gandok masuk lima besar dan akan berlaga di tingkat nasional.
Suasana dan rangkaian acara
Prosesi pengibaran bendera Merah Putih dilakukan oleh tiga pelajar dari SMK Penerbangan AAG Adisutjipto: Nadi Putra, M. Rasyid Hidayah, dan Satria Bala Pradana Yudha. Paduan Suara Guru PAUD se-Kapanewon Depok menambah khidmat suasana dengan membawakan lagu-lagu nasional antara lain "Hari Merdeka", "Satu Nusa Satu Bangsa", dan "Bagimu Negeri".
Amanat Bupati dan implikasi lokal
Dalam amanat yang dibacakan oleh inspektur upacara Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, Bupati Sleman Harda Kiswaya mengajak seluruh komponen masyarakat memaknai momentum kemerdekaan sebagai peluang untuk memperkuat pengabdian dan mewujudkan cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Ia menekankan bahwa pembangunan harus menjangkau hingga tingkat dusun dan kalurahan agar kesejahteraan dapat dirasakan secara merata.
"Mari satukan tekad, kuatkan niat pengabdian memberikan pelayanan terbaik, menjalankan amanah yang kita terima sebagai penerus kemerdekaan dari pendahulu kita,"
Pesan tersebut relevan dengan penghargaan yang diperoleh lembaga masyarakat di Condongcatur. Keberhasilan Posyandu dan BKR merepresentasikan hasil kerja kolaboratif antara pemerintah kalurahan, tenaga kesehatan, kader, serta warga dalam upaya peningkatan kualitas layanan dan pembinaan keluarga.
Dampak dan langkah ke depan
Prestasi Tim Pembina Posyandu dan BKR Condongcatur memiliki beberapa implikasi nyata bagi masyarakat Sleman. Pertama, pengakuan di tingkat provinsi berpotensi meningkatkan perhatian dan dukungan sumber daya bagi program kesehatan dan remaja di tingkat lokal. Kedua, wakil DIY yang maju ke tingkat nasional membuka peluang berbagi praktik baik (best practice) dari Condongcatur ke daerah lain dan menambah jejaring program pembinaan keluarga.
Adapun tantangan yang tetap harus dijaga adalah kesinambungan layanan, pembinaan kader, serta alokasi anggaran di tingkat kalurahan dan kapanewon untuk mempertahankan dan mengembangkan capaian ini.
| Aspek | Hasil/Informasi |
|---|---|
| Peserta upacara | ~400 orang |
| Posyandu terpilih | New Posyandu Asparagus II Babadan Baru, Kentungan — Juara I Tingkat DIY |
| BKR terpilih | BKR Sedap Malam Gandok — Masuk lima besar, wakili DIY ke tingkat nasional |
Perayaan HUT ke-81 di Depok itu menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tidak sekadar seremoni, tetapi juga momen untuk menyoroti dan mengapresiasi inisiatif lokal yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Bagi Sleman, penghargaan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan bermakna harus tumbuh dari akar—dusun dan kalurahan—dengan partisipasi aktif masyarakat.