PMI Hadirkan Pendampingan Emosional Usai Kebakaran
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Ambon melaksanakan program dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak kebakaran di Desa Patahuwe pada Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan ini menyasar sekitar 120 anak dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA dengan tujuan membantu proses pemulihan psikologis setelah mereka menyaksikan peristiwa kebakaran di lingkungan mereka.
Pelaksanaan program dikemas secara partisipatif dan menyenangkan melalui perkenalan bersama, permainan interaktif, serta komunikasi yang memberi ruang bagi anak-anak untuk mengungkapkan perasaan mereka. Relawan PMI Kota Ambon menekankan pentingnya suasana aman agar anak-anak dapat berinteraksi tanpa tekanan.
"Kegiatan tersebut bertujuan membantu mengurangi rasa takut dan tekanan yang mungkin dialami anak-anak setelah menghadapi peristiwa kebakaran,"
Kalimat itu disampaikan oleh salah satu relawan PMI Kota Ambon, Joe Soselisa, yang menjadi bagian dari tim pendamping. Joe menjelaskan bahwa pendekatan layanan tidak hanya berfokus pada bantuan material pascabencana, melainkan juga pelayanan pada aspek psikososial untuk mempercepat proses pemulihan anak.
Metode dan Prinsip Intervensi
Program menggunakan pendekatan Psychological First Aid (PFA) dengan prinsip yang dirangkum sebagai Look, Listen, Link. Pendekatan ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
- Look: mengenali tanda-tanda stres dan tekanan pada anak;
- Listen: membangun komunikasi suportif sehingga anak merasa didengar dan aman;
- Link: menghubungkan anak dengan dukungan lanjutan yang diperlukan, baik dari keluarga, sekolah, maupun layanan kesehatan mental.
Pelaksanaan PFA oleh relawan dipandu agar interaksi tetap sesuai usia peserta, menggunakan permainan dan kegiatan kelompok yang dirancang untuk menurunkan kecemasan sekaligus membangun rasa kebersamaan.
Dampak yang Diharapkan dan Kelanjutan
PMI menyatakan bahwa tujuan jangka pendek dari intervensi ini adalah mengurangi rasa takut dan tekanan emosional sehingga anak dapat kembali beraktivitas di lingkungan belajar dan sosial secara lebih nyaman. Dalam jangka menengah, pendampingan diharapkan membantu mengembalikan rutinitas anak dan memperkuat jejaring dukungan keluarga serta sekolah.
PMI juga menekankan bahwa dukungan psikososial merupakan bagian dari respons bencana yang komprehensif dan perlu diintegrasikan dengan bantuan fisik, rehabilitasi, dan pemulihan jangka panjang.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Lokasi | Desa Patahuwe, Kota Ambon |
| Waktu | Sabtu, 19 September 2026 |
| Peserta | Sekitar 120 anak (PAUD, SD, SMP, SMA) |
| Metode | Psychological First Aid (Look, Listen, Link) |
Masyarakat di Patahuwe diharapkan turut berperan dengan menciptakan lingkungan yang aman dan suportif bagi anak-anak pascabencana. Selain itu, koordinasi dengan pihak sekolah dan layanan kesehatan lokal perlu diperkuat agar anak yang membutuhkan dukungan lanjutan dapat segera dirujuk.
Pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan langkah respons lokal oleh organisasi kemanusiaan di Ambon yang tidak hanya memenuhi kebutuhan darurat tetapi juga memperhatikan aspek psikologis sebagai bagian penting pemulihan korban, khususnya anak-anak.