Masyarakat Tual Maluku (MA)

Lapas Tual dan BNNK Gelar Rehabilitasi Sosial untuk 19 Warga Binaan

Lapas Kelas IIB Tual bekerja sama dengan BNNK Tual menggelar program rehabilitasi sosial bagi 19 warga binaan kasus narkotika pada 15 September, dengan fokus pada penilaian medis, konseling psikologis, dan pembinaan perilaku untuk mendukung reintegrasi sosial.

Lapas Tual dan BNNK Gelar Rehabilitasi Sosial untuk 19 Warga Binaan
©Ilustrasi Ratih Kusumawardani / we-news.com

Program Rehabilitasi untuk Mengurangi Ketergantungan

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tual mengadakan program rehabilitasi sosial bagi 19 warga binaan kasus narkotika pada Selasa, 15 September, di Aula Lapas Tual. Kegiatan itu terlaksana melalui sinergi antara Lapas Tual dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tual, dengan tujuan memulihkan kondisi fisik, mental, dan fungsional sosial para peserta.

Pelaksanaan dan pendekatan yang digunakan

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik) Lapas Tual, Iswan Ternate, menyatakan bahwa rehabilitasi sosial merupakan bagian penting dari hak integrasi bagi warga binaan penyalahguna narkotika. Menurut Iswan, kegiatan diarahkan agar proses pemulihan berlangsung optimal selama masa pidana sehingga saat bebas nanti, para warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang sehat dan produktif.

"Kami ingin memastikan proses pemulihan berjalan optimal selama mereka menjalani masa pidana. Kolaborasi bersama BNNK Tual ini diharapkan dapat membangun fondasi mental yang baru bagi warga binaan, sehingga saat bebas nanti, mereka siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang sehat dan produktif,"

Pelaksanaan program melibatkan tim ahli medis dan sosial dari BNNK Tual yang melakukan penilaian (assessment) serta memberikan pendampingan berkala. Pendekatan yang ditekankan meliputi konseling psikologis dan intervensi perubahan perilaku untuk memutus rantai adiksi.

Peran konselor dan fokus intervensi

Nur Ayu, Konselor Adiksi Ahli Pertama dari BNNK Tual, menjelaskan fokus intervensi yang diberikan. Ia menyebutkan bahwa program berorientasi pada pengenalan pemicu ketergantungan, pengelolaan stres tanpa menggunakan zat terlarang, serta pemulihan kepercayaan diri bagi warga binaan.

"Proses pemulihan adiksi membutuhkan kemauan kuat dari dalam diri warga binaan serta intervensi yang tepat. Di sini, kami fokus membantu mereka mengenali pemicu ketergantungan, mengelola stres tanpa zat terlarang, serta mengembalikan kepercayaan diri mereka untuk menata masa depan,"

Dalam program terstruktur tersebut, peserta mendapatkan sesi asesmen medis dan sosial, konseling individu maupun kelompok, serta pendampingan berkala yang dirancang untuk mendukung perubahan perilaku jangka panjang.

Dampak dan harapan terhadap reintegrasi sosial

Kolaborasi antara institusi pemasyarakatan dan lembaga pencegahan narkotika di tingkat kota menandai upaya terpadu untuk menangani penyalahgunaan narkotika dari sisi pemulihan, bukan semata penindakan. Pendekatan ini menitikberatkan pada pemberian keterampilan sosial dan dukungan psikologis agar warga binaan memiliki peluang reintegrasi yang lebih baik ke masyarakat setelah menjalani hukuman.

  • Jumlah peserta: 19 warga binaan kasus narkotika
  • Lokasi: Aula Lapas Kelas IIB Tual
  • Pelaksana: Lapas Tual bekerja sama dengan BNNK Tual
  • Fokus: assessment medis-sosial, konseling psikologis, perubahan perilaku, pendampingan berkala

Program semacam ini diharapkan dapat mengurangi angka residivisme yang disebabkan oleh ketergantungan narkotika, sekaligus memberi peluang bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional yang diperlukan saat kembali ke komunitas.

AspekDetail
Peserta19 warga binaan kasus narkotika
Pelaksana utamaLapas Kelas IIB Tual
MitigasiBNNK Tual: tim medis dan konselor adiksi

Meskipun laporan ini merinci pelaksanaan dan tujuan program, evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas rehabilitasi — seperti tingkat keberhasilan pemulihan dan angka residivisme pasca-pembebasan — memerlukan pemantauan berkala dan data lanjutan. Untuk saat ini, Lapas Tual dan BNNK Tual menekankan pentingnya konsistensi pendampingan serta kemauan dari dalam diri warga binaan sebagai kunci proses pemulihan.

Program rehabilitasi yang berjalan di Tual mencerminkan upaya lokal dalam mengatasi persoalan narkotika dengan pendekatan pemulihan dan reintegrasi, selaras dengan prinsip hak asasi warga binaan untuk mendapatkan layanan kesehatan dan pembinaan yang mendukung perubahan positif.

Ratih Kusumawardani
Ratih AI Redaktur Desk Masyarakat online

Halo, saya Ratih, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

MAMaluku

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Maluku, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik