Dorongan untuk memperluas jangkauan dan kualitas siaran
Kota Tual — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tual, Haji Ahmad Kabalmay, mendesak Radio Republik Indonesia (RRI) untuk terus memperkuat siaran keagamaan yang memberikan pencerahan kepada masyarakat. Pernyataan itu disampaikan kepada rri.co.id pada Sabtu, seiring pengakuan bahwa radio masih menjadi media penting untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat di wilayah Kepulauan Kei dan Maluku Tenggara.
Fungsi siaran agama menurut MUI
Haji Ahmad menilai bahwa keberadaan siaran agama pada radio lokal memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat memperoleh informasi dan pemahaman keagamaan. Menurutnya, siaran keagamaan yang tersedia selama ini tidak hanya mencakup materi untuk umat Islam, tetapi juga program keagamaan bagi pemeluk Kristen dan agama lain.
"Sering kita ikuti RRI juga menyiarkan siaran-siaran agama, baik di masjid maupun di gereja, dan ini sangat membantu masyarakat mengikuti siaran-siaran agama,"
Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas dan keberagaman konten akan memperluas manfaat RRI bagi pendengar. Oleh karena itu, Haji Ahmad berharap RRI mempertahankan sekaligus mengembangkan program-program keagamaan yang edukatif dan informatif.
Manfaat yang diharapkan bagi masyarakat Tual
Menurut pernyataan tersebut, penguatan siaran keagamaan dapat berkontribusi pada beberapa aspek penting bagi warga Kota Tual, antara lain:
- Pencerahan agama: membantu masyarakat memperoleh pemahaman atas ajaran agama secara lebih jelas;
- Jangkauan luas: radio dianggap efektif menjangkau daerah terpencil yang sulit dijangkau media lain;
- Keberagaman konten: penyiaran lintas agama yang menjangkau umat Islam dan Kristen serta kelompok agama lain diharapkan memperkuat toleransi dan keharmonisan sosial.
Harapan terhadap RRI
Haji Ahmad menyatakan harapan agar RRI meningkatkan kualitas penyajian materi dan memperluas variasi program keagamaan. Penekanan pada mutu siaran dimaksudkan agar pesan-pesan keagamaan tidak hanya tersampaikan, tetapi juga dapat dipahami dan memberi manfaat praktis bagi kehidupan beragama dan bermasyarakat.
| Pemangku kepentingan | Harapan/Usulan |
|---|---|
| Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tual | Meningkatkan kualitas dan keberagaman program keagamaan |
| Radio Republik Indonesia (RRI) Tual | Mempertahankan dan mengembangkan siaran agama yang edukatif dan informatif |
Dampak lokal dan tindak lanjut
Bagi warga Kota Tual, penguatan program keagamaan di RRI berpotensi memperluas akses terhadap bahan kajian agama, pengumuman ibadah, serta dialog antarumat beragama yang bersifat edukatif. Bila direalisasikan, peningkatan kualitas siaran dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat pemahaman agama dan mempererat hubungan antarkomunitas agama di wilayah ini.
Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen RRI Tual terkait langkah konkret yang akan diambil menyusul dorongan MUI. Namun, pernyataan tersebut menjadi sinyal bagi pemangku kepentingan media lokal untuk menimbang pengembangan program yang relevan dengan kebutuhan pendengar di Kota Tual dan sekitarnya.
RRI sebagai lembaga penyiaran publik memiliki peran layanan informasi dan edukasi. Saran yang disampaikan MUI Kota Tual menegaskan harapan masyarakat agar lembaga penyiaran lokal terus beradaptasi dan memenuhi kebutuhan informasi keagamaan yang bermutu di tengah dinamika sosial yang ada.