Upaya peningkatan sarana pendidikan
Pemerintah Kota Tual terus mendorong perbaikan fasilitas pendidikan di Desa Hirit melalui kombinasi pembiayaan daerah dan program pusat. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tual, M. Zein Nuhuyanan, menyampaikan bahwa pada 2025 pemerintah daerah membangun fasilitas sekolah menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dalam keterangan kepada rri.co.id pada 8 Juni 2026, Nuhuyanan menjelaskan bentuk pembangunan yang telah dilaksanakan, antara lain pembangunan sekolah satuan pendidikan dan sejumlah bangunan penunjang.
"Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tual tahun 2025, APBD 2025 Pemerintah Kota Tual sudah membangun SMP Satap 5 yang berlokasi di Desa Hirit ada 2 bangunan yakni rumah dinas dan juga laboratorium",
Pernyataan di atas menjelaskan minimal dua pembangunan fisik yang diselesaikan: rumah dinas dan laboratorium untuk sekolah yang disebut sebagai SMP Satap. Catatan sumber berita menyebutkan istilah yang bervariasi (SMP Satap IV pada bagian awal dan SMP Satap 5 pada kutipan), sehingga publik perlu mengonfirmasi penomoran satuan pendidikan ke dinas terkait untuk kejelasan administrasi sekolah.
Revitalisasi dengan dukungan kementerian
Selain pembangunan dari APBD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tual mengusulkan sejumlah sekolah di Desa Hirit untuk menerima bantuan melalui program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada 2026. Salah satu yang mendapat alokasi adalah SMP Satap yang berada di Desa Hirit.
| Program | Lokasi | Nilai bantuan | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Revitalisasi (Kemdikbud) | Desa Hirit (SMP Satap) | Rp400.000.000 (kurang lebih) | Diajukan dan mendapat alokasi untuk 2026 menurut Dinas |
| Pembangunan APBD 2025 | Desa Hirit (SMP Satap) | — | Pembangunan rumah dinas dan laboratorium selesai pada 2025 menurut Dinas |
Harapan dan implikasi bagi proses belajar
Nuhuyanan menyatakan bahwa bantuan revitalisasi dan pembangunan diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah sehingga mendukung proses belajar mengajar bagi peserta didik di Desa Hirit. Peningkatan fasilitas, seperti laboratorium, memungkinkan pelaksanaan praktik pembelajaran yang lebih memadai, sementara rumah dinas dapat memperkuat ketersediaan tenaga pendidik di lokasi terpencil.
- Peningkatan kualitas pembelajaran: fasilitas laboratorium dapat menunjang pembelajaran sains dan praktik.
- Ketersediaan tenaga pendidik: rumah dinas membantu guru bertugas tinggal lebih dekat ke sekolah.
- Sinergi pusat-daerah: kombinasi APBD dan bantuan Kemdikbud menambah cakupan perbaikan infrastruktur.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tual menyatakan akan terus mendorong pemenuhan fasilitas pendidikan agar lebih layak dan memberi manfaat bagi masyarakat. Langkah lanjutan yang relevan bagi publik adalah pemantauan pelaksanaan revitalisasi oleh pihak sekolah, komite sekolah, dan pemerintah kelurahan/desa untuk memastikan penggunaan dana sesuai kebutuhan dan tepat sasaran.
Untuk kejelasan administratif dan rinci teknis proyek (seperti penomoran resmi SMP Satap di Desa Hirit), warga dan pemangku kepentingan diimbau mengonfirmasi langsung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tual atau sekolah bersangkutan.