SMA Negeri 1 Tangerang Selatan pada tahun 2026 menjadi tempat pelaksanaan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Pamulang. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses akademik yang memfasilitasi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan kependidikan secara langsung di lingkungan sekolah menengah atas.
Tujuan PLP dan mekanisme awal
Pelaksanaan PLP dimulai dengan kunjungan pengantar oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kepada pihak sekolah. Dalam pertemuan awal tersebut, mahasiswa menyampaikan maksud serta tujuan kehadiran mereka dan memohon arahan dari pihak sekolah agar kegiatan berjalan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan aturan sekolah. Kegiatan pembukaan ini menjadi wahana penting untuk membangun komunikasi antara pihak kampus dan sekolah serta memastikan sinkronisasi materi dan metode pembelajaran selama masa PLP.
Profil peserta dan pembimbing
Satu kelompok mahasiswa PPKn yang mengikuti PLP tercatat terdiri dari empat orang, dengan pendampingan akademik dari DPL. Data kelompok adalah sebagai berikut:
| Peran | Nama |
|---|---|
| Mahasiswa | Indi Ramadhanti |
| Mahasiswa | Farhan Dwi Susilo |
| Mahasiswa | Nisa Maulina |
| Mahasiswa | Okta Rizky Rahmawati |
| Dosen Pembimbing Lapangan | Eti Hayati, S.Pd., S.Pd. |
Ruang praktik nilai-nilai kewarganegaraan
Bagi mahasiswa PPKn, sekolah merupakan arena praktik penting untuk menerapkan konsep-konsep akademik menjadi aktivitas nyata. Materi PPKn yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, prinsip-prinsip demokrasi, serta hak dan kewajiban warga negara diuji coba dalam interaksi sehari-hari antara guru, siswa, dan lingkungan sekolah.
Selain aspek kognitif, PLP difokuskan untuk mengembangkan aspek karakter peserta didik. Nilai-nilai yang menjadi perhatian antara lain:
- Disiplin sebagai fondasi kedisiplinan belajar dan tata tertib sekolah;
- Tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas pembelajaran dan kewajiban sebagai warga sekolah;
- Penghargaan terhadap perbedaan yang mendorong sikap toleransi antar peserta didik;
- Kerja sama antar siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran dan organisasi sekolah;
- Ketaatan terhadap peraturan yang memperkuat ketertiban lingkungan sekolah.
"Lingkungan sekolah menjadi tempat yang tepat untuk melihat penerapan nilai-nilai kewarganegaraan secara nyata," ujar laporan singkat kegiatan PLP yang disusun oleh pihak kampus.
Penekanan pada pembentukan karakter menunjukkan bahwa peran guru PPKn tidak hanya menyampaikan materi teoretis, tetapi juga membimbing perilaku dan sikap warga sekolah. Kegiatan PLP memberikan mahasiswa kesempatan untuk mengenali tantangan nyata dalam proses pembelajaran, termasuk pengelolaan kelas, interaksi antarpeserta didik, dan penerapan metode pembelajaran yang mendukung pembentukan watak.
Implikasi bagi pendidikan di Tangerang Selatan
Kerja sama antara Universitas Pamulang dan SMA Negeri 1 Tangerang Selatan mencerminkan sinergi antarlembaga pendidikan dalam kota. Program seperti PLP berpotensi meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah menengah atas melalui masuknya praktik-praktik pedagogis baru dan pembaruan metode pengajaran. Bagi masyarakat Tangerang Selatan, kehadiran mahasiswa calon guru di sekolah setempat dapat menjadi nilai tambah dalam upaya pembinaan karakter generasi muda di wilayah ini.
Keberlanjutan dan evaluasi program PLP perlu mendapat perhatian agar pengalaman lapangan mahasiswa dapat berkontribusi nyata terhadap perbaikan mutu pendidikan. Pihak sekolah, kampus, dan pemangku kepentingan lokal di Tangerang Selatan diharapkan terus memantau dan mendukung implementasi kegiatan agar tujuan pembentukan guru profesional dan peserta didik berkarakter tercapai.