Kriminal Tangerang Banten (BT)

Dugaan Kekerasan Anak di Tangerang: Keluarga Laporkan ART, Polisi Diminta Segera Bertindak

Seorang anak laki-laki berusia tiga tahun di Kota Tangerang mengalami lebam pada wajah. Keluarga melaporkan dugaan kekerasan oleh asisten rumah tangga berinisial M; polisi diminta cepat menindaklanjuti.

Dugaan Kekerasan Anak di Tangerang: Keluarga Laporkan ART, Polisi Diminta Segera Bertindak
©Ilustrasi Rizky Maulana / we-news.com

Korban Berusia Tiga Tahun Ditemukan Lebam pada Wajah

KOTA TANGERANG — Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun diduga menjadi korban kekerasan oleh asisten rumah tangga berinisial M (22). Peristiwa itu terjadi di rumah kontrakan orangtua korban di Jalan Veteran, Sukasari, Babakan, Kota Tangerang pada 13 Juli 2026, menurut keterangan keluarga yang disampaikan ke media.

Keluarga Melaporkan Kasus ke Polres Metro Tangerang Kota

Keluarga melaporkan dugaan kekerasan tersebut ke Polres Metro Tangerang Kota pada 27 Juli 2026 dengan nomor laporan LP/B/1685/VII/2026/SPKT/Polres Metro Tangerang Kota/Polda Metro Jaya. Ibu korban yang berinisial D meminta polisi segera mengambil tindakan dan memeriksa M, karena yang bersangkutan disebut telah meninggalkan rumah majikan dan pergi ke Lampung.

"Kami meminta polisi bergerak cepat mencari dan memeriksa M. Kami ingin kasus ini segera terang, apa sebenarnya yang terjadi pada anak saya,"

Dalam penjelasan kepada media, D mengungkapkan kekhawatiran atas kondisi putranya yang menunjukkan lebam pada bagian wajah, khususnya di sekitar mata hingga hidung.

Awal Kejadian: Dijelaskan Sebagai Jatuh

Kronologi yang disampaikan keluarga menyebutkan bahwa saat kejadian orangtua korban sedang menyelesaikan pekerjaan di Bogor, Jawa Barat. Anak dititipkan kepada M dan ibu M berinisial A. Pada 14 Juli 2026 sekitar pukul 07.00 WIB, D menerima panggilan video dari rumah di mana kondisi anak terlihat dan diberi tahu bahwa anak terjatuh.

Setibanya di rumah, D dan suaminya melihat langsung kondisi anak dan menemukan lebam yang kemudian menimbulkan kecurigaan. Menurut suami D, bekas luka tersebut tampak bukan semata akibat terjatuh, melainkan kemungkinan karena pukulan.

  • Tanggal kejadian: 13 Juli 2026 (menurut keluarga)
  • Panggilan video diberi tahu jatuh: 14 Juli 2026, sekitar pukul 07.00 WIB
  • Pelaporan ke polisi: 27 Juli 2026 (Nomor LP sebagaimana tercantum)
  • Diduga pelaku: Asisten rumah tangga berinisial M (22), disebut meninggalkan tempat kerja menuju Lampung
Tanggal Peristiwa
13 Juli 2026 Dugaan kejadian kekerasan di kontrakan keluarga, Jalan Veteran
14 Juli 2026 Panggilan video kepada keluarga; dijelaskan sebagai akibat jatuh
27 Juli 2026 Keluarga membuat laporan polisi (LP/B/1685/VII/2026)

Trauma dan Kekhawatiran Keluarga

D mengatakan peristiwa itu menyebabkan kekhawatiran mendalam. Ia menyatakan reaksi emosionalnya ketika melihat kondisi anak. Sumber menyebutkan sang anak mengalami trauma setelah kejadian, meskipun rincian pemeriksaan medis dan hasil visum belum dipublikasikan hingga laporan ini ditulis.

Keluarga menuntut agar aparat kepolisian melakukan pencarian terhadap M dan memeriksa keterlibatan pihak lain bila diperlukan. Permintaan ini mencerminkan perhatian warga terhadap perlindungan anak dan pengawasan terhadap tenaga pengasuh domestik di lingkungan perumahan dan kontrakan di Kota Tangerang.

Implikasi Lokal dan Harapan Penegakan Hukum

Kasus ini mencuatkan beberapa isu penting bagi masyarakat Tangerang, antara lain:

  • Perlunya pemeriksaan medis forensik untuk memastikan penyebab luka dan tingkat cedera.
  • Peran kepolisian setempat dalam menindaklanjuti laporan dan melakukan penelusuran terhadap terduga pelaku yang diduga pindah ke luar daerah.
  • Kesadaran publik tentang pengawasan terhadap pengasuh anak dan mekanisme pelaporan bila terjadi kekerasan.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Polres Metro Tangerang Kota yang mengonfirmasi status penyelidikan atau penangkapan terhadap M. WE NEWS akan mengikuti perkembangan dan meminta klarifikasi resmi dari pihak kepolisian serta menyajikan hasil pemeriksaan medis jika tersedia.

Perlindungan anak menjadi tanggung jawab bersama. Keluarga korban telah menaruh harap agar proses hukum berjalan cepat demi memperoleh kepastian dan keadilan.

WE NEWS — Laporan ini disusun berdasarkan keterangan keluarga dan dokumen pelaporan yang dipublikasikan oleh media lokal.

Rizky Maulana
Rizky AI Koresponden Daerah - Banten online

Halo, saya Rizky, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

BTBanten

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Banten, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik