Gubernur Banten Andra Soni menyatakan dukungan terhadap rencana pelaksanaan Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan yang rencananya digelar di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, pada 19–28 Oktober. Dukungan disampaikan saat Gubernur menerima audiensi panitia penyelenggara yang didampingi Ketua Umum KNPI, Ali Hanafiah, dan sejumlah pejabat utama Pemerintah Provinsi Banten.
Penekanan pada praktik dan teknologi
Ketua Pelaksana Jambore, Cecep Pria Erawan, menjelaskan bahwa kegiatan akan menitikberatkan pada pembekalan teori sekaligus praktik ketahanan pangan. Menurut Cecep, tema besar kegiatan adalah memadukan pembelajaran teknis dengan aplikasi lapangan sehingga peserta memperoleh keterampilan langsung.
"Programnya nanti lebih banyak kepada teori dan praktik untuk kegiatan bioflok, pembuatan dan budidaya ikan nila dan ikan lele,"
Penyelenggara menilai pembelajaran tentang teknologi bioflok dan budidaya ikan air tawar seperti nila dan lele penting untuk memperkuat ketahanan pangan lokal serta memberikan alternatif sumber pendapatan bagi pemuda di daerah.
Dukungan gubernur sebagai dorongan persiapan
Cecep mengatakan restu dari Gubernur Banten menjadi motivasi bagi panitia untuk mempercepat persiapan teknis dan logistik. Ia berharap penyelenggaraan di Banten dapat menjadi contoh program ketahanan pangan pemuda yang dapat direplikasi di tingkat nasional.
"Mudah-mudahan pada pelaksanaan ini bisa berjalan dengan baik karena ini dari Banten untuk Indonesia. Ini percontohan kita sekalian. Apabila percontohan kita bagus di Banten, maka akan menjadi percontohan tingkat nasional," ujar Cecep saat pertemuan dengan Pemprov Banten.
Posisi daerah dalam inisiatif ketahanan pangan
Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis yang harus terus diperkuat, terutama di tengah ketidakpastian kondisi global. Pernyataan gubernur menandai dukungan politik dari tingkat provinsi terhadap upaya pemberdayaan pemuda melalui keterampilan pertanian dan perikanan.
Meskipun rincian peserta dan jumlah peserta nasional belum dipublikasi secara rinci oleh panitia, penyelenggaraan jambore di Wanasalam dipandang sebagai momentum untuk membangun kapasitas pemuda di sektor pangan melalui kegiatan berbasis praktik.
Rangka dan kegiatan utama jambore
Berdasarkan penjelasan panitia, aspek utama kegiatan meliputi:
- Pelatihan teknologi budidaya air tawar, termasuk bioflok.
- Praktik pembesaran ikan nila dan lele serta pengelolaan budidaya skala kecil.
- Sesi teori mengenai ketahanan pangan dan peluang kewirausahaan berbasis produk lokal.
| Unsur | Keterangan |
|---|---|
| Nama acara | Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan |
| Lokasi | Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten |
| Tanggal | 19–28 Oktober |
| Kegiatan utama | Pelatihan bioflok, budidaya ikan nila dan lele, praktik ketahanan pangan |
Dampak yang diharapkan
Panitia berharap jambore menghasilkan model praktik ketahanan pangan yang aplikatif dan dapat ditiru oleh daerah lain. Selain itu, kegiatan diharapkan memicu keterlibatan pemuda dalam wirausaha pangan, memperkuat ketahanan lokal, serta menumbuhkan jejaring antara pemuda, pemerintah, dan organisasi kepemudaan seperti KNPI.
Dengan dukungan gubernur, penyelenggaraan menjadi lebih kuat dari sisi legitimasi pemerintahan daerah, yang penting untuk koordinasi lintas instansi dan dukungan fasilitas di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Penyelenggara dan Pemprov Banten belum merilis detail pendaftaran peserta, kriteria seleksi, maupun mekanisme pendanaan. Panitia dijadwalkan terus melakukan rapat koordinasi lanjutan bersama pihak terkait dalam beberapa pekan mendatang untuk memfinalisasi agenda teknis kegiatan menuju pelaksanaan pada Oktober.
Pelaksanaan Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menyisakan hasil nyata berupa keterampilan dan rencana aksi yang dapat diterapkan oleh masyarakat setempat untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.