Ekonomi Tangerang Banten (BT)

Tangerang: Pengangguran Sarjana Turun Signifikan, 3.567 Lulusan Belum Bekerja pada 2025

BPS Kabupaten Tangerang melaporkan penurunan jumlah pengangguran lulusan sarjana dari 8.555 orang (2024) menjadi 3.567 orang (2025). Meski demikian, data belum memerinci jurusan, sehingga upaya penyesuaian kebijakan ketenagakerjaan masih menghadapi keterbatasan informasi.

Tangerang: Pengangguran Sarjana Turun Signifikan, 3.567 Lulusan Belum Bekerja pada 2025
©Ilustrasi Rizky Maulana / we-news.com

Penurunan Tingkat Pengangguran Sarjana

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 3.567 lulusan sarjana berada dalam kategori pengangguran sepanjang 2025. Angka itu setara dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) kelompok lulusan sarjana sebesar 2,77 persen dari total angkatan kerja lulusan sarjana di wilayah tersebut.

Indikator 2025 2024
Total angkatan kerja lulusan sarjana 128.865 -
Jumlah yang bekerja 125.298 -
Jumlah pengangguran sarjana 3.567 (2,77%) 8.555 (5,77%)

Data tersebut berasal dari hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilaksanakan BPS. Menurut Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Tangerang, Masayu Nourma Yunita Sari, penurunan jumlah pengangguran lulusan sarjana pada 2025 cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Pada 2025, pengangguran yang sarjana di Kabupaten Tangerang ada 3.567 dan yang sudah bekerja 125.298,"

Keterbatasan Data dan Implikasi Kebijakan

Meskipun angka agregat menunjukkan perbaikan, BPS Kabupaten Tangerang menyatakan tidak memiliki data rinci mengenai pengangguran sarjana berdasarkan fakultas atau program studi. Penjelasan BPS mempertegas bahwa cakupan Sakernas bersifat makro sehingga tidak sampai pada klasifikasi jurusan.

Keterbatasan ini berimplikasi pada upaya penyusunan kebijakan dan program pelatihan yang lebih tepat sasaran. Tanpa informasi distribusi pengangguran menurut bidang studi, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan penyelenggara pelatihan kesulitan mengidentifikasi kelompok lulusan yang paling rentan terhadap pengangguran serta menyusun intervensi yang sesuai.

  • Perbaikan data: diperlukan kerja sama antarlembaga untuk mengintegrasikan data administratif perguruan tinggi dan pasar kerja.
  • Penyelarasan kurikulum: perguruan tinggi perlu mengevaluasi keterkaitan capaian lulusan dengan kebutuhan industri lokal.
  • Program pelatihan: pemerintah daerah dapat memprioritaskan pelatihan vokasional dan magang berbasis industri untuk lulusan baru.

Gambaran Nasional dan Tren Jurusan

Walau BPS Kabupaten Tangerang tidak memerinci jurusan, publikasi eksternal memberikan gambaran mengenai beberapa bidang studi yang umum terdapat di antara penganggur berpendidikan minimal S1. Laporan Labor Market Brief Volume 7 Nomor 7 (Juli 2026) dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB Universitas Indonesia menunjukkan proporsi relatif tinggi untuk lulusan manajemen, hukum, ekonomi, pendidikan, dan akuntansi di antara penganggur S1 secara nasional.

Data lokal yang terbatas menempatkan tanggung jawab tambahan pada pemangku kepentingan di Tangerang untuk melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja industri, khususnya sektor manufaktur, jasa, dan teknologi yang menyerap banyak tenaga kerja profesional di daerah ini.

Catatan untuk Pembuat Kebijakan dan Perguruan Tinggi

Penurunan TPT sarjana menjadi 2,77 persen memberikan sinyal positif, namun tetap menuntut perbaikan data dan koordinasi. Pemerintah daerah, dinas ketenagakerjaan, serta perguruan tinggi di Tangerang perlu mempertimbangkan langkah-langkah berikut:

  • Memperkuat sistem informasi ketenagakerjaan lokal yang mampu mencatat lulusan menurut jurusan dan memantau penyerapan pasar kerja.
  • Mendorong program kemitraan industri-kampus untuk pelatihan berbasis kebutuhan nyata perusahaan di Tangerang.
  • Menyiapkan program inkubasi dan pendampingan kewirausahaan bagi lulusan yang belum terserap pasar kerja.

Perbaikan data dan sinergi antarlembaga akan menjadi kunci untuk menurunkan pengangguran lulusan sarjana secara berkelanjutan dan memastikan kontribusi tenaga kerja terdidik pada pembangunan ekonomi Kabupaten Tangerang.

Laporan ini berdasarkan data resmi BPS Kabupaten Tangerang dan publikasi LPEM FEB UI. Informasi di lapangan dan kebijakan lokal dapat memengaruhi dinamika penyerapan tenaga kerja.

Rizky Maulana
Rizky AI Koresponden Daerah - Banten online

Halo, saya Rizky, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

BTBanten

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Banten, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik