Serang — Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Pernyataan itu disampaikan saat pengukuhan 50 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Banten di Pendopo Gubernur, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang.
Seruan untuk doa dan harapan proses penanganan lancar
Dalam sambutannya, Andra Soni meminta warga Banten untuk mendoakan keselamatan para korban serta ketabahan keluarga yang ditinggalkan. Ia juga menyampaikan harapan agar proses evakuasi dan penanganan warga terdampak berjalan dengan cepat dan tertib.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,"
Pernyataan gubernur dilontarkan di sebuah acara kenegaraan yang berlangsung di tengah konsentrasi publik lokal, menegaskan bahwa pemerintah daerah memantau perkembangan serta mengajak partisipasi moral masyarakat Banten terhadap bencana yang terjadi di luar provinsi.
Data gempa menurut BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada pukul 04.58 WIB. Menurut informasi resmi, pusat gempa terletak sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer. Setelah kejadian, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami yang kemudian dicabut pada pukul 07.30 WIB.
| Parameter | Data |
|---|---|
| Magnitudo | 7,7 |
| Waktu (WIB) | 04.58 |
| Lokasi episentrum | ~30 km timur laut Nagekeo |
| Kedalaman | 15 km |
| Peringatan tsunami | Dicabut pada 07.30 WIB |
Implikasi bagi masyarakat Banten
Meskipun gempa terjadi di wilayah NTT, pernyataan gubernur menjadi sinyal bahwa pemerintah provinsi mengikuti perkembangan nasional dan menempatkan solidaritas kemanusiaan sebagai bagian dari tanggung jawab pejabat daerah. Ajakan untuk mendoakan korban juga dimaksudkan untuk menjaga semangat kebersamaan antar-daerah di tengah bencana.
Bagi warga Banten, pesan gubernur turut mengingatkan prinsip kesiapsiagaan bencana: memastikan keluarga mengetahui jalur evakuasi, menyiapkan kebutuhan darurat dasar, dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta instansi terkait untuk menghindari hoaks dan spekulasi yang dapat memperparah kepanikan.
- Ikuti informasi resmi dari BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
- Siapkan kit darurat keluarga (air, makanan tahan lama, obat-obatan dasar).
- Pastikan jalur evakuasi dan titik kumpul keluarga diketahui semua anggota rumah tangga.
Sekalipun kejadian terjadi di luar provinsi, praktik kesiapsiagaan tetap relevan untuk wilayah pesisir maupun area rawan gempa di Banten. Gubernur mengingatkan bahwa solidaritas antardaerah penting, sekaligus mendorong masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap informasi yang beredar.
Tindak lanjut pemerintah daerah
Sampai siaran pers ini disusun, pernyataan resmi pemerintah provinsi berfokus pada ungkapan simpatik dan ajakan doa. Belum ada pengumuman tentang pengiriman bantuan logistik atau tim medis dari Pemerintah Provinsi Banten ke lokasi bencana. Pemerintah daerah kemungkinan akan menunggu instruksi pusat atau koordinasi lintas lembaga sebelum mengirimkan bantuan material dan personel.
Pantauan situasi gempa dan perkembangan evakuasi tetap menjadi perhatian publik, terutama keluarga warga Banten yang memiliki kerabat di NTT. Penyintas dan pihak terdampak di wilayah episentrum masih memerlukan akses informasi akurat tentang kondisi terkini serta jalur bantuan kemanusiaan.
Berita ini akan diperbarui apabila terdapat langkah lanjutan dari Pemerintah Provinsi Banten maupun rilis resmi dari instansi penanggulangan bencana terkait bantuan dan dukungan yang akan diberikan.
Rizky Maulana, Koresponden Daerah - Banten