PADANG — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Barat menegaskan bahwa organisasi itu tidak ikut serta dan tidak menjadi bagian penyelenggara acara Sumbar Summit Teacher 2026 yang digelar di Padang pada 13–14 Agustus 2026. Pernyataan ini disampaikan menyikapi beredarnya materi promosi dan sertifikat acara yang mencantumkan logo serta identitas PWI tanpa persetujuan.
Somasi sebagai langkah resmi
Ketua PWI Sumbar, Widya Navies, melalui siaran pers menyampaikan bahwa pihaknya telah melayangkan somasi kepada penyelenggara acara. Menurut Widya, pencantuman logo dan merek PWI pada atribut kegiatan dilakukan tanpa persetujuan organisasi.
"Kami tidak ikut serta, tidak pula bagian dari penyelenggara. PWI Sumbar sudah menyampaikan somasi terkait terpajangnya logo dan merek PWI pada kegiatan tersebut,"
Widya Navies menjelaskan bahwa beberapa hari sebelum acara berlangsung, panitia memang datang ke kantor PWI Sumbar untuk menawarkan kerja sama. Namun, panitia tidak menyerahkan draf kerja sama, sementara logo dan identitas PWI sudah digunakan untuk keperluan promosi. PWI Sumbar menolak tawaran kerja sama tersebut, tetapi identitas organisasi tetap muncul pada materi promosi dan sertifikat kegiatan.
Potensi konsekuensi dan keprihatinan publik
Pencantuman nama dan simbol organisasi tanpa izin dianggap PWI Sumbar sebagai persoalan serius. Organisasi menyatakan bahwa penggunaan identitas resmi tanpa izin adalah tindakan ilegal dan menegaskan membuka peluang menempuh jalur hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum.
Pernyataan resmi itu ditujukan untuk meluruskan informasi di tengah publik, khususnya kepada guru, sekolah, dan instansi pendidikan di Sumatera Barat. PWI ingin memastikan bahwa keberadaan logo pada materi promosi tidak diinterpretasikan sebagai dukungan atau afiliasi resmi dari organisasi.
Dampak pada publik dan penyelenggara acara
Kasus penggunaan logo tanpa izin dapat menimbulkan beberapa konsekuensi praktis, antara lain:
- Kebingungan bagi peserta dan lembaga pendidikan mengenai legitimasi kegiatan;
- Risiko reputasi bagi PWI apabila materi acara tidak sesuai standar etika pers;
- Potensi tindakan hukum atau administratif jika terbukti pelanggaran terhadap hak merek atau pemalsuan identitas organisasi.
Dalam pernyataannya, Widya Navies juga menunjukkan temuan sertifikat yang mencantumkan nama-nama pejabat yang disebutkan sebagai mengetahui, namun tanpa tanda tangan pihak penyelenggara acara. Hal ini menambah keprihatinan PWI terhadap tata kelola administrasi acara.
Langkah-langkah yang sudah diambil
PWI Sumbar telah melakukan langkah awal dengan menyampaikan somasi kepada Founder Indonesia Inspiring Teacher/Promotor Sumbar Summit Teacher 2026, Herdinalsky. Organisasi mendesak penyelenggara untuk memberikan penjelasan resmi mengenai dasar pencantuman logo dan bertanggung jawab atas penggunaan identitas tanpa izin.
| Peristiwa | Keterangan |
|---|---|
| Kunjungan panitia ke kantor PWI Sumbar | Penawaran kerja sama tanpa draf kontrak; PWI menolak |
| Pencantuman logo PWI | Dipakai pada flyer, ruang tunggu Zoom, dan sertifikat acara |
| Tindakan PWI | Melayangkan somasi dan meminta klarifikasi resmi |
Pesan bagi penyelenggara kegiatan publik
Kasus ini mengingatkan pentingnya prosedur administratif dan penghormatan terhadap identitas organisasi. Penggunaan logo, nama, atau atribut institusi sebaiknya didahului izin tertulis dan kesepakatan kerja sama yang jelas. Bagi lembaga pendidikan dan guru yang menjadi target promosi, kehati-hatian perlu dijaga dalam menilai legitimasi kegiatan sebelum berpartisipasi.
PWI Sumbar menekankan bahwa klarifikasi terbuka perlu disampaikan agar publik tidak salah menilai dukungan resmi. Sampai saat ini, PWI menunggu penjelasan dari penyelenggara terkait dasar penggunaan logo dan atribut organisasi.
Kasus ini menjadi pengingat bagi penyelenggara acara di Sumatera Barat untuk menata administrasi dan komunikasi publik secara profesional. Ketika identitas lembaga digunakan tanpa izin, bukan hanya aspek legal yang dipertaruhkan, tetapi juga kepercayaan publik—sebuah modal sosial yang amat berharga di ranah publik seperti di ranah awak berita dan pendidikan.