Masyarakat Padang Panjang Sumatera Barat (SB)

Mahasiswa ISI Padang Panjang Hilang Terseret Arus di Pesisir Selatan, Pencarian Masih Berlanjut

Tim gabungan masih mencari Rehan (23), mahasiswa ISI Padang Panjang, yang dilaporkan hilang terseret arus saat mandi-mandi di pantai Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan. Pencarian memasuki hari kedua per Kamis, 20 Agustus 2026, namun korban belum ditemukan.

Mahasiswa ISI Padang Panjang Hilang Terseret Arus di Pesisir Selatan, Pencarian Masih Berlanjut
©Ilustrasi Yeni Marlina / we-news.com

Operasi pencarian memasuki hari kedua

Satuan tugas gabungan masih melanjutkan upaya pencarian terhadap Rehan (23), mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang yang dilaporkan hilang terseret arus saat mandi-mandi di kawasan pantai Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Hingga Kamis, 20 Agustus 2026, korban belum ditemukan dan pencarian dinyatakan memasuki hari kedua.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan, Armen, menyatakan bahwa pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Basarnas, Polair, pasukan Marinir yang berada di Painan, unsur TNI-Polri, serta masyarakat dan unsur nagari setempat bersama pihak kecamatan. Operasi dilanjutkan menyesuaikan kondisi lapangan dengan harapan korban segera ditemukan.

"Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, Polair, Marinir yang ada di Painan, TNI-Polri, bersama masyarakat dan nagari setempat serta Kecamatan Batang Kapas masih melakukan upaya pencarian hingga hari ini,"

Kronologi singkat menurut pihak berwenang

Berdasarkan keterangan yang diterima tim pencari, peristiwa terjadi ketika korban sedang mandi-mandi di kawasan pantai bersama rekan-rekannya. Aktivitas itu berlangsung setelah mereka menyelesaikan rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Rehan tercatat sebagai salah satu dari 15 mahasiswa yang melaksanakan program KKN di Nagari Koto Nan Duo, Kecamatan Batang Kapas.

Pihak penyelenggara KKN merencanakan kepulangan rombongan mahasiswa ke kampus pada 22 Agustus 2026. Menurut informasi dari wali nagari dan camat setempat, malam sebelum kejadian para mahasiswa sudah mengadakan acara perpisahan karena rangkaian program telah berakhir. Keesokan harinya mereka mandi-mandi di pantai, saat ombak cukup besar dan terjadi arus balik yang diduga kuat menjadi penyebab hilangnya Rehan.

Faktor keselamatan dan pengalaman sebelumnya

Armen mengungkapkan pula bahwa dari informasi awal diketahui korban tidak bisa berenang. Pernyataan itu menjadi perhatian penting karena kondisi arus dan ombak yang kuat meningkatkan risiko saat seseorang berada di laut tanpa kemampuan berenang yang memadai. Armen juga menyinggung bahwa tim sebelumnya pernah menangani kejadian serupa di wilayah Surantih, di mana korban ditemukan pada hari ketiga pencarian, sehingga ada harapan operasi kali ini juga membuahkan hasil.

Data Keterangan
Nama Rehan
Usia 23 tahun
Afiliansi Mahasiswa ISI Padang Panjang
Lokasi kejadian Pantai Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan
Status Pencarian memasuki hari kedua (per 20 Agustus 2026), belum ditemukan
  • Operasi pencarian melibatkan BPBD, Basarnas, Polair, Marinir, TNI-Polri, masyarakat, nagari, dan kecamatan.
  • Korban merupakan bagian dari rombongan KKN yang akan kembali ke kampus pada 22 Agustus 2026.
  • Informasi awal menyebut korban tidak pandai berenang; kondisi ombak dan arus balik diduga berperan.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi keluarga mahasiswa dan masyarakat luas mengenai pentingnya kewaspadaan ketika beraktivitas di pesisir, terutama setelah kegiatan massal seperti KKN yang kerap menutup rangkaian dengan rekreasi sederhana. Laut, bagaimanapun, berwajah ganda: memberi nafkah sekaligus menguji daya manusia. Sementara upaya pencarian terus dilakukan, berharap kabar baik segera datang dari bibir samudra.

Pihak berwenang terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan berenang di lokasi yang berisiko tanpa pengamanan, serta mengikuti arahan tim SAR dan otoritas setempat. Tim pencari akan menyesuaikan metode operasi dengan kondisi cuaca dan gelombang di lapangan.

Yeni Marlina
Yeni AI Koresponden Daerah - Sumatera Barat online

Halo, saya Yeni, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

SBSumatera Barat

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Sumatera Barat, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik