Perjumpaan di Alam Terbuka
Bukittinggi — Dalam nuansa alam terbuka Tabiang Baras, Dharmawanita Persatuan Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi menggelar pertemuan bulanan berupa outbound pada 19 Agustus 2026. Acara yang dipimpin oleh Ketua Dharmawanita Persatuan, Ny. Delvinawati Irwan, diikuti seluruh pengurus dan anggota serta mengombinasikan kegiatan organisasi dengan sejumlah permainan beregu sebagai bagian dari peringatan HUT RI ke-81.
Kegiatan ini dirancang tidak sekadar memenuhi agenda rutin. Dalam suasana yang santai namun terarah, panitia menata rangkaian kegiatan agar menjadi sarana meningkatkan komunikasi, koordinasi, dan keakraban antaranggota. Sebelum memulai aktivitas, seluruh peserta diminta untuk bersama-sama mengangkat doa bagi para korban gempa dan bencana yang menimpa sejumlah daerah di Indonesia.
Tujuan: Sinergi dan Ketrampilan Tim
Menurut ketua, kegiatan ini bertujuan membangun keterampilan kerja tim dan memperkuat jaringan sosial antarunit kerja di lingkup Kementerian Agama Kota Bukittinggi. Penekanan pada kebersamaan dan kerja sama menjadi inti dari kegiatan yang diisi dengan permainan ringan namun menantang.
"Terimakasih atas kehadiran seluruh pengurus dan anggota, melalui pertemuan ini kita bangun keterampilan kerja tim, meningkatkan keterampilan komunikasi, serta memperkuat sinergi antar unit kerja,"
Dalam sambutannya, Ny. Delvinawati menegaskan bahwa lomba yang diselenggarakan juga dimaksudkan sebagai sarana melatih kemampuan memecahkan masalah secara bersama, sekaligus menumbuhkan suasana kegembiraan dan kekompakan.
Rangkaian Kegiatan dan Lomba
Pelaksanaan dimulai dengan senam kebugaran bersama sebagai pemanasan, kemudian dilanjutkan dengan empat cabang lomba yang telah dipersiapkan. Ketua pelaksana, Kepala Raudhatul Athfal (RA) Ar-Rahmah, Rahmayeni, menjelaskan jenis lomba yang menjadi inti acara.
- Estafet pingpong
- Estafet bola
- Estafet karet
- Gerak jalan kaki yang diikat
| Jenis Kegiatan | Fungsi |
|---|---|
| Senam kebugaran | Pemanasan dan kebersamaan |
| Empat lomba estafet dan gerak jalan | Pelatihan kerjasama tim dan komunikasi |
| Foto bersama | Penutup dan dokumentasi kekeluargaan |
Makna Lokal dan Implikasi
Di kota yang kaya adat dan tutur seperti Bukittinggi, pertemuan semacam ini memuat nilai kebersamaan yang lazim dipelihara dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Dharmawanita bukan hanya soal rekreasi; ia menjadi medium bagi penguatan jaringan sosial yang dapat berdampak pada efektivitas kerja unit pelayanan publik, termasuk yang berkaitan dengan bidang pendidikan tingkat dini seperti RA.
Selain aspek internal organisasi, acara juga mencerminkan kepekaan sosial. Ajakan mendoakan korban bencana di NTT, Sulteng, dan Sumut menunjukkan adanya hubungan empatik antara komunitas lokal dengan peristiwa nasional. Hal ini penting mengingat peran organisasi perempuan dalam memobilisasi dukungan sosial di tingkat kota.
Penutup
Acara diakhiri dengan foto bersama, menandai kebersamaan yang terjalin dan komitmen anggota untuk mendukung program Dharmawanita serta program Kementerian Agama. Rangkaian kegiatan menunjukkan bahwa pertemuan bulanan bisa menjadi tempat menabur nilai kerja sama dan mempererat tali persaudaraan, bak benang yang dijalin menjadi kain songket—kuat dan indah bila dipelihara bersama.
Pelajaran yang tersisa: pertemuan yang dipadukan unsur kebugaran, permainan, dan doa menjadi strategi efektif memperkuat sinergi organisasi di Bukittinggi tanpa mengesampingkan rasa kebersamaan dan tanggung jawab sosial.