Upacara khidmat di Balai Kota
Payakumbuh menggelar upacara bendera memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia di halaman Balai Kota, Senin pagi, yang berlangsung dengan khidmat dan teratur. Acara dipimpin Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, sebagai inspektur upacara, dan dihadiri oleh unsur pemerintahan serta masyarakat setempat.
Siapa saja yang hadir
Rangkaian upacara diikuti oleh berbagai unsur pemerintahan dan elemen masyarakat. Hadir dalam kesempatan itu antara lain Wakil Wali Kota, Forkopimda, Sekretaris Daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah, pejabat vertikal, badan usaha milik negara dan daerah, serta tokoh masyarakat setempat.
- PNS/Korpri, camat dan lurah se-Kota Payakumbuh
- Perwakilan BUMN, BUMD, dan perbankan
- Tokoh adat termasuk niniak mamak dan bundo kanduang
- Organisasi kemasyarakatan, organisasi wanita, partai politik, LSM, dan orang tua Paskibraka
Pengibaran bendera dan Paskibraka
Upacara pengibaran Sang Merah Putih dilaksanakan oleh kontingen Paskibraka Kota Payakumbuh tahun 2026. Tiga siswa dari sekolah menengah atas dipercaya mengemban tugas tersebut, menandai peran generasi muda dalam simbol kebangsaan.
| Nama | Asal Sekolah | Peran |
|---|---|---|
| Kenzie Calrissa Tiffany | SMAN 1 Payakumbuh | Pembawa bendera |
| Muhammad Ghalib Rizqullah | SMAN 2 Payakumbuh | Penggerek |
| Tirza Nizam Kenzie | SMAN 1 Payakumbuh | Pembentang |
Sambutan: kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata
Dalam amanatnya usai upacara, Wali Kota menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan jangan berhenti pada ritus semata, melainkan mesti diterjemahkan ke dalam langkah nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat. Ia mengajak seluruh lapisan untuk memperkuat persatuan serta mempercepat proses pembangunan demi kesejahteraan warga Payakumbuh.
“Mari kita isi kemerdekaan dengan memperkuat persatuan, mempercepat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan bersama-sama mewujudkan Payakumbuh yang lebih maju, adil, dan sejahtera. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Merdeka!”
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa momentum peringatan nasional juga merupakan panggilan untuk kerja kolektif antara pemerintah dan warga.
Penghargaan dan apresiasi
Selain prosesi upacara, puncak peringatan di Payakumbuh juga digunakan untuk memberikan penghargaan. Sejumlah aparatur sipil negara menerima Satyalancana Karya Satya atas pengabdian selama 10, 20, dan 30 tahun. Penghargaan lain diberikan kepada Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang yang meraih juara pertama dalam Evaluasi Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi tingkat provinsi Sumatera Barat.
Makna lokal dan tantangan ke depan
Bagi warga Payakumbuh, peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan cermin tanggung jawab kolektif. Di tengah upaya meningkatkan pelayanan publik, menggerakkan ekonomi lokal, dan memperkuat kebersamaan sosial, pesan Wali Kota menuntut sinergi nyata antarelemen. Kehadiran pejabat daerah, tokoh adat, dan perwakilan lembaga menunjukkan upaya menjaga harmoni antara normatif kenegaraan dan kearifan lokal Minang.
Semangat peringatan HUT ke-81 di Payakumbuh, yang sederhana namun sarat makna, menjadi pengantar bagi seluruh elemen kota untuk menjadikan hari kemerdekaan sebagai titik tolak kerja bersama. Seperti pepatah Minang yang mengingatkan pentingnya duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi, momentum ini mengajak memperkokoh persatuan demi masa depan daerah yang lebih sejahtera.
Laporan ini disusun dari rangkaian prosesi dan keterangan yang disampaikan pada peringatan HUT ke-81 RI di Payakumbuh.