Pembinaan Kerohanian Sebagai Bagian Hak dan Pemulihan
Lapur Kelas IIB Tual melaksanakan kegiatan pembinaan kerohanian bagi warga binaan beragama Katolik pada Selasa, 18 Agustus 2026, di lingkungan Lapas Langgur. Kegiatan ini terselenggara melalui sinergi antara pihak Lapas dan Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tenggara (Kemenag Malra) dengan tujuan menguatkan aspek mental dan spiritual narapidana selama menjalani masa pidana.
Arah Pembinaan dan Pesan Pengelola Lapas
Dalam arahannya, Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan (Kasi Binadik) Lapas Tual, Iswan Ternate, menekankan pentingnya keseimbangan antara pembinaan fisik dan spiritual. Ia menyatakan bahwa waktu di dalam lapas tidak hanya untuk menjalani hukuman, tetapi juga kesempatan untuk pemulihan diri dan pembentukan karakter.
"Kami ingin memastikan bahwa waktu yang dihabiskan warga binaan di dalam Lapas bukan sekadar menjalani hukuman, melainkan masa untuk memulihkan diri. Pembinaan rohani ini adalah pondasi utama agar mereka memiliki kekuatan mental untuk berubah dan tidak mengulangi kekeliruan yang sama,"
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pengelola Lapas Tual dalam menyediakan layanan yang memperhatikan hak-hak spiritual warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan kepribadian.
Peran Penyuluh Agama dan Fokus Materi
Tim Penyuluh Agama Katolik dari Kemenag Malra memberikan materi yang menitikberatkan pada pertobatan dan harapan baru. Dalam pendekatan yang bersifat humanis, penyuluh mengajak warga binaan melakukan refleksi pribadi serta memandang masa pemidanaan sebagai ruang untuk membangun kembali masa depan yang lebih baik.
"Tuhan tidak pernah melihat seberapa jauh kita terjatuh, melainkan seberapa tulus kita ingin bangkit dan berbalik kepada-Nya. Tempat ini (Lapas) bisa menjadi ruang retret pribadi bagi bapak-ibu sekalian untuk merajut kembali masa depan yang penuh harapan,"
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Patriks Kia, anggota Tim Penyuluh Agama Katolik Kemenag Malra, yang memimpin sesi penguatan iman bagi warga binaan Katolik.
Pelaksanaan dan Harapan Keberlanjutan
Kegiatan berlangsung khidmat dan tertib di lingkungan Lapas. Pengelola berharap kolaborasi antara Lapas Tual dan Kemenag Malra dapat berjalan secara berkesinambungan, sehingga pembinaan rohani menjadi bagian integral dari upaya pembentukan karakter dan persiapan reintegrasi warga binaan ke masyarakat.
- Pelaksana: Lapas Kelas IIB Tual bekerja sama dengan Kemenag Maluku Tenggara.
- Peserta: Warga binaan beragama Katolik di Lapas Tual.
- Fokus materi: Penguatan iman, pertobatan, dan membangun harapan untuk perubahan.
Bagi keluarga narapidana dan masyarakat luas, aktivitas semacam ini berkaitan langsung dengan proses reintegrasi sosial dan upaya menurunkan risiko residivisme. Pembinaan rohani dianggap oleh pengelola sebagai salah satu unsur penting dalam proses pembentukan sikap tanggung jawab dan kesadaran moral warga binaan.
Implikasi Lokal
Di tingkat lokal, pelibatan lembaga keagamaan dalam pembinaan lapas memperlihatkan model kerja sama antara instansi pemasyarakatan dan penyuluh keagamaan yang dapat ditiru oleh pemangku kepentingan lain. Pendekatan yang humanis bertumpu pada hak asasi warga binaan dan memberi ruang bagi proses introspeksi yang konstruktif.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Lokasi | Lingkungan Lapas Kelas IIB Tual, Langgur |
| Pelaksana | Lapas Tual dan Tim Penyuluh Agama Katolik Kemenag Malra |
| Tanggal | 18 Agustus 2026 |
Pengelola Lapas dan penyuluh berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi aksi sekali jalan, melainkan bagian dari rangkaian pembinaan yang berkelanjutan untuk mempersiapkan warga binaan kembali ke tengah masyarakat dengan bekal spiritual dan mental yang lebih kuat.