Program difokuskan untuk warga pulau-pulau
Pemerintah Kota Tual, melalui Dinas Ketahanan Pangan, kembali menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026, difokuskan bagi warga tiga kecamatan di kawasan pulau-pulau, yaitu Tayando Tam, Pulau Kur, dan Kur Selatan.
Pelaksanaan dan verifikasi penerima
Kepala Bidang Distribusi, Analisa Harga dan Kelembagaan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Tual, Ibnu Salim Oat, menjelaskan pelaksanaan untuk ketiga kecamatan tersebut dipusatkan di kantor Kelurahan Masrum, Kecamatan Pulau Dullah Selatan. Menurut Oat, penentuan lokasi pusat penjualan didasari keterbatasan anggaran sehingga belum memungkinkan untuk menjangkau langsung setiap wilayah tujuan.
“Walaupun pelaksanaannya di Kecamatan Pulau Dullah Selatan, namun penerima manfaat tetap dikhususkan kepada warga Tayando Tam, Pulau Kur dan Kur Selatan,”
Untuk memastikan manfaat tepat sasaran, setiap warga yang akan membeli diwajibkan menunjukkan KTP sebagai bukti domisili di salah satu dari tiga kecamatan sasaran.
Komoditas dan harga yang ditawarkan
Selain harga yang disubsidi atau ditetapkan lebih rendah, pelaksanaan gerakan ini juga disertai layanan kesehatan. Berdasarkan data yang disampaikan, beberapa komoditas yang dijual pada kegiatan tersebut adalah sebagai berikut.
- Beras premium: Rp75.000 per 5 kg
- Beras SPHP: Rp61.000 per 5 kg
- Bawang merah dan bawang putih: Rp38.000 per kg
- Tepung terigu (merk "Kompas"): Rp10.000 per kg
- Minyak goreng (merk "Kita"): Rp30.000 per kemasan 2 liter
- Gula pasir: Rp17.000 per (satuan tidak disebutkan)
| Komoditas | Harga |
|---|---|
| Beras premium (5 kg) | Rp75.000 |
| Beras SPHP (5 kg) | Rp61.000 |
| Minyak goreng (2 liter) | Rp30.000 |
Layanan kesehatan menyertai penjualan
Pelaksanaan program tersebut juga dirangkai dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang melibatkan Puskesmas Tual. Namun, layanan kesehatan tersebut hanya diberikan kepada warga yang dapat membuktikan domisilinya di tiga kecamatan sasaran dengan menunjukan KTP kepada petugas penyelenggara.
Catatan pelaksanaan dan konteks anggaran
Ibnu Salim Oat menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran menempatkan lokasi kegiatan di satu titik yang dinilai strategis untuk menjangkau penerima dari tiga kecamatan pulau. Langkah ini dimaksudkan untuk tetap memberikan bantuan harga kepada kelompok sasaran meskipun mekanisme distribusi belum tersebar luas ke masing-masing kepulauan.
Program seperti Gerakan Pangan Murah menjadi instrumen langsung pemerintah daerah dalam menstabilkan harga pangan dan membantu kebutuhan rumah tangga di daerah kepulauan yang kerap menghadapi biaya logistik lebih tinggi. Penentuan peserta melalui verifikasi administrasi diharapkan meminimalkan penyimpangan distribusi.
Pemerintah daerah dan Dinas Ketahanan Pangan diharapkan terus memantau efektivitas program ini, termasuk cakupan penerima, keberlanjutan pasokan komoditas, serta koordinasi dengan fasilitas kesehatan setempat untuk layanan tambahan seperti CKG.