Bank Rakyat Indonesia (BRI) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara menggerakkan kegiatan Semarak Merah Putih sebagai platform untuk mendorong aktivitas ekonomi lokal dan pemberdayaan desa. Kegiatan tersebut menghadirkan bazar UMKM yang memberi ruang bagi pelaku usaha binaan BRI untuk memperkenalkan produk dan meningkatkan penjualan di tengah tingginya kunjungan masyarakat.
Dampak langsung bagi pelaku UMKM
Salah satu pelaku yang merasakan manfaat langsung adalah Yusnita, pemilik usaha Ikan Kering Sondo-Sondo. Menurutnya, kehadiran bazar dan lonjakan pengunjung selama rangkaian kegiatan memberi dorongan signifikan terhadap penjualan. “Adanya Semarak Merah Putih ini sangat membantu menambah omzet para pelaku UMKM di Maluku Utara, khususnya Sofifi,” kata Yusnita.
Peristiwa ini menegaskan peran kegiatan publik berskala lokal dalam membuka akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang umumnya menghadapi keterbatasan modal dan jaringan pemasaran.
Strategi BRI: dari bazar hingga pemberdayaan desa
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa momentum kemerdekaan dimanfaatkan untuk menggalang persatuan dan gotong royong sekaligus menggerakkan ekonomi. Dalam pernyataannya, Dhanny mengajak masyarakat untuk menjadikan semangat kemerdekaan sebagai energi untuk saling menguatkan dan berkontribusi bagi Indonesia.
“Melalui Semarak Merah Putih Kemerdekaan, kami mengajak masyarakat untuk bergotong royong dan menjadikan semangat kemerdekaan sebagai energi untuk terus bersatu, saling menguatkan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia,”
Dhanny juga menuturkan bahwa BRI tidak hanya berfokus pada kegiatan sementara, tetapi terus memperluas pemberdayaan hingga ke tingkat desa melalui ekosistem Danantara Indonesia.
Skala program desa BRI
Sampai dengan Juni 2026, BRI mencatat telah menjangkau dan memberdayakan 5.703 Desa BRILiaN. Program ini menitikberatkan pada beberapa aspek penting yang mendukung pengembangan ekonomi desa secara berkelanjutan.
- Penguatan kelembagaan desa
- Inovasi usaha dan produk lokal
- Digitalisasi transaksi dan pemasaran
- Pengembangan ekonomi desa secara berkelanjutan
| Aspek Program | Keterangan |
|---|---|
| Jangkauan Desa (Juni 2026) | 5.703 Desa BRILiaN |
| Fokus | Penguatan kelembagaan, inovasi, digitalisasi, pengembangan ekonomi desa |
Manfaat bagi ekonomi lokal Sofifi dan sekitarnya
Bazar UMKM yang digelar dalam rangka Semarak Merah Putih menjadi ajang bertemu antara penjual dan konsumen, sekaligus sarana promosi bagi usaha mikro yang selama ini terbatas aksesnya. Lonjakan pengunjung selama acara memperbesar peluang transaksi sekaligus memperluas jaringan pemasaran bagi tenant-tenant UMKM binaan.
Bagi pelaku seperti Yusnita, peluang tersebut langsung terwujud dalam peningkatan omzet. Secara lebih luas, kegiatan seperti ini berpotensi mendorong perputaran ekonomi lokal melalui multiplier effect: pendapatan UMKM meningkat, konsumsi lokal bertambah, dan permintaan terhadap pasokan bahan baku meningkat sehingga memberi dampak pada mata rantai ekonomi setempat.
Tantangan dan langkah ke depan
Meski manfaat nyata terlihat pada skala kegiatan, keberlanjutan dampak membutuhkan langkah terstruktur. Digitalisasi pasar dan akses ke pembiayaan yang memadai menjadi elemen penting agar pelaku UMKM tidak hanya mendapat lonjakan penjualan sesaat, tetapi mampu tumbuh secara berkelanjutan.
BRI, melalui program Desa BRILiaN, sudah menempatkan digitalisasi dan penguatan kelembagaan sebagai bagian dari intervensi. Namun, efektivitas program tersebut di tingkat lokal akan bergantung pada koordinasi dengan pemerintah daerah, pelatihan keterampilan usaha, serta akses rantai pasok dan pasar yang lebih luas.
Kesimpulan
Kegiatan Semarak Merah Putih yang didukung BRI dan Pemprov Maluku Utara menunjukkan bahwa acara perayaan kemerdekaan dapat dimanfaatkan sebagai momentum pemulihan dan penguatan ekonomi lokal. Dengan kombinasi acara promosi seperti bazar dan program pemberdayaan desa yang sudah menjangkau 5.703 desa, upaya kolaboratif ini berpotensi memberi dampak jangka panjang apabila diikuti peningkatan akses pembiayaan, digitalisasi, dan penguatan kelembagaan di tingkat desa.