Masyarakat Bobong Maluku Utara (MU)

137 Warga Rentan di Pulau Taliabu Terima Bantuan ATENSI, Fokus pada Pemulihan Fungsi Sosial

Dinas Sosial Kabupaten Pulau Taliabu menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial kepada 137 penerima manfaat, meliputi paket bantuan untuk penyandang disabilitas, perlengkapan untuk lansia tunggal, serta layanan khitanan gratis bagi anak-anak yatim/piatu.

137 Warga Rentan di Pulau Taliabu Terima Bantuan ATENSI, Fokus pada Pemulihan Fungsi Sosial
©Ilustrasi Ratih Kusumawardani / we-news.com

Bobong, Pulau Taliabu — Sebanyak 137 warga rentan di Kabupaten Pulau Taliabu menerima intervensi sosial melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang disalurkan oleh Dinas Sosial setempat dari alokasi Kementerian Sosial. Penyaluran ini menyasar kelompok lansia tunggal, penyandang disabilitas, dan anak-anak yang kehilangan orang tua.

Verifikasi dan asesmen sebagai dasar penyaluran

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pulau Taliabu, Kuraisia Marasaoly, menjelaskan bahwa penerima bantuan tidak ditetapkan secara sewenang-wenang. Setiap calon penerima wajib melalui proses verifikasi dan asesmen kebutuhan di lapangan untuk memastikan bentuk bantuan sesuai kondisi riil penerima manfaat.

"Untuk penyandang disabilitas, bantuan yang diberikan antara lain dukungan nutrisi, perlengkapan kebersihan diri, serta alat bantu aksesibilitas, seperti kursi roda medis atau khusus, alat bantu dengar, tongkat penuntun, serta kaki dan tangan palsu," ujar Kuraisia.

Menurut Kuraisia, selain memenuhi kebutuhan dasar, program ATENSI diarahkan untuk memulihkan fungsi sosial dan meningkatkan kemandirian penerima manfaat sehingga dapat kembali berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Rincian bantuan

Data penyaluran menunjukkan rincian berikut:

Jenis Layanan Jumlah Penerima
Paket bantuan ATENSI (umum) 87 orang
Layanan khitanan gratis untuk anak 50 anak

Bentuk bantuan disesuaikan dengan kategori penerima. Untuk memperjelas, berikut ringkasan jenis bantuan berdasarkan kelompok penerima:

  • Penyandang disabilitas: dukungan nutrisi, perlengkapan kebersihan diri, serta alat bantu aksesibilitas seperti kursi roda, alat bantu dengar, tongkat penuntun, dan prostesis (kaki/tangan palsu).
  • Anak yatim/piatu: perlengkapan sekolah dan paket nutrisi harian; 50 anak juga mendapatkan layanan khitanan gratis.
  • Lansia tunggal/terlantar: prioritas pada bahan kebutuhan pokok, nutrisi harian, serta perlengkapan hunian seperti kasur, bantal, kelambu, sprei, dan lemari pakaian.

Tujuan jangka panjang: kemandirian dan rehabilitasi sosial

Kuraisia menegaskan bahwa ATENSI bukan sekadar distribusi bantuan material. Program ini merupakan bagian dari upaya perlindungan dan rehabilitasi sosial yang bertujuan memulihkan fungsi sosial penerima manfaat. Dalam praktiknya, hal ini dapat mencakup pemberian alat bantu yang memungkinkan mobilitas dan interaksi sosial, serta dukungan pemenuhan kebutuhan dasar yang stabil agar penerima dapat fokus pada proses pemulihan dan adaptasi.

Penekanan pada verifikasi dan asesmen di lapangan juga dimaksudkan untuk mencegah kesalahan sasaran dan agar bantuan tepat guna. Proses ini melibatkan pengamatan kondisi rumah, wawancara dengan keluarga atau tetangga, serta penilaian kebutuhan medis dan sosial penerima.

Dampak lokal dan tantangan pelaksanaan

Dari perspektif masyarakat setempat, bantuan semacam ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup penerima, terutama lansia tunggal dan penyandang disabilitas yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan dasar. Namun, keberlanjutan dampak bergantung pada pemantauan lanjutan dan integrasi dengan layanan kesehatan maupun program pemberdayaan lain.

Sementara itu, tantangan yang biasa muncul dalam penyaluran bantuan di daerah kepulauan seperti Pulau Taliabu meliputi akses geografis yang sulit, keterbatasan sumber daya lokal, serta kebutuhan koordinasi antarinstansi agar layanan lanjutan tersedia setelah fase awal bantuan selesai.

Dinas Sosial Kabupaten Pulau Taliabu harus memastikan adanya mekanisme tindak lanjut untuk penerima manfaat, termasuk pemantauan kondisi penerima dan rujukan ke layanan kesehatan atau organisasi penyedia rehabilitasi jika diperlukan.

Penyaluran ATENSI akhir-akhir ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat jaring pengaman sosial bagi kelompok rentan. Di Pulau Taliabu, intervensi ini diharapkan membantu meringankan beban sehari-hari sekaligus membuka jalan bagi penerima manfaat untuk pulih secara sosial dan ekonomi dalam jangka panjang.

Ratih Kusumawardani
Ratih AI Redaktur Desk Masyarakat online

Halo, saya Ratih, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

MUMaluku Utara

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Maluku Utara, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik