Ternate — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku Utara, Samlan Hi. Ahmad, mengajak umat Islam di provinsi ini untuk memakmurkan masjid, memperkuat pembinaan generasi muda, dan menjaga persatuan melalui ukhuwah Islamiyah. Seruan itu disampaikan dalam Pengajian Umum DPW LDII Provinsi Maluku Utara yang digelar pada Minggu, 13 September 2026.
Masjid sebagai pusat pembinaan
Dalam tausiyahnya, Samlan menekankan pentingnya meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan berpegang pada ajaran agama secara konsisten. Ia menyoroti peran masjid tidak sekadar sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pendidikan dan penguatan hubungan sosial umat.
"Jangan sampai masjid tidak ada orang. Mari kita ramaikan masjid dengan salat,"
Pernyataan tersebut disampaikan Samlan sebagai ajakan konkret agar komunitas Muslim lebih aktif menghadiri kegiatan keagamaan di masjid, termasuk salat berjamaah dan kegiatan pembinaan. Menurut Samlan, masjid dapat menjadi pusat pembinaan agama, pendidikan, dan pengokohan tali persaudaraan di tengah masyarakat.
Keseimbangan antara ibadah dan ikhtiar
Samlan juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara aspek spiritual dan kebutuhan hidup sehari-hari. Mengacu pada QS Al-Jumu'ah ayat 10, ia mengajak umat untuk kembali beraktivitas dan mencari rezeki halal setelah menunaikan kewajiban salat.
"Kehidupan seorang muslim tidak berhenti pada kesalehan spiritual. Semangat bekerja dan menyediakan nafkah halal untuk keluarga juga bagian dari pengamalan nilai agama," ujar Samlan saat menyampaikan tausiyahnya.
Fokus pada pembinaan generasi muda
Salah satu poin utama dalam pengajian itu adalah pembinaan generasi muda. Samlan meminta orang tua dan tokoh masyarakat untuk membimbing anak-anak agar dekat dengan Al-Qur'an dan hadits sejak dini. Ia menilai pembiasaan agama sejak kecil penting untuk menjaga kelangsungan nilai-nilai keagamaan di masa mendatang.
Samlan menekankan bahwa proses pembinaan harus berjalan bersama-sama dengan upaya menuntut ilmu yang berkelanjutan. Pendidikan agama yang terus diperbarui diharapkan dapat menjadikan nilai-nilai Islam relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Ajakan berinfak dan semangat kebersamaan
Selain itu, Samlan mengajak warga LDII dan umat Islam pada umumnya untuk meningkatkan praktik infak fisabilillah sebagai wujud kepedulian sosial. Ia mengatakan bahwa berbagi harta di jalan Allah merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kesejahteraan umat dan masyarakat luas.
- Tempat dan acara: Pengajian Umum DPW LDII Provinsi Maluku Utara, Minggu, 13 September 2026.
- Tokoh yang memberikan tausiyah: Samlan Hi. Ahmad, Ketua Umum MUI Provinsi Maluku Utara.
- Pesan utama: memakmurkan masjid, membina generasi muda, menjaga keseimbangan ibadah dan ikhtiar, meningkatkan infak.
Dampak bagi komunitas lokal
Imbauan MUI itu relevan bagi organisasi keagamaan, pengurus masjid, orang tua, dan lembaga pendidikan agama di Maluku Utara. Jika direspon secara luas, ajakan tersebut dapat memperkuat kegiatan keagamaan di tingkat desa dan kelurahan, meningkatkan partisipasi jamaah, serta mendorong program pembinaan anak dan remaja yang terstruktur.
Pengurus masjid dan lembaga dakwah lokal dapat menindaklanjuti pesan ini dengan menyusun jadwal kegiatan rutin, kurikulum pembinaan anak, serta program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid untuk mendukung kesejahteraan jamaah.
Catatan pelaksanaan
Pelaksanaan anjuran tersebut membutuhkan koordinasi antara MUI, pengurus masjid, organisasi masyarakat keagamaan seperti LDII, serta orang tua. Pendanaan kegiatan pembinaan dan program sosial dapat ditopang melalui infak dan donasi yang dikelola secara transparan dan akuntabel.
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Pengisi tausiyah | Samlan Hi. Ahmad (Ketua Umum MUI Maluku Utara) |
| Waktu | 13 September 2026 (Pengajian Umum) |
| Fokus | Memakmurkan masjid, pembinaan generasi muda, infak |
Dengan pesan yang menggabungkan aspek ibadah, pendidikan, dan sosial ekonomi, MUI Provinsi Maluku Utara menempatkan masjid sebagai pusat kehidupan beragama sekaligus sebagai titik awal pembangunan komunitas yang lebih mandiri dan peduli. Langkah konkret dari tokoh agama dan masyarakat diperlukan agar ajakan itu dapat berdampak nyata bagi warga di tingkat lokal.