Pembersihan kolaboratif di kawasan aliran
Ternate — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate bersama Pemerintah Kelurahan Sasa, masyarakat setempat, dan Komunitas Anak Muda Sadar Sampah (ANKAM) melaksanakan kerja bakti membersihkan kawasan Kali Mati di Kelurahan Sasa pada Minggu, 20 September 2026. Kegiatan ini menekankan upaya kolaboratif antara pemerintah dan warga untuk menjaga aliran air tetap bersih dan mengurangi risiko banjir.
Tujuan dan kegiatan lapangan
Dalam kegiatan gotong royong tersebut, para peserta melakukan pembersihan sepanjang aliran Kali Mati dengan mengambil dan memilah sampah yang ditemukan. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah untuk ditangani dan dikelola lebih lanjut sesuai jenisnya. Fokus utama kerja bakti adalah membersihkan barangka atau saluran air agar tidak tersumbat oleh sampah sehingga aliran air tetap lancar pada musim hujan.
"Menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui aksi kolaboratif bersama Kelurahan Sasa dan ANKAM ini, kami berharap kesadaran kolektif masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di daerah aliran sungai atau Kali Mati, semakin meningkat,"
Demikian pernyataan Plt Kepala DLH Kota Ternate, Musli Muhammad, terkait kegiatan tersebut.
Partisipasi lintas elemen
Kegiatan ini memperlihatkan sinergi antara berbagai pemangku kepentingan di tingkat kota dan kelurahan serta peran aktif komunitas pemuda. Kolaborasi seperti ini menjadi sarana edukasi langsung kepada warga mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya untuk mencegah akumulasi di badan air.
- Pembersihan fisik sepanjang aliran Kali Mati;
- Pengumpulan dan pemilahan sampah berdasarkan jenis;
- Peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran air.
Dampak lingkungan dan upaya berkelanjutan
Pembersihan kali dan saluran air tidak hanya bersifat kuratif—menghilangkan hambatan yang sudah terjadi—tetapi juga bersifat preventif dalam mengurangi potensi banjir akibat penyumbatan. Meski aksi sekali atau berkala membantu memperlancar aliran, keberlanjutan hasilnya sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah sehari-hari.
Menurut DLH, upaya menjaga kebersihan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Hal ini menempatkan pentingnya pendidikan lingkungan dan pembentukan kebiasaan memilah sampah di tingkat rumah tangga agar sampah yang masuk ke saluran air dapat diminimalkan.
Peran komunitas dan kelurahan
Partisipasi Komunitas Anak Muda Sadar Sampah (ANKAM) dalam kegiatan ini menegaskan peran aktor non-pemerintah dalam aksi lingkungan di Ternate. Keterlibatan komunitas pemuda dapat memperluas jangkauan pesan pengelolaan sampah dan menjadi penggerak perubahan perilaku di lingkungan warga.
| Pelaku | Peran |
|---|---|
| DLH Kota Ternate | Koordinasi teknis dan dukungan pelaksanaan |
| Pemerintah Kelurahan Sasa | Mobilisasi warga setempat |
| Komunitas ANKAM | Partisipasi dan edukasi pemuda |
| Masyarakat | Pelaksanaan gotong royong dan pemantauan |
Pengalaman lapangan seperti di Sasa memberikan pelajaran penting: upaya menjaga aliran air memerlukan kombinasi tindakan teknis, partisipasi masyarakat, dan penguatan sistem pengelolaan sampah kota. Tanpa komitmen kolektif, risiko penumpukan sampah di barangka dan saluran dapat kembali meningkat saat intensitas hujan tinggi.
DLH mengharapkan kegiatan ini tidak sekadar menjadi acara sesaat, melainkan memicu program lanjutan yang melibatkan edukasi, penguatan fasilitas pengelolaan sampah, serta pengawasan rutin terhadap titik-titik rawan penyumbatan di seluruh wilayah Ternate.