Kabut asap kembali menyelimuti Kota Balikpapan, Selasa (22/9/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan memperkirakan sumber asap berasal dari wilayah sekitar, khususnya Kabupaten Paser dan Kutai Kartanegara (Kukar), yang saat ini masih terpantau memiliki sejumlah titik panas atau hotspot.
Perkiraan jarak pandang dan durasi
BMKG memprakirakan kondisi jarak pandang mengalami penurunan pada rentang waktu subuh hingga pagi hari. Dalam keterangan yang disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan, kondisi itu dapat membaik pada siang hari sesuai pergerakan massa udara.
| Waktu | Perkiraan Jarak Pandang |
|---|---|
| Subuh–Pagi | sekitar 3 kilometer |
| Siang | sekira 10 kilometer |
| Perkiraan Berlanjut | 1–3 hari |
BMKG juga menegaskan belum mendeteksi titik panas di dalam wilayah kota Balikpapan pada hari yang sama. Namun, mereka tidak menutup kemungkinan adanya titik api berskala kecil di area sekitar yang luput dari deteksi satelit.
"Indikasi sumber asap diperkirakan berasal dari wilayah kabupaten/kota di sekitar Balikpapan, khususnya Kabupaten Paser dan Kutai Kartanegara (Kukar),"
Pengaruh pola angin terhadap pergerakan asap
Menurut BMKG, pola angin permukaan dominan bertiup dari arah tenggara menuju utara. Dengan pola tersebut, asap dari wilayah Berau diperkirakan tidak akan bergerak menuju Balikpapan, melainkan cenderung mengarah ke wilayah Kalimantan Utara. Perubahan arah dan kecepatan angin selama beberapa hari ke depan akan menentukan perkembangan kondisi udara di Balikpapan.
BMKG menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan sumber asap melalui data cuaca dan citra satelit. Meskipun belum ada deteksi titik panas di Balikpapan, otoritas tetap mengantisipasi kemungkinan adanya kebakaran kecil yang tidak terpantau sistem pemantauan.
Implikasi bagi warga dan langkah yang dapat diambil
Kabut asap yang mengurangi jarak pandang berpotensi memengaruhi kegiatan transportasi, aktivitas di luar ruangan, dan kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan perokok kronis. Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu meningkatkan sosialisasi langkah mitigasi serta menyiapkan layanan kesehatan jika kualitas udara menurun.
- Warga disarankan membatasi kegiatan di luar ruangan saat jarak pandang menurun dan kualitas udara memburuk.
- Gunakan masker sesuai jenis untuk menyaring partikel jika berada di luar ruangan dalam kondisi asap tebal.
- Ikuti informasi resmi BMKG dan pemerintah kota mengenai perkembangan titik panas dan status kualitas udara.
Pemantauan oleh BMKG akan terus berjalan untuk menginformasikan perubahan pola angin dan perpindahan asap dalam beberapa hari mendatang. Perkembangan lebih lanjut mengenai sumber titik panas dan dampaknya terhadap Balikpapan akan disampaikan oleh BMKG bersama instansi terkait jika terdapat pembaruan data.
Situasi ini menyoroti pentingnya koordinasi antar-daerah dalam penanggulangan kebakaran lahan dan hutan serta mitigasi dampak kabut asap yang melintasi wilayah administratif. Pemantauan intensif dan respons cepat menjadi kunci untuk melindungi kesehatan publik dan meminimalkan gangguan aktivitas sehari-hari di Balikpapan.