BONTANG — Andi Amri tercatat sebagai satu-satunya bakal calon Ketua KONI Bontang yang mengembalikan formulir pencalonan hingga batas akhir pendaftaran. Hal ini diumumkan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Bakal Calon Ketua KONI Bontang dalam konferensi pers di Kantor Dispopar Bontang, Kamis, 17 September 2026.
Verifikasi berkas dan dukungan
Menurut Ketua TPP, Herdy, berkas yang diserahkan Andi Amri telah melalui proses verifikasi administrasi dan dinyatakan memenuhi persyaratan. Dari 67 cabang olahraga (cabor) yang tercatat di KONI Bontang, Andi Amri mengantongi 43 surat dukungan, jumlah yang dinyatakan memenuhi ketentuan yang ditetapkan TPP.
"Yang mengumpulkan satu orang saja, Andi Amri,"
Herdy menyatakan semua berkas dukungan tersebut telah dicek dan diverifikasi. Hasil proses penjaringan ini selanjutnya akan dibawa ke agenda resmi organisasi yakni Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Muscablub) KONI Bontang 2026.
Agenda Muscablub dan peserta yang memiliki hak suara
Muscablub dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026 di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. Ketua Panitia Muscablub yang juga tercatat sebagai bakal calon, Andi Amri, mengatakan persiapan pelaksanaan telah rampung. Panitia memastikan jumlah peserta yang memiliki hak suara untuk pengambilan keputusan.
- Total peserta penuh yang memiliki suara: 72
- Rincian: 68 cabor dan 4 fungsional
| Item | Jumlah |
|---|---|
| Total cabor terdaftar | 67 |
| Dukungan untuk Andi Amri | 43 |
| Peserta dengan hak suara Muscablub | 72 (68 cabor + 4 fungsional) |
Motive dan perspektif pembangunan olahraga lokal
Dalam pernyataannya, Andi Amri mengakui awalnya tidak berniat mengikuti penjaringan. Keputusan untuk maju muncul setelah mendapat dorongan dari sejumlah cabang olahraga. Ia menyatakan pencalonannya didasari keinginan memperbaiki tata kelola KONI Bontang dan mendorong peningkatan prestasi olahraga daerah.
"Karena olahraga juga bagian dari cara Kota Bontang untuk mengharumkan nama Kota Bontang, saya siap memperbaiki,"
Pernyataan tersebut menempatkan orientasi kepemimpinan KONI dalam konteks lebih luas: bukan sekadar pengelolaan organisasi, tetapi juga kontribusi terhadap citra dan pembangunan daerah. Bagi Bontang, yang sedang menghadapi dinamika pembangunan wilayah dan posisi strategis di Kalimantan Timur, peningkatan kapasitas pembinaan olahraga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat sumber daya manusia dan memperluas keterlibatan masyarakat dalam kegiatan positif.
Implikasi organisasi dan tahap selanjutnya
Dengan hanya satu bakal calon yang menyerahkan berkas, Muscablub harus menentukan langkah formal organisasi sesuai aturan internal KONI. Proses verifikasi yang telah dilakukan TPP merupakan prasyarat administrasi, namun pengesahan kepemimpinan berada pada mekanisme sidang Muscablub yang akan melibatkan 72 peserta penuh pemegang suara.
Warga dan pemangku kepentingan sektor olahraga di Bontang perlu mengikuti perkembangan Muscablub, karena keputusan yang diambil akan mempengaruhi arah pembinaan, alokasi dukungan pembinaan atlet, serta upaya peningkatan prestasi pada kompetisi daerah dan nasional. Panitia pelaksana telah menyiapkan agenda pada 19 September; hasil resmi Muscablub diharapkan memberikan kepastian organisasi menjelang kalender kegiatan olahraga berikutnya.
Berita ini menjadi indikator awal dinamika internal organisasi olahraga kota yang berkaitan erat dengan upaya pembangunan manusia dan reputasi Bontang di tingkat provinsi maupun nasional. Proses selanjutnya, termasuk rancangan kerja dan program pembinaan yang diusung calon terpilih, layak mendapat perhatian publik dan mitra pembangunan.
Aditya Pratama, Koresponden Daerah - Kalimantan Timur, WE NEWS