Samarinda — H. Hendri Syahrumsyah ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Hapkido Indonesia Kalimantan Timur untuk masa bakti 2026–2030. Penetapan dilakukan dalam Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) yang digelar di Samarinda untuk mengisi kekosongan jabatan ketua umum.
Dasar pelaksanaan Musprovlub dan mekanisme organisasi
Musprovlub dilaksanakan menyusul pengunduran diri H. Anderiy Syachrum dari jabatannya sebagai Ketua Umum Pengprov Hapkido Kaltim setelah yang bersangkutan dipercayakan untuk memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Hapkido Kaltim, Juli Prastomo, mengatakan penyelenggaraan Musprovlub merupakan amanat organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
"Kalau kita merujuk pada AD/ART, ketika ketua terpilih kemudian dipercaya menjadi Ketua KONI, maka beliau harus mengundurkan diri dari jabatan ketua di jajaran pengurus provinsi,"
Juli menyampaikan pernyataan tersebut pada Jumat, 11 September 2026, menjelaskan bahwa mekanisme pergantian harus dijalankan agar kepengurusan tetap memiliki kepemimpinan resmi hingga akhir masa bakti. Menurutnya, sebelum Musprovlub diadakan, pihaknya meminta arahan dari Anderiy mengenai keberlanjutan organisasi dan calon pengganti.
Rekomendasi dan proses pemilihan
Dalam proses tersebut, salah satu nama yang direkomendasikan oleh Anderiy adalah Hendri Syahrumsyah. Juli menegaskan bahwa rekomendasi dari ketua sebelumnya bersifat masukan dan bukan penetapan otomatis; keputusan final tetap ditentukan melalui mekanisme organisasi dengan melibatkan pemegang hak suara pada Musprovlub.
Penetapan secara aklamasi menunjukkan tidak adanya lawan yang mengajukan diri atau perbedaan dukungan signifikan pada forum tersebut. Proses demikian menandakan adanya kesepakatan antar-pemilik suara mengenai figur pengganti untuk menyelesaikan masa kepengurusan yang sedang berjalan.
Tanggapan KONI dan implikasi pembinaan
Wakil Ketua KONI Kalimantan Timur, Hendra Radinal Ary, menyatakan sambutan positif atas pelaksanaan Musprovlub dan berlangsungnya proses pergantian kepemimpinan. Ia menilai langkah ini penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan atlet Hapkido di provinsi.
Secara praktis, pergantian kepemimpinan di badan olahraga provinsi berimplikasi pada beberapa hal:
- Kelanjutan program pelatihan dan pembinaan atlet yang sedang berjalan;
- Koordinasi dengan KONI provinsi terkait pembiayaan dan kalender kompetisi;
- Penetapan kebijakan teknis dan administrasi menjelang kompetisi regional atau nasional.
Garis waktu singkat
| Peristiwa | Tanggal / Periode |
|---|---|
| Anderiy Syachrum terpilih sebagai Ketua Hapkido Kaltim | Periode 2026–2030 (sebelumnya) |
| Anderiy mengundurkan diri setelah dipercaya memimpin KONI Kaltim | Sebelum Musprovlub |
| Pelaksanaan Musprovlub dan penetapan Hendri Syahrumsyah | Musprovlub di Samarinda; pernyataan Plt 11 September 2026 |
Kemampuan organisasi dan tantangan ke depan
Dengan penetapan Ketua Umum baru, fokus organisasi lokal harus mencakup pengelolaan sumber daya manusia pelatih, pembinaan usia dini, serta sinkronisasi dengan kebijakan KONI Kaltim untuk memastikan atlet Hapkido memperoleh dukungan yang konsisten. Pergantian pengurus berpotensi membuka peluang perbaikan tata kelola, namun juga menuntut kepastian program agar tidak mengganggu persiapan atlet menghadapi kalender kompetisi.
Musprovlub yang berjalan lancar menurut Wakil Ketua KONI memberi sinyal positif bahwa hubungan antar-lembaga olahraga di provinsi ini relatif solid. Pemegang suara dalam forum organisasi harus segera merumuskan langkah prioritas agar masa transisi tidak menimbulkan vakum pembinaan.
Sebagai koresponden daerah yang memantau perkembangan olahraga dan pembangunan di Kalimantan Timur, perubahan kepemimpinan ini akan terus dipantau terkait dampaknya pada kebijakan pembinaan dan pencapaian atlet Hapkido Kaltim di level regional maupun nasional.
Aditya Pratama, Koresponden Daerah - Kalimantan Timur, WE NEWS