SAMARINDA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan 132 unit sepeda motor kepada mustahik sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi yang bertujuan meningkatkan mobilitas dan produktivitas pelaku usaha mikro.
Tujuan dan sasaran bantuan
Menurut Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan, distribusi kendaraan bermotor dimaksudkan untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi penerima manfaat. Sebagian mustahik sebelumnya masih mengandalkan sepeda kayuh sehingga jangkauan berjualan terbatas pada lingkungan sekitar.
“Baznas Provinsi ada 132 buah. Kemudian BAZNAS kota kami untuk menyiapkan gerobaknya. Jadi, ada yang jual bakso, ada jual pentol, ada jual sayur,”
Nabhan menjelaskan bantuan itu tidak hanya bersifat konsumtif, melainkan bagian dari strategi pemberdayaan agar mustahik mampu meningkatkan pendapatan dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Perubahan mobilitas dan potensi peningkatan pendapatan
Dalam paparan BAZNAS, keberadaan sepeda motor memungkinkan penerima manfaat menjangkau pelanggan hingga beberapa kilometer dari tempat tinggal. Ahmad Nabhan menyebutkan efek langsung yang terlihat berupa peningkatan jangkauan hingga sekitar 6—8 kilometer bagi beberapa penerima, yang berdampak pada kenaikan penghasilan.
Program ini sejalan dengan arahan BAZNAS pusat yang menekankan pengelolaan zakat melalui program produktif dan pemberian modal berbasis pemberdayaan agar manfaatnya berjangka panjang.
Skema dan pendampingan
Selain penyerahan kendaraan, BAZNAS Kaltim bekerja sama dengan BAZNAS kabupaten/kota untuk menyiapkan sarana pendukung seperti gerobak dan fasilitas usaha lain yang diperlukan. Pendekatan ini dimaksudkan agar penerima dapat segera memanfaatkan kendaraan untuk kegiatan usaha, seperti berdagang keliling atau distribusi barang.
Sinergi program di tingkat nasional
Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainut Tauhid Sa’adi, menegaskan bahwa program pemberdayaan di BAZNAS bersifat beragam dan terintegrasi, mencakup skema pembiayaan tanpa bunga (qardhul hasan) serta program usaha spesifik seperti Z Chicken, Z Mart, Z Auto, dan Z Coffee. Pendekatan itu dirancang untuk meningkatkan kemandirian penerima manfaat dan memperkuat ekosistem usaha mikro.
“BAZNAS memiliki sejumlah program pemberdayaan ekonomi yang diarahkan untuk membantu masyarakat meningkatkan kemandirian,”
Dampak lokal dan tantangan pelaksanaan
Dari perspektif pembangunan daerah, intervensi berupa akses transportasi untuk pelaku usaha mikro dapat mempercepat perputaran ekonomi lokal dan mendorong inklusi ekonomi. Namun, efektivitas program bergantung pada beberapa faktor kunci:
- Ketersediaan pelatihan manajemen usaha dan keuangan bagi penerima;
- Ketersediaan suku cadang dan layanan perawatan kendaraan di wilayah terpencil;
- Kepastian legalitas penggunaan kendaraan untuk usaha (dokumen, pajak, dan perlindungan asuransi jika ada).
Tanpa pendampingan dan akses layanan purna jual, ada risiko bantuan tidak berkelanjutan karena kendala operasional dan biaya perawatan.
Data ringkas penerimaan bantuan
| Komponen | Jumlah |
|---|---|
| Unit sepeda motor yang disalurkan | 132 |
| Contoh jenis usaha penerima | Penjual bakso, pentol, sayur (disebutkan sebagai contoh) |
Rekomendasi untuk keberlanjutan
Untuk memaksimalkan manfaat program, beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan oleh pemangku kepentingan lokal adalah:
- Pemberian pelatihan teknis dan manajemen usaha bersamaan dengan penyerahan kendaraan;
- Fasilitasi akses suku cadang dan jaringan bengkel mitra di tingkat kecamatan;
- Skema pembiayaan mikro tanpa bunga untuk perbaikan atau pengembangan modal kerja;
- Monitoring berkala terhadap pemanfaatan bantuan dan hasil ekonomi penerima.
Penyaluran 132 unit sepeda motor oleh BAZNAS Kaltim merupakan langkah nyata dalam upaya pemberdayaan mustahik. Keberlanjutan dampak program akan bergantung pada kemampuan lembaga serta mitra lokal untuk menyediakan pendampingan dan layanan penunjang, sehingga bantuan dapat bertransformasi menjadi peningkatan kesejahteraan yang konsisten bagi penerima.
Aditya Pratama
Koresponden Daerah - Kalimantan Timur, WE NEWS