Kebakaran di Lereng Gunung Iya
ENDE — Kebakaran terjadi di kawasan lereng Gunung Iya, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa sore, 22 September 2026. Menjelang malam, kobaran api dilaporkan semakin membesar sehingga memicu kekhawatiran petugas dan warga setempat karena potensi meluasnya kebakaran dan ancaman terhadap fasilitas pemantauan gunung tersebut.
Kepala Pos Pemantau Gunung Iya, Robertus Belarminus Dua, menyatakan kebakaran pertama kali terlihat pada sore hari. Ia mengungkapkan bahwa api telah membesar ketika terpantau oleh petugas pos.
"Kejadian sore tadi, apinya sudah membesar,"
Robertus mengatakan petugas telah menyampaikan informasi mengenai kebakaran tersebut melalui grup koordinasi Gunung Iya. Namun sampai malam, menurut keterangan yang diterima, belum ada respons dari pihak terkait yang diharapkan memberikan penanganan cepat di lapangan.
Kekhawatiran terhadap stasiun pemantauan
Satu kekhawatiran utama yang disampaikan adalah kemungkinan api merambat hingga menimbulkan kerusakan pada stasiun pemantauan Gunung Iya yang berada di badan gunung. Kerusakan fasilitas pemantauan berpotensi mengganggu kegiatan pengamatan dan peringatan dini terkait aktivitas gunung, sehingga berimplikasi pada keselamatan masyarakat jika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.
Robertus menegaskan pentingnya kewaspadaan karena kebakaran di lokasi tersebut bukanlah kejadian baru. Menurut pengamatannya, faktor pemicu kebakaran dapat beragam, termasuk praktik pembukaan lahan dan kemungkinan tindakan oknum.
Penyebab yang mungkin dan kondisi koordinasi
Berdasarkan keterangan petugas, beberapa faktor yang dianggap dapat memicu kebakaran meliputi:
- Aktivitas pembukaan lahan yang menggunakan api.
- Ulaha oknum yang tidak bertanggung jawab.
- Sumber api yang sampai saat pelaporan belum diketahui secara pasti.
Informasi dini telah disampaikan melalui grup koordinasi yang menghubungkan pihak-pihak terkait. Namun, pada saat laporan dibuat belum terlihat respons koordinatif yang konkrit untuk pemadaman atau penanggulangan darurat, sehingga api memiliki kesempatan untuk meluas.
| Waktu | Peristiwa |
|---|---|
| Selasa sore, 22 September 2026 | Kebakaran terdeteksi di lereng Gunung Iya |
| Selasa malam, 22 September 2026 | Api semakin membesar; informasi disampaikan melalui grup koordinasi, tetapi belum ada respons lapangan tercatat |
Implikasi dan kebutuhan respons
Kebakaran lahan di kawasan lereng gunung dapat menimbulkan beberapa implikasi bagi masyarakat dan pengelolaan lingkungan, antara lain pengurangan tutupan vegetasi, gangguan pada fasilitas pemantauan, serta risiko meluasnya asap dan api ke permukiman atau infrastruktur lain. Kerusakan pada stasiun pemantauan berisiko mengurangi kemampuan mendeteksi perubahan aktivitas vulkanik secara cepat.
Pihak berwenang daerah dan instansi terkait diharapkan segera menindaklanjuti laporan kebakaran ini dengan tindakan pemadaman dan koordinasi penanggulangan bencana. Penanganan cepat juga penting untuk melindungi fasilitas pemantauan yang berperan dalam keselamatan masyarakat di sekitar Gunung Iya.
Di sisi pencegahan, peningkatan pengawasan terhadap praktik pembukaan lahan, sosialisasi bahaya pembakaran lahan, serta penegakan aturan terhadap tindakan yang berpotensi memicu kebakaran menjadi langkah yang perlu diperkuat untuk mengurangi kejadian serupa di masa depan.
Saat laporan ini disusun, sumber api dan luas area yang terbakar belum dipastikan. Perkembangan selanjutnya perlu diikuti dari instansi resmi terkait untuk informasi situasi dan langkah penanganan di lapangan.
— Dilaporkan dari Ende, Nusa Tenggara Timur.