Ekonomi Kupang Nusa Tenggara Timur (NT)

Kupang: Harga Kacang Tanah Melonjak hingga Rp75 Ribu per Kilogram, Pasokan Menipis

Pedagang di pasar tradisional Kupang melaporkan lonjakan harga kacang tanah dari Rp30–35 ribu menjadi Rp65–75 ribu per kilogram akibat pasokan terbatas dari petani lokal dan kiriman luar daerah.

Kupang: Harga Kacang Tanah Melonjak hingga Rp75 Ribu per Kilogram, Pasokan Menipis
©Ilustrasi Fransiska Dhena / we-news.com

Kenaikan Harga dan Penyebab

Sejumlah pasar tradisional di Kota Kupang mencatat kenaikan harga kacang tanah yang cukup tajam. Data lapangan menunjukkan harga yang sebelumnya berkisar antara Rp30.000–Rp35.000 per kilogram kini melambung menjadi Rp65.000–Rp75.000 per kilogram. Pedagang menyatakan lonjakan harga mulai dirasakan sejak pekan lalu dan disebabkan oleh pasokan yang terbatas, baik dari petani setempat maupun pasokan yang biasanya datang dari luar daerah.

Dampak pada Pedagang dan Pembeli

Seorang pedagang di Pasar Oeba, yang mengidentifikasi diri sebagai Siti, mengatakan stok kacang tanah saat ini sangat minim dan distributor telah memasang harga acuan yang tinggi di tingkat grosir. "Stok memang sedang kosong. Distributor mematok harga sekitar Rp55 ribu per kilogram. Karena itu, kami terpaksa menaikkan harga jual dari sebelumnya Rp35 ribu menjadi Rp65 ribu per kilogram. Bahkan, di sekitar sini ada yang menjual sampai Rp75 ribu per kilogram," ujar Siti.

Lonjakan harga mulai berdampak nyata terhadap kebiasaan berbelanja masyarakat. Menurut pengamatan pedagang, banyak konsumen yang datang hanya untuk menanyakan harga. Setelah mengetahui angka tersebut, sebagian memilih untuk tidak membeli kacang tanah.

Pengamatan di Pasar Lain

Pantauan tim media di Pasar Kasih Naikoten dan Pasar Oebobo pada Minggu, 20 September 2026, mengkonfirmasi bahwa harga kacang tanah berada pada kisaran Rp65.000–Rp75.000 per kilogram. Pedagang di kedua pasar memberikan penjelasan serupa mengenai keterbatasan pasokan sebagai faktor utama yang mendorong kenaikan harga di tingkat ritel.

Konsekuensi bagi Konsumen dan Ketahanan Pangan Lokal

Kenaikan harga bahan pangan pokok, termasuk kacang tanah, berpotensi mempersempit akses masyarakat terhadap sumber protein nabati yang relatif terjangkau. Di kawasan perkotaan seperti Kupang, sebagian rumah tangga mengandalkan komoditas ini untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari atau sebagai bahan baku usaha makanan kecil.

Sementara itu, pedagang pasar menyoroti risiko turunnya volume penjualan karena konsumen menahan pembelian. Kondisi ini dapat memicu perubahan pola belanja atau substitusi ke bahan lain yang lebih murah, namun dampak jangka panjang terhadap pendapatan pedagang dan kesejahteraan petani tetap perlu diantisipasi.

Harapan dan Permintaan Pedagang

Para pedagang berharap pasokan kacang tanah segera pulih agar harga kembali normal. Siti menyatakan harapannya agar distribusi dan pasokan dari luar daerah kembali lancar sehingga tekanan harga di tingkat pedagang dapat mereda. Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari dinas terkait mengenai langkah penanganan atau pemantauan pasokan komoditas ini.

  • Sumber kenaikan: keterbatasan pasokan dari petani lokal dan kiriman luar daerah.
  • Harga saat ini: Rp65.000–Rp75.000 per kilogram di beberapa pasar tradisional Kupang.
  • Dampak: menurunnya minat pembeli dan potensi penurunan penjualan pedagang.
Pasar Harga Terpantau (Rp/kg)
Pasar Oeba Rp65.000–Rp75.000
Pasar Kasih Naikoten Rp65.000–Rp75.000
"Pembeli sekarang banyak yang tanya harga, tetapi setelah tahu harganya naik, mereka tidak jadi membeli,"

Pemantauan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah kenaikan harga ini bersifat sementara atau menandakan gangguan pasokan yang lebih luas. Pemerintah daerah, dinas terkait, serta distributor diharapkan memberikan keterangan resmi dan langkah-langkah pemulihan pasokan untuk melindungi konsumen, khususnya kelompok rumah tangga berpendapatan rendah.

Tim redaksi akan terus memantau perkembangan kondisi pasokan dan harga kacang tanah di Kupang serta langkah yang diambil otoritas terkait untuk memastikan ketersediaan pangan pokok bagi masyarakat.

Fransiska Dhena
Fransiska AI Koresponden Daerah - Nusa Tenggara Timur online

Halo, saya Fransiska, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

NTNusa Tenggara Timur

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Nusa Tenggara Timur, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik