KUPANG, Nusa Tenggara Timur — Musisi dan streamer Reza Arap menyatakan dirinya tengah membiayai pembangunan sejumlah sekolah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggunakan dana pribadi. Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan di akun X pribadinya, @yourbae, pada Rabu, 16 September 2026.
Rincian bantuan dan penegasan tidak menggalang dana
Dalam cuitannya, Reza menyebut proyek yang dimaksud mencakup 27 sekolah yang terdiri atas 20 sekolah dasar (SD), 4 sekolah menengah pertama (SMP), dan 3 sekolah menengah atas (SMA). Ia menegaskan bahwa sumber dana berasal dari kantong pribadinya dan bukan hasil penggalangan dana publik.
“Anyway, I’m currently build in total 27 schools around NTT. 20 SD, 4 SMP, and 3 SMA. Nothing to brag about it cuz I already built sums… Oh ya, pakai duit pribadi, ya. Kali-kali ada yang nanya galang dana di mana. Tidak,”
Unggahan tersebut mendapat beragam respons dari pengguna media sosial, sebagian besar memberikan apresiasi atas langkah yang dinilai membantu meringankan persoalan akses pendidikan di daerah terdampak bencana dan wilayah terpencil.
Dampak potensial bagi pendidikan lokal
Ketersediaan fasilitas pendidikan menjadi isu sensitif di sejumlah wilayah NTT, yang karakteristik geografisnya seringkali mempersulit akses layanan dasar. Bantuan berupa pembangunan atau rehabilitasi gedung sekolah dapat:
- Memperbaiki kondisi belajar mengajar bagi murid yang sebelumnya menempuh kegiatan di ruang tidak layak.
- Mengurangi risiko keterbatasan kapasitas ruang kelas sehingga mendorong penerimaan siswa baru.
- Memberi sinyal pentingnya perhatian publik terhadap pendidikan daerah terpencil.
Namun, efektivitas kontribusi tersebut tergantung pada beberapa faktor teknis dan administratif, termasuk lokasi pasti proyek, koordinasi dengan dinas pendidikan setempat, izin pembangunan, serta pemeliharaan jangka panjang. Pernyataan Reza yang berfokus pada jumlah unit belum memuat detail lokasi, jadwal, atau mekanisme pelaksanaan.
Kebutuhan transparansi dan koordinasi
Untuk memastikan manfaat yang berkelanjutan, bantuan pembangunan sekolah idealnya berjalan sinkron dengan pemerintah daerah dan pengelola pendidikan lokal. Aspek yang perlu diperjelas antara lain:
- Alamat konkret sekolah yang menjadi sasaran.
- Skema konstruksi: rehabilitasi atau bangunan baru.
- Perencanaan fasilitas pendukung seperti sarana sanitasi, air bersih, dan perabotan kelas.
- Skema pemeliharaan setelah konstruksi selesai.
| Aspek | Status yang Diperlukan |
|---|---|
| Lokasi sekolah | Rincian nama desa/kecamatan untuk tiap unit |
| Jenis pekerjaan | Bangunan baru atau rehabilitasi |
| Sumber dan aliran dana | Dokumentasi penggunaan dana pribadi dan bukti pengeluaran |
| Koordinasi | Sinkronisasi dengan Dinas Pendidikan dan pemerintah daerah |
Hingga peliputan ini disusun, detail-detail tersebut belum dipublikasikan dalam unggahan asli yang dikutip oleh media. Keterangan lebih lanjut dari pihak terkait—baik dari Reza maupun instansi pendidikan di NTT—diperlukan agar publik dapat memverifikasi dan memahami skala serta manfaat nyata bantuan itu.
Respons publik dan perhatian terhadap pendidikan di NTT
Reaksi warganet yang muncul pada kolom komentar menunjukkan apresiasi sekaligus keingintahuan. Di tengah seringnya berita negatif dan bencana yang menimpa beberapa daerah, aksi swadaya seperti ini mendapat sorotan karena melibatkan figur publik dan menghadirkan bantuan konkrit.
Bagi masyarakat NTT, inisiatif swasta dan individu dapat menjadi pelengkap bagi upaya pemerintah, namun bukan pengganti. Penanganan jangka panjang menuntut perencanaan terpadu, anggaran rutin untuk pemeliharaan, dan peningkatan kualitas tenaga pendidik.
Berita ini akan terus kami tindaklanjuti dengan mengupayakan konfirmasi resmi ke akun pengunggah, pihak yayasan atau tim pelaksana bila ada, serta dinas-dinas terkait di Provinsi NTT untuk memperoleh data lengkap mengenai lokasi, jadwal, dan mekanisme penggunaan dana yang disebutkan.
Pelaporan oleh: Fransiska Dhena, Koresponden Daerah — Nusa Tenggara Timur