Denpasar — Delegasi International Association of Women Police (IAWP) bersama jajaran Polri dan komunitas lingkungan melakukan aksi penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar, Selasa, 22 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian 63rd IAWP Annual Training Conference dan dirancang sebagai kontribusi nyata bagi kelestarian ekosistem pesisir Bali.
Kolaborasi lintas organisasi untuk pesisir
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Presiden IAWP, Julia Jaeger, merupakan kolaborasi antara IAWP, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan komunitas SeaSoldier. Turut hadir dalam aksi ini Ketua Pelaksana IAWP Indonesia, Brigjen Pol. Nurul Azizah, perwakilan Bhayangkari Daerah Bali, relawan, serta kelompok Mangrove Rangers.
Dalam pelaksanaan aksi perdana tersebut, secara serentak ditanam sebanyak 250 bibit mangrove. Jumlah itu merupakan bagian dari target keseluruhan 1.000 bibit yang direncanakan ditanam secara bertahap di kawasan tersebut.
"Ini adalah kesempatan untuk memberikan sesuatu kembali setelah konferensi luar biasa yang kami selenggarakan di sini. Ini bagian dari warisan (legacy) IAWP untuk Bali dan Indonesia,"
Julia Jaeger menegaskan bahwa partisipasi anggota polisi wanita tidak hanya terbatas pada tugas penegakan hukum, tetapi juga meluas ke kepedulian terhadap lingkungan. Ia mengapresiasi antusiasme tinggi para delegasi yang mendaftar secara sukarela untuk terlibat langsung walau memiliki jadwal konferensi yang padat.
Komitmen pemeliharaan dan pemantauan
Menurut keterangan sumber kegiatan, program ini tidak berhenti pada penanaman. Polri bersama SeaSoldier berkomitmen melakukan pemantauan dan pemeliharaan rutin selama satu tahun ke depan untuk memastikan pertumbuhan dan kelangsungan hidup bibit-bibit yang telah ditanam.
Dalam kesempatan terpisah, Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, memberikan apresiasi terhadap sinergi lintas organisasi yang terjalin dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi ini menunjukkan bentuk konkret kerja sama antara kepolisian internasional dan institusi lokal yang memberi manfaat lingkungan jangka panjang bagi masyarakat.
- Lokasi: Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar
- Jumlah bibit ditanam pada aksi perdana: 250 bibit
- Target keseluruhan: 1.000 bibit
- Pemantauan: Komitmen pemeliharaan rutin selama satu tahun
- Pihak terlibat: IAWP, Polri, SeaSoldier, Bhayangkari, Mangrove Rangers, relawan
Makna lokal dan manfaat ekologis
Penanaman mangrove di kawasan pesisir Denpasar memiliki peran penting dalam menjaga fungsi ekosistem, termasuk menahan abrasi, menyimpan karbon, dan menjadi habitat bagi berbagai biota pesisir. Untuk Bali, yang sangat bergantung pada ekowisata dan kelestarian pesisir, inisiatif semacam ini relevan bagi upaya mitigasi kerusakan lingkungan dan pemulihan pantai yang terdegradasi.
Selain manfaat ekologis, kegiatan ini juga bernilai pendidikan dan simbolis. Keterlibatan delegasi internasional menandakan penghargaan terhadap upaya konservasi lokal serta bisa mendorong dukungan lebih luas, termasuk relawan dan pemangku kepentingan lain, untuk melanjutkan program rehabilitasi pesisir.
Langkah selanjutnya
Pihak penyelenggara menyatakan program penanaman akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai target 1.000 bibit. Pemantauan berkala yang dijadwalkan selama satu tahun bertujuan mengevaluasi tingkat kelangsungan hidup tanaman sekaligus melakukan perawatan yang diperlukan, seperti penyiraman, penyiangan, dan perlindungan dari gangguan biotik atau antropogenik.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terjalin kesinambungan antara upaya konservasi yang diprakarsai oleh organisasi internasional dan implementasi jangka panjang oleh pemangku kepentingan lokal, termasuk aparat penegak hukum, komunitas lingkungan, serta masyarakat pesisir.
Kegiatan di Mangrove Arboretum Park Pedungan tersebut menjadi bagian dari warisan IAWP di Bali dan diharapkan memberi manfaat ekologi serta peningkatan kesadaran lingkungan di tingkat lokal.