Respons cepat dan pendataan korban
Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial bergerak cepat menanggapi kejadian kebakaran yang menimpa pemukiman di Jalan Siulan Gang Nusa Indah, Denpasar Timur. Tim yang dipimpin Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty, melakukan pendataan dan asesmen langsung setelah insiden pada Selasa, 15 September 2026.
Dalam upaya awal, petugas dari Bidang Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) bersama Tagana turun ke lokasi untuk mengumpulkan data korban dan kebutuhan mendesak. Asesmen tersebut menjadi dasar penyaluran bantuan agar tepat sasaran sesuai kondisi lapangan.
"Kami langsung gerak cepat melakukan asesmen untuk mengumpulkan data, yang kena dampak korban kebakaran,"
Jumlah korban dan bantuan awal
Berdasarkan asesmen sementara yang disampaikan Kepala Dinas Sosial, kebakaran tersebut berdampak pada 6 kepala keluarga atau 20 jiwa, terdiri atas 12 orang dewasa dan 8 anak-anak. Insiden menyebabkan tiga orang mengalami dampak kesehatan: satu menderita luka bakar dan dua orang mengalami sesak napas. Ketiganya telah mendapatkan penanganan dari tim kesehatan setempat.
| Parameter | Jumlah |
|---|---|
| KK terdampak | 6 KK |
| Jumlah jiwa | 20 jiwa |
| Dewasa | 12 |
| Anak-anak | 8 |
| Korban luka/terganggu napas | 3 orang |
Menindaklanjuti hasil asesmen, Dinas Sosial menyalurkan bantuan logistik yang sudah diterima korban pada malam hari setelah kejadian. Bantuan awal meliputi kebutuhan mendesak yang diidentifikasi dalam asesmen sebagai berikut:
- 20 kasur lipat
- 12 family kit
- 8 pakaian anak (kid wear)
"Hasil asesmen yang dilakukan Bidang Linjamsos bersama Tagana telah kami tindaklanjuti, langsung diserahkan tadi malam pada korban,"
Koordinasi lintas instansi dan tempat tinggal sementara
Pemberian layanan cepat ini dijalankan berdasarkan standar operasional prosedur Dinas Sosial, yang menekankan kebutuhan bantuan harus dipenuhi segera. Kepala Dinas menyatakan bahwa kecepatan respons tidak lepas dari koordinasi dengan perangkat daerah dan lembaga terkait, antara lain BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, PMI, serta pemerintah kecamatan dan desa setempat.
Untuk warga yang kehilangan tempat tinggal sementara, Dinas Sosial melakukan koordinasi lanjutan dengan aparat desa setempat guna memperoleh solusi penampungan darurat atau rujukan tempat tinggal sementara. Langkah ini penting untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar korban, termasuk perlindungan anak dan layanan kesehatan lanjutan.
Proses selanjutnya dan catatan kesiapsiagaan
Asesmen yang dilakukan Linjamsos dan Tagana merupakan tahap awal yang akan diikuti evaluasi kebutuhan jangka pendek hingga pemulihan. Penanganan pasca-kebakaran mencakup pemulihan barang berharga, bantuan perbaikan hunian jika memungkinkan, dan perhatian khusus bagi keluarga dengan anak-anak.
Peristiwa ini menegaskan perlunya peningkatan kesadaran mitigasi kebakaran di kawasan permukiman dan pentingnya gotong royong antarwarga serta dukungan instansi terkait. Pemerintah Kota Denpasar melalui dinas teknis terkait diharapkan terus memperkuat koordinasi tanggap darurat untuk meminimalkan dampak kejadian serupa di masa mendatang.
Informasi lebih lanjut dan perkembangan penanganan korban di lokasi akan dilaporkan oleh pihak berwenang dan Dinas Sosial Kota Denpasar sesuai hasil asesmen lanjutan.