Denpasar — Pemerintah Provinsi Bali mengerahkan bantuan awal untuk penanganan pasca-bencana gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah tersebut berupa pengiriman tim kesehatan dan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang berangkat pada Senin sebagai upaya cepat tanggap untuk melakukan asesmen kebutuhan di lokasi terdampak.
Asesmen awal dan pengiriman tim
Sekretaris Daerah Bali, Dewa Made Indra, menjelaskan tim kesehatan yang diberangkatkan berjumlah lima orang dan akan melakukan penilaian kondisi lapangan, termasuk mengevaluasi jenis tindakan medis yang diperlukan serta ketersediaan sumber daya kesehatan setempat. Penilaian itu akan menjadi dasar penentuan pengiriman personel dan logistik lanjutan.
"Telah ditugaskan tim kesehatan yang akan melakukan asesmen, sudah berangkat lima orang artinya mereka akan melihat kondisi di sana, tindakan apa, bantuan apa yang diperlukan, sumber daya kesehatan yang tersedia di sana seperti apa,"
Selain tim kesehatan, Pemprov Bali juga mengirim tim BPBD yang terdiri atas Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bali beserta lima personel untuk membantu penanganan pasca-gempa. Tim BPBD ini ditugaskan untuk memberikan bantuan awal berupa distribusi logistik dan koordinasi penanggulangan darurat bersama pihak otoritas setempat.
Koordinasi antardaerah dan tindak lanjut
Menurut Dewa Made Indra, pengiriman bantuan ini merupakan inisiatif bersama para kepala daerah di kawasan Bali-Nusa Tenggara. Gubernur Bali telah berkomunikasi secara daring dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat dan Gubernur NTT untuk menyamakan langkah awal tanggap darurat. Rencana tindak lanjut berupa pengiriman bantuan tambahan akan disesuaikan dengan hasil asesmen yang dilakukan tim di lapangan.
Dewan pemerintah provinsi juga membuka opsi agar Dinas Kesehatan Provinsi segera menyiapkan tim medis tambahan bila asesmen menunjukkan kebutuhan tersebut. Sementara itu, BPBD akan mengidentifikasi kebutuhan logistik sementara seperti makanan dan perlengkapan pengungsian yang mendesak.
Dana bantuan publik dan dukungan anggaran daerah
Pemprov Bali membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi membantu korban melalui penggalangan dana. Donasi dapat disalurkan ke rekening Bali Peduli Bencana di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dengan nomor rekening 010.01.0501679-1. Menurut Sekda, hasil penggalangan ini akan disalurkan murni sebagai titipan dari masyarakat, sementara Pemprov Bali juga menyiapkan bantuan khusus dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Besaran dan bentuk bantuan dari APBD serta donasi masyarakat akan ditentukan berdasarkan kebutuhan yang teridentifikasi melalui asesmen tim. Untuk menjaga akuntabilitas, Pemprov menyatakan akan memprioritaskan penyaluran sesuai kebutuhan mendesak di lapangan.
Rencana kunjungan gubernur
Sekda menyatakan Gubernur Bali, Wayan Koster, berencana melakukan kunjungan ke NTT dalam waktu dekat untuk memantau kondisi dan memastikan bantuan yang dikirim sesuai kebutuhan. Rencana keberangkatan gubernur juga akan diputuskan setelah melihat kondisi di lapangan dan prioritas yang muncul akibat asesmen awal.
Gambaran kontribusi awal
Pada tahap pertama, kontribusi Bali difokuskan pada dua aspek:
- Asesmen dan bantuan medis awal oleh tim kesehatan.
- Penanganan logistik darurat dan koordinasi evakuasi atau pengungsian oleh tim BPBD.
| Jenis Tim | Jumlah Personel | Tugas Awal |
|---|---|---|
| Tim Kesehatan | 5 | Asesmen kesehatan, tindakan medis awal, identifikasi kebutuhan |
| BPBD (Kalaksa dan personel) | 6 (Kalaksa + 5 personel) | Koordinasi penanggulangan, distribusi logistik awal |
Respons cepat dari Bali mencerminkan hubungan sosial dan kemanusiaan antarwilayah di kawasan Bali-Nusa Tenggara. Pemerintah provinsi menyatakan akan terus memantau situasi serta berkoordinasi dengan otoritas setempat di NTT untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan efektif.
Informasi resmi lebih lanjut dan kebutuhan spesifik yang muncul dari hasil asesmen akan diumumkan kemudian oleh Pemprov Bali dan instansi teknis terkait.