BALI — Turnamen padel internasional kelas FIP Silver dan FIP Promises 2026 yang digelar di Bali menunjukkan tanda-tanda mempercepat perkembangan wisata olahraga di daerah, demikian dinyatakan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman.
Penyelenggaraan dan lokasi
Kejuaraan berlangsung di dua lokasi berbeda di Bali. Arena Island Sports menjadi lokasi pertandingan untuk kategori FIP Silver, sedangkan Holywings Padel Club The Luc Bali menyelenggarakan ajang FIP Promises. Kedua tempat ini didatangi atlet dari berbagai negara, serta penonton yang memanfaatkan momentum kompetisi untuk menikmati tujuan pariwisata Bali.
| Nama Arena | Event |
|---|---|
| Island Sports | FIP Silver |
| Holywings Padel Club The Luc Bali | FIP Promises |
Partisipasi negara dan implikasi pariwisata
Peserta kejuaraan datang dari berbagai belahan dunia, mencakup negara-negara Asia, Eropa, Amerika Selatan, Timur Tengah, serta Afrika Utara. Kehadiran delegasi internasional tersebut, menurut Marciano, memberi nilai tambah bagi promosi Bali sebagai destinasi yang tidak hanya unggul pada pariwisata konvensional tetapi juga sebagai tuan rumah event olahraga internasional.
"Saya melihat animo yang tinggi dari penyelenggaraan kejuaraan internasional di Bali ini. Sport tourism betul-betul terjadi,"
Pernyataan tersebut mencerminkan optimisme pihak KONI terhadap efek ganda penyelenggaraan turnamen: kompetisi olahraga sekaligus promosi destinasi. Selain itu, penyelenggaraan di beberapa arena menandakan kapasitas infrastruktur lokal untuk mendukung event multinasional.
Dukungan organisasi dan apresiasi kepada pelaku lokal
Marciano memberikan apresiasi kepada Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PB PI), pimpinan Galih Kartasasmita, yang berhasil meyakinkan pihak internasional untuk menempatkan Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan berskala global. Keberhasilan ini menempatkan organisasi lokal pada posisi strategis dalam memfasilitasi kompetisi internasional.
Ia juga menyoroti penampilan atlet Indonesia dalam turnamen tersebut, termasuk nama-nama yang tampil di kelas FIP Silver. Menurut Marciano, para atlet menunjukkan semangat tinggi dan memberikan upaya terbaik selama bertanding. Pengalaman menghadapi lawan dari level lebih tinggi diharapkan menjadi bahan evaluasi menuju peningkatan prestasi internasional.
Manfaat bagi pembinaan dan prestasi
Selain aspek pariwisata, kompetisi internasional berperan sebagai tolok ukur kemampuan atlet dan pembinaan cabang olahraga padel nasional. Marciano mengingatkan perlunya komitmen dan kerja keras dari seluruh pihak untuk menerjemahkan pengalaman bertanding menjadi peningkatan kualitas atlet dan prestasi di kancah global.
- Turnamen memadukan tujuan olahraga dan promosi pariwisata.
- Penyelenggaraan melibatkan partisipan internasional, memperluas eksposur Bali.
- Pengalaman bertanding di level internasional menjadi bahan evaluasi bagi atlet Indonesia.
KONI juga menyinggung jejak prestasi padel Indonesia yang menempatkan tim nasional sampai ke posisi delapan besar pada level tertentu, sebagai indikator bahwa pengembangan cabang ini memiliki potensi di kancah internasional. Penyelenggaraan event seperti FIP Silver dan FIP Promises dinilai dapat memperkuat peluang tersebut apabila diikuti upaya pembinaan berkelanjutan.
Catatan untuk pengembangan ke depan
Penyelenggaraan kompetisi internasional menuntut kesiapan aspek teknis, logistik, serta kerjasama lintas sektor—mulai dari federasi olahraga, pemerintah daerah, hingga pelaku industri pariwisata. Kolaborasi ini diperlukan agar manfaat ekonomi, pembinaan atlet, dan citra destinasi dapat terwujud secara seimbang tanpa mengorbankan kelestarian budaya dan lingkungan setempat.
Dengan momentum ini, Bali tidak hanya menjadi tujuan wisata konvensional tetapi juga dapat mengembangkan diri sebagai pusat kegiatan olahraga internasional di kawasan, sehingga memicu wisatawan spesifik yang mencari pengalaman berhubungan dengan olahraga (sport tourism).
Perkembangan lebih jauh terkait hasil pertandingan, jumlah penonton, dan dampak ekonomi lokal diharapkan menjadi bahan evaluasi penyelenggara dan pemangku kepentingan untuk merancang event serupa di masa mendatang.