Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial, Fatma Saifullah Yusuf, mendorong agar produk-produk hasil karya penyandang disabilitas di Kota Denpasar dapat memperluas akses pasar dan menembus segmen yang lebih luas. Pernyataan itu disampaikan saat kunjungan ke Graha Nawasena dalam rangkaian kegiatan Pesona Difabel Denpasar pada Sabtu, 8 Agustus lalu.
Apresiasi terhadap kreativitas dan kualitas karya
Dalam kunjungan yang turut didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa, serta Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI), Mulianingsih, Fatma memberikan penghargaan atas kreativitas para penyandang disabilitas yang memanfaatkan Graha Nawasena sebagai ruang berkarya dan berproduksi.
"Saya merasa bangga luar biasa sekali, karena sahabat disabilitas yang ada di Graha Nawasena ini betul-betul kreatif dan bisa menghasilkan karya yang baik,"
Keterangan tersebut disampaikan dalam rilis yang diterima redaksi, menandai pengakuan terhadap kualitas hasil karya yang dipamerkan selama kegiatan.
Dorongan untuk menembus segmen pasar premium
Fatma mengidentifikasi peluang untuk memperluas jangkauan pemasaran produk-produk karya penyandang disabilitas. Ia mendorong agar produk berkualitas yang dihasilkan dapat dikenalkan ke pasar yang lebih besar, termasuk segmen premium, agar mendorong nilai tambah ekonomi bagi pembuatnya.
Menurut Fatma, perlu ada upaya sistematis untuk mempertemukan produk difabel dengan jaringan pemasaran yang mampu mengangkat nilai dan daya saing produk tersebut, sehingga membuka peluang pendapatan lebih stabil bagi para pelaku di sektor ini.
Peran organisasi dan pemerintah kota
Ketua GOW Kota Denpasar menyambut positif kunjungan itu dan berharap momentum tersebut dapat menjadi motivasi bagi para penyandang disabilitas untuk terus berkarya. Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati, menegaskan komitmen pemerintah kota untuk mendampingi komunitas difabel.
Dalam pernyataannya, Kepala Dinas Sosial menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Denpasar saat ini menaungi sejumlah organisasi yang menghimpun para penyandang disabilitas, serta memfasilitasi ruang seperti Graha Nawasena yang berfungsi sebagai pusat kegiatan dan pemasaran.
- Lokasi kegiatan: Graha Nawasena, Denpasar.
- Tanggal kunjungan: Sabtu, 8 Agustus.
- Pihak yang hadir: Penasihat DWP Kementerian Sosial, GOW Denpasar, FPPI, dan perwakilan Dinas Sosial Kota Denpasar.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Fasilitas | Graha Nawasena sebagai ruang berkarya dan pameran |
| Komitmen Pemkot | Menaungi sedikitnya lima organisasi penyandang disabilitas |
Implikasi bagi pemberdayaan ekonomi difabel di Denpasar
Kunjungan dan dorongan untuk membuka akses pasar memiliki beberapa implikasi praktis bagi upaya pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas di Denpasar. Pertama, inisiatif memperkenalkan produk ke segmen yang lebih luas dapat meningkatkan potensi pendapatan dan keberlanjutan usaha para pembuat. Kedua, pengakuan dari pihak kementerian dan dukungan organisasi perempuan menambah legitimasi dan mendorong sinergi antar-pemangku kepentingan.
Namun, agar dorongan ini berbuah nyata diperlukan langkah-langkah lanjutan yang meliputi fasilitasi akses permodalan, pembinaan mutu produk, serta pembukaan jaringan pemasaran yang sesuai dengan karakter produk. Pemerintah kota dan organisasi masyarakat di Denpasar dapat memainkan peran penting dalam menghubungkan produsen difabel dengan pasar lokal, wisatawan, maupun kanal distribusi yang lebih luas.
Ke depan, keberlanjutan pembinaan dan penguatan kapasitas produksi perlu diperhatikan agar usaha berkarya dapat menjadi sumber penghidupan yang stabil bagi penyandang disabilitas. Kolaborasi antara Pemerintah Kota Denpasar, organisasi perempuan, sektor swasta, dan jaringan pemasaran menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut tanpa mengesampingkan aspek inklusivitas dan penghormatan terhadap martabat para pelaku.