Akses Lokal Terganggu oleh Abrasi
Akses alternatif berupa jalan aspal tepi pantai yang menghubungkan Pantai Cangkring dan Pantai Tanggultirto di Kabupaten Bantul telah putus setelah terkikis oleh abrasi yang berlangsung sejak awal September 2026. Pantauan pihak media pada lokasi menunjukkan jalan tersebut hanya selebar cukup untuk satu unit mobil dan bagian pasir penyangga di bawah permukaan jalan sudah berkurang sehingga mengarah ke bibir pantai.
Untuk mencegah pengguna melintasi titik yang membahayakan, petugas setempat memasang pagar bambu di kedua sisi jalan yang putus. Penutupan itu diberlakukan menyusul kejadian yang menurut Sekretaris Jogo Segoro Satpol PP Wilayah IV Pantai Samas-Pantai Baru, Nugroho, disebabkan oleh gelombang tinggi yang bertahap mengikis permukaan pantai: "Iya, betul. Itu (jalur alternatif yang putus) rusak karena abrasi," ujar Nugroho saat dihubungi, Rabu, 23 September 2026.
Dampak terhadap Mobilitas dan Penggunaan Lokal
Jalur alternatif itu selama ini digunakan terutama oleh warga setempat dan pemancing. Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Bantul, Istiyani, mengatakan meskipun jalur tersebut jarang dilalui wisatawan umum — karena keberadaan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang menjadi rute utama — putusnya akses tetap berdampak pada aktivitas lokal.
Menurut keterangan Istiyani, Dispar telah meninjau lokasi, tetapi rencana perbaikan terhambat oleh keterbatasan anggaran. Dia menyatakan upaya koordinasi akan dilakukan dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul untuk kemungkinan pengusulan perbaikan pada anggaran berikutnya: "Mungkin di anggaran berikutnya diusulkan untuk perbaikan, tentunya koordinasi dengan DPUPKP Bantul."
Langkah Sementara dan Pertimbangan Pengelolaan Pesisir
Sementara akses utama bagi wisatawan dan pengguna kendaraan besar tetap melalui JJLS, penutupan jalur kecil ini menegaskan kerentanan infrastruktur tepi pantai terhadap dinamika gelombang dan pasang. Langkah sementara yang diambil adalah pemasangan pagar bambu untuk menghalangi akses dan mengurangi risiko kecelakaan.
- Lokasi: jalur aspal tepi pantai antara Pantai Cangkring dan Pantai Tanggultirto
- Penyebab: abrasi akibat gelombang tinggi bertahap (menurut petugas setempat)
- Penanganan sementara: pemasangan pagar bambu dan penutupan jalur
- Kendala perbaikan: minimnya anggaran di Dispar, rencana koordinasi dengan DPUPKP
"Sekarang jalur itu ditutup, apalagi sekarang sudah ada JJLS jadi kebanyakan lewat sana," kata Nugroho, memberi penjelasan bahwa jalur kecil itu lebih banyak dimanfaatkan warga setempat.
Kebutuhan Koordinasi Antarlembaga
Keterangan dari Dispar menunjukkan langkah administratif yang diperlukan untuk penanganan permanen: kajian teknis dan pembiayaan melalui DPUPKP. Hingga pernyataan terakhir, belum ada alokasi anggaran Dispar yang spesifik untuk perbaikan jalur tersebut sehingga tindakan perbaikan jangka panjang masih menunggu usulan dan keputusan anggaran.
| Peristiwa | Tanggal / Keterangan |
|---|---|
| Awal tergerus | Awal September 2026 (menurut petugas) |
| Pemantauan dan konfirmasi media | 23 September 2026 |
| Penutupan jalur | Telah ditutup, pagar bambu dipasang |
Untuk masyarakat pesisir dan pemangku kepentingan pariwisata di Bantul, kejadian ini menegaskan perlunya strategi pengelolaan pesisir yang terpadu: memadukan langkah mitigasi abrasi, infrastruktur tahan risiko, serta kebijakan anggaran yang responsif. Sementara itu, warga setempat diimbau mengikuti rambu dan pembatasan akses demi keselamatan hingga ada penanganan lebih lanjut.
Peliputan lanjutan diperlukan untuk mengetahui hasil koordinasi antara Dispar dan DPUPKP serta rencana teknis yang akan diajukan, termasuk estimasi biaya dan waktu pelaksanaan perbaikan bila diusulkan pada anggaran berikutnya.
Pelaporan oleh koresponden daerah WE NEWS, DI Yogyakarta.