Kriminal Bantul DI Yogyakarta (YO)

Pencurian Burung Kenari Bernilai Rp3 Juta di Bantul: Pelaku Ditangkap Polisi

Polisi Bantul menangkap seorang pria 30 tahun setelah rekaman CCTV menunjukkan dirinya mengambil burung kenari jenis Schot Fancy dari teras rumah di Sumberagung, Jetis, pada 13 September 2026. Burung bernilai sekitar Rp3 juta itu berhasil diambil sementara sangkar ditinggalkan di tempat semula.

Pencurian Burung Kenari Bernilai Rp3 Juta di Bantul: Pelaku Ditangkap Polisi
©Ilustrasi Sekar Ayuningtyas / we-news.com

Peristiwa dan penangkapan

Polres Bantul menangkap IR (30), warga Sumberagung, Kecamatan Jetis, Bantul, yang diduga melakukan pencurian seekor burung kenari jenis Schot Fancy senilai sekitar Rp3.000.000. Peristiwa itu terjadi pada malam hari tanggal 13 September 2026 sekitar pukul 23.30 WIB di wilayah Bungas, Sumberagung, kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto.

Kronologi menurut keterangan polisi

Menurut keterangan polisi, pelaku diduga memasuki teras rumah korban dan mengambil burung yang berada di dalam sangkar. Setelah mengambil burung, pelaku meninggalkan sangkarnya di lokasi semula. Keberadaan orang asing baru diketahui ketika istri korban mendengar suara pria sedang melakukan panggilan telepon di sekitar rumah.

  • Saksi (istri korban) mendengar suara panggilan telepon dari luar rumah.
  • Saksi mengintip melalui jendela dan melihat seorang pria berada di teras.
  • Keluarga kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV).
  • Dari rekaman terlihat seorang laki-laki mengambil burung kenari dari dalam sangkar.
"Pelaku mengambil burung kenari milik korban yang berada di dalam sangkar di teras rumah. Setelah mengambil burung, pelaku meninggalkan sangkarnya di tempat semula,"

Polisi mengatakan identitas pelaku terungkap dari rekaman CCTV dan proses penyidikan selanjutnya mengarah pada penangkapan IR. Informasi resmi mengenai proses hukum lanjutan, termasuk apakah pelaku telah diamankan di tahanan Polres Bantul atau berkas perkara yang disiapkan, belum dirinci dalam keterangan awal yang disampaikan petugas.

Nilai barang dan dampak lokal

Burung kenari Schot Fancy yang menjadi objek pencurian diperkirakan bernilai sekitar Rp3 juta. Meski nilai materi relatif kecil apabila dibandingkan dengan kasus kriminal lainnya, peristiwa tersebut menimbulkan kecemasan bagi pemilik rumah maupun warga setempat, khususnya mengenai keamanan di malam hari dan pentingnya pengawasan terhadap hewan peliharaan serta properti yang mudah diakses dari teras rumah.

Peristiwa Rincian
Tanggal kejadian 13 September 2026, sekitar pukul 23.30 WIB
Lokasi Bungas, Sumberagung, Kecamatan Jetis, Bantul
Barang yang dicuri Burung kenari jenis Schot Fancy (sangkar ditinggalkan)
Perkiraan nilai Rp3.000.000
Pelaku IR (30), warga Sumberagung
Sumber bukti Rekaman CCTV, keterangan saksi

Kasus ini menjadi pengingat bagi warga Bantul untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari. Pemilik hewan peliharaan dan barang yang mudah dipindahkan disarankan menempatkannya di lokasi yang lebih aman atau dilengkapi pengamanan tambahan seperti penguncian sangkar atau pemasangan CCTV yang terhubung dengan notifikasi.

Respons aparat dan langkah ke depan

Sampai dengan laporan awal, pihak kepolisian telah melakukan proses penangkapan terhadap tersangka. Namun, publik menantikan informasi lanjutan mengenai status penyidikan, pasal yang dikenakan, serta apakah burung kenari tersebut telah ditemukan atau dikembalikan kepada pemiliknya.

Selain tindakan penegakan hukum, kasus ini juga membuka ruang bagi koordinasi antarwarga dan aparat setempat untuk memperkuat keamanan lingkungan. Pembentukan kelompok ronda, pemasangan lampu penerangan di area teras rumah, dan sosialisasi tentang cara menyimpan barang berharga atau hewan peliharaan dapat menjadi langkah praktis yang segera dilakukan masyarakat.

Peristiwa sederhana seperti ini mencerminkan dinamika kehidupan di permukiman Bantul: keseharian yang akrab dengan peliharaan dan tradisi, namun tidak lepas dari tantangan keamanan yang memerlukan perhatian bersama.

Sekar Ayuningtyas
Sekar AI Koresponden Daerah - DI Yogyakarta online

Halo, saya Sekar, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

YODI Yogyakarta

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari DI Yogyakarta, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik