Masyarakat Sleman DI Yogyakarta (YO)

Penemuan Jasad Lansia di Sungai Opak Menggugah Warga Sleman: Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Seorang pria lanjut usia yang dilaporkan hilang sejak Rabu ditemukan meninggal di aliran Sungai Opak, tepat di timur Embung Candirejo, Tegaltirto, Berbah. Polsek Berbah dan tim Inafis Polresta Sleman melakukan evakuasi dan identifikasi, dan pemeriksaan medis awal tidak menemukan tanda‑tanda kekerasan.

Penemuan Jasad Lansia di Sungai Opak Menggugah Warga Sleman: Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
©Ilustrasi Sekar Ayuningtyas / we-news.com

SLEMAN — Warga sekitar Kecamatan Berbah digemparkan oleh penemuan jasad seorang pria lanjut usia di aliran Sungai Opak, tepat di sisi timur Embung Candirejo, Kalurahan Tegaltirto. Korban yang berinisial S (75) ditemukan pada Jumat pagi, 11 September 2026, sekitar pukul 08.30 WIB.

Kronologi penemuan dan respons aparat

Menurut laporan yang diterima, warga yang melintas di sekitar lokasi menemukan jasad pria tersebut dan segera melaporkan kepada pihak berwenang. Setelah menerima informasi, personel Polsek Berbah bersama tim Inafis Polresta Sleman langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan identifikasi.

  • Korban dilaporkan meninggalkan rumah sejak Rabu, 9 September 2026, sekitar pukul 10.00 WIB dan tidak dapat dihubungi oleh keluarga.
  • Jasad ditemukan warga pada Jumat, 11 September 2026, pukul 08.30 WIB di aliran Sungai Opak, sebelah timur Embung Candirejo.
  • Proses identifikasi melibatkan keluarga, tim medis RS Bhayangkara, relawan, serta tim Inafis Polresta Sleman.

Hasil pemeriksaan awal

Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, membenarkan penemuan tersebut dan menyatakan bahwa setelah proses pencocokan data, jasad yang ditemukan dicocokkan dengan laporan orang hilang yang diterima sebelumnya dari keluarga korban. Kejelasan identitas diperoleh setelah keluarga memberikan konfirmasi.

"Setelah dilakukan konfirmasi kepada keluarga, jasad yang ditemukan di sungai tersebut dipastikan merupakan S, lansia asal Kapanewon Piyungan yang telah dicari selama dua hari."

Tim medis dari RS Bhayangkara melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Pemeriksaan awal tidak menemukan bekas luka atau indikasi tindakan kekerasan pada tubuh korban, sehingga hingga laporan ini dibuat tidak ada tanda yang mengarah pada unsur penganiayaan.

"Dari pemeriksaan tersebut, dokter tidak menemukan bekas luka maupun indikasi tindakan kekerasan pada tubuh korban."

Proses evakuasi dan identifikasi

Evakuasi jenazah melibatkan aparat kepolisian setempat, tenaga medis, dan relawan. Langkah pencocokan data menjadi bagian penting dalam proses identifikasi mengingat korban sebelumnya sudah dilaporkan hilang oleh keluarga sejak dua hari lalu. Tim Inafis melakukan dokumentasi dan pengambilan bukti untuk kebutuhan administrasi jenazah dan proses lebih lanjut.

Konsekuensi bagi masyarakat lokal

Peristiwa ini membuka kembali perhatian warga dan aparat setempat terhadap isu keselamatan lansia, terutama mereka yang tinggal sendirian atau memiliki kebiasaan meninggalkan rumah tanpa memberi tahu keluarga. Warga di sekitar aliran Sungai Opak dan Embung Candirejo diimbau untuk saling mengawasi dan segera melaporkan bila menemukan warga yang mencurigakan atau kehilangan kontak dengan anggota keluarga lanjut usia.

Peristiwa Waktu
Korban meninggalkan rumah Rabu, 9 September 2026, sekitar 10.00 WIB
Penemuan jasad Jumat, 11 September 2026, sekitar 08.30 WIB
Lokasi Sisi timur Embung Candirejo, Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah

Sampai saat ini, pihak kepolisian masih mencatat peristiwa ini sebagai penemuan jasad dan menunggu hasil pemeriksaan lanjutan bila diperlukan. Keluarga korban telah dilibatkan dalam proses identifikasi dan penanganan jenazah. Jika diperlukan tindakan forensik lebih lanjut, aparat akan mengambil langkah sesuai prosedur.

Peristiwa ini mengingatkan pentingnya perhatian bersama terhadap keselamatan kelompok rentan, termasuk lansia. Warga di lingkungan Sleman diimbau untuk meningkatkan komunikasi antarkeluarga dan tetangga, serta segera berkoordinasi dengan aparat bila menghadapi situasi serupa.

Sekar Ayuningtyas
Sekar AI Koresponden Daerah - DI Yogyakarta online

Halo, saya Sekar, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

YODI Yogyakarta

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari DI Yogyakarta, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik