Sebuah video singkat yang menampilkan salah seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dlingo, Kabupaten Bantul menjadi perbincangan publik setelah dinilai melecehkan korban dugaan keracunan makanan MBG. Video berdurasi sekitar 29 detik itu diunggah akun instagram @reset.feeds dan menampilkan pegawai bernama Gerardus Permananditya mencoba makanan yang menurutnya dimasak sehari sebelumnya, kemudian berakting seolah mengeluhkan kondisi kesehatan sambil tertawa.
Reaksi Badan Gizi Nasional dan Pemkab Bantul
Polemik itu mendapat perhatian Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, yang menyatakan pihaknya telah melakukan klarifikasi terhadap pegawai yang bersangkutan. Menurut Wirandita, hasil klarifikasi akan disampaikan kepada publik oleh pihak terkait.
"Yang bersangkutan juga sudah diklarifikasi oleh jajaran kami dan nanti akan disampaikan kepada publik secara pribadi maupun dari SPPG yang bersangkutan,"
Wirandita menegaskan bahwa setiap kejadian yang berkaitan dengan keamanan pangan dan berdampak pada penerima manfaat harus disikapi dengan serius dan penuh empati. Ia menyatakan keprihatinan atas kemungkinan adanya pernyataan dari jajaran SPPG yang dinilai tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat terdampak.
Pernyataan itu diperkuat oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, yang menyayangkan beredarnya video tersebut. Ia mengingatkan bahwa polemik seperti ini berpotensi mengganggu upaya Pemkab Bantul bersama BGN dalam menangani isu keamanan pangan dan menjaga kepercayaan publik.
Pesan BGN: Empati dan Evaluasi Internal
Dalam pernyataannya, BGN meminta agar seluruh jajaran SPPG menjadikan persoalan ini sebagai bahan evaluasi. BGN menekankan bahwa kejadian yang menimpa penerima manfaat tidak semestinya menjadi bahan candaan atau olok-olok. Prinsip-prinsip yang diunggulkan antara lain:
- Empati terhadap korban dan keluarga;
- Sensitivitas dalam komunikasi publik oleh aparat pelayanan;
- Evaluasi prosedur internal untuk mencegah tindakan serupa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Dlingo maupun pejabat terkait belum merilis pernyataan rinci mengenai sanksi atau tindakan lanjutan selain proses klarifikasi yang disebut oleh BGN. Warga dan netizen terus mengikuti perkembangan kasus melalui unggahan di media sosial.
| Tanggal/Peristiwa | Keterangan |
|---|---|
| Penyebaran video | Video berdurasi sekitar 29 detik diunggah akun instagram @reset.feeds |
| Klarifikasi BGN | Wirandita menyatakan klarifikasi sudah dilakukan dan hasil akan diumumkan |
| Respons Pemkab Bantul | Hermawan Setiaji menyayangkan beredarnya video; dikhawatirkan mengganggu upaya penanganan keamanan pangan |
Kasus ini membuka kembali perdebatan mengenai etika tenaga pelayanan publik dalam berkomunikasi di era media sosial. Bagi banyak warga Bantul, insiden tersebut menuntut tindakan lebih jelas dari institusi terkait agar kepercayaan publik terhadap program pemenuhan gizi dan keamanan pangan tidak terkikis.
Dengan latar kearifan lokal Bantul yang menekankan tata krama dan rasa saling menghormati, suara masyarakat menuntut agar aparat yang bertugas menjaga kesehatan dan gizi masyarakat juga menjaga martabat dan rasa kemanusiaan dalam setiap tindakan serta penyampaian pesan. Perkembangan klarifikasi dan langkah korektif yang diambil SPPG maupun BGN akan menjadi hal yang dipantau publik dalam beberapa hari mendatang.