BANTUL — Upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan aman kembali menjadi perhatian di salah satu madrasah negeri di Bantul. Pada Kamis, 6 Agustus 2026, jajaran pendidik dan pengelola kantin MTsN 9 Bantul mengikuti Webinar Advokasi SAPA Sekolah (Sadar Pangan Aman di Sekolah) secara daring. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat mekanisme pengawasan kualitas jajanan yang beredar di lingkungan madrasah.
Tujuan dan materi yang ditekankan
Kegiatan daring tersebut menekankan beberapa aspek utama yang berkaitan dengan keamanan pangan di sekolah: kebersihan pengolahan, higiene sanitasi, pemenuhan gizi seimbang, serta identifikasi dan pencegahan penggunaan bahan kimia berbahaya pada jajanan anak sekolah. Melalui partisipasi ini, tim pengelola kantin MTsN 9 Bantul memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang standar kebersihan dan prinsip gizi yang seharusnya diterapkan dalam penyediaan makanan bagi siswa.
Komitmen madrasah
Pimpinan MTsN 9 Bantul menegaskan bahwa kesehatan siswa menjadi salah satu prioritas yang mendukung proses pembelajaran. Dalam siaran yang diterima redaksi, kepala madrasah menyampaikan fokus pada peningkatan pengawasan agar jajanan yang dikonsumsi siswa terbebas dari zat-zat berbahaya seperti boraks, formalin, maupun pewarna tekstil.
"Kesehatan dan konsentrasi belajar siswa sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka konsumsi setiap hari. Melalui advokasi SAPA Sekolah ini, kami berkomitmen untuk memperketat pengawasan dan memastikan seluruh jajanan di lingkungan MTsN 9 Bantul terjamin kebersihan, keamanan, serta nilai gizinya,"
Pernyataan tersebut menunjukkan arah kebijakan madrasah yang ingin mempererat koordinasi antara pengelola kantin, guru, dan siswa dalam menjaga pola makan sehat di lingkungan sekolah.
Langkah-langkah yang diharapkan
Dengan mengikuti webinar, MTsN 9 Bantul berharap dapat menerapkan langkah-langkah konkret di lingkungan madrasah. Beberapa tindakan yang diharapkan meliputi:
- Peningkatan pengawasan terhadap pemasok dan bahan baku jajanan sekolah.
- Penerapan standar higiene dan sanitasi pada proses pengolahan makanan di kantin.
- Penyuluhan berkala kepada pengelola kantin dan pedagang jajanan di sekitar madrasah.
- Pemantauan rutin terkait kandungan zat berbahaya pada produk jajanan yang beredar.
- Pengenalan menu bergizi seimbang pada pilihan jajanan yang ditawarkan kepada siswa.
| Aspek | Fokus |
|---|---|
| Higiene dan sanitasi | Pembersihan peralatan, kebersihan penyajian, pelatihan pengelola kantin |
| Keamanan pangan | Pencegahan penggunaan boraks, formalin, pewarna tekstil |
| Gizi | Penyusunan pilihan jajanan bernilai gizi seimbang |
Program SAPA Sekolah yang diikuti secara daring ini diharapkan menjadi fondasi dalam membangun sistem yang lebih terstruktur untuk menjamin keamanan pangan di lingkungan madrasah. Selain itu, keberlanjutan praktik baik tersebut bergantung pada keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan sekolah, termasuk wali murid dan pedagang sekitar.
Pelaksanaan pengawasan makanan di lingkungan sekolah tidak hanya berdampak langsung pada kesehatan siswa, tetapi juga pada kualitas proses belajar mengajar. Makanan yang bersih dan bergizi mendukung konsentrasi serta daya tahan tubuh, sehingga menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya meningkatkan prestasi akademik.
Ke depan, MTsN 9 Bantul berpeluang mengembangkan program internal yang memadukan edukasi gizi, audit berkala kantin, dan kerjasama dengan dinas terkait untuk uji laboratorium bila ditemukan indikasi adanya bahan berbahaya. Langkah-langkah tersebut, bila dijalankan konsisten, dapat memperkuat ekosistem madrasah yang sehat, aman, dan mendukung prestasi siswa.
Pemberitaan ini merekam upaya pendidikan di Bantul yang memadukan nilai kesehatan dan budaya sekolah; sebuah pengingat bahwa pola makan sehat di lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab bersama demi masa depan generasi penerus.