Data Aktivasi Menempatkan Ternate di Puncak Provinsi
Kota Ternate tercatat sebagai daerah dengan capaian tertinggi aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Provinsi Maluku Utara. Berdasarkan akumulasi data dashboard SIAK Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, jumlah warga Ternate yang telah mengaktifkan IKD mencapai 47.494 orang per laporan terakhir.
Komposisi Aktivasi menurut jenis kelamin
Dari total aktivasi tersebut, partisipasi laki-laki lebih dominan dibanding perempuan. Rinciannya tercatat sebanyak 26.964 aktivasi pada kelompok laki-laki (56,77 persen) dan 20.530 aktivasi pada kelompok perempuan (43,23 persen). Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Ternate, Fahri Fuad, memberikan apresiasi atas capaian itu dan menegaskan komitmen dukcapil untuk meluaskan jangkauan pelayanan.
"Capaian tertinggi ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim Dukcapil Kota Ternate serta dukungan penuh dari masyarakat yang menyambut baik transformasi digital ini,"
Fahri juga menekankan bahwa aktivasi IKD tidak sekadar menyimpan KTP secara digital, tetapi memiliki peran penting dalam mempercepat integrasi layanan publik digital pada tingkat nasional.
Perbandingan antar daerah di Maluku Utara
Data perbandingan menunjukkan selisih signifikan antara Kota Ternate dan daerah lain di provinsi yang sama. Berikut ringkasan akumulasi aktivasi menurut kabupaten/kota:
- Kota Ternate: 47.494 (Laki-laki: 26.964 | Perempuan: 20.530)
- Kabupaten Halmahera Tengah: 28.754 (Laki-laki: 23.959 | Perempuan: 4.795)
- Kota Tidore Kepulauan: 12.386 (Laki-laki: 6.750 | Perempuan: 5.636)
| Daerah | Total Aktivasi | Laki-laki | Perempuan |
|---|---|---|---|
| Kota Ternate | 47.494 | 26.964 | 20.530 |
| Halmahera Tengah | 28.754 | 23.959 | 4.795 |
| Kota Tidore Kepulauan | 12.386 | 6.750 | 5.636 |
Implikasi bagi Layanan Publik dan Masyarakat
Aktivasi IKD berimplikasi pada kemudahan akses dokumen kependudukan melalui perangkat seluler dan percepatan integrasi data untuk berbagai layanan pemerintah. Dengan angka aktivasi yang tinggi, potensi pemanfaatan layanan publik digital—seperti pendaftaran layanan sosial, perizinan, dan verifikasi identitas—dapat meningkat di Kota Ternate.
Dinas Dukcapil Kota Ternate mendorong warga yang belum melakukan aktivasi untuk segera mengunduh aplikasi IKD dan mendatangi petugas layanan kependudukan terdekat. Langkah ini dianggap penting agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat efisiensi administrasi dan mengurangi kebutuhan pengurusan dokumen secara fisik.
Tantangan dan Catatan
Meskipun capaian Ternate relatif tinggi, terdapat disparitas gender pada beberapa daerah lain—misalnya Kabupaten Halmahera Tengah yang mencatat dominasi aktivasi pada kelompok laki-laki. Perbedaan ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih khusus untuk meningkatkan partisipasi perempuan dan kelompok rentan dalam proses digitalisasi dokumen kependudukan.
Selain itu, keberlanjutan layanan digital mensyaratkan ketersediaan akses internet yang memadai, literasi digital warga, serta upaya peningkatan kualitas pelayanan dari petugas Dukcapil di tingkat kelurahan dan kecamatan. Pemerintah kota dan instansi terkait diharapkan berkoordinasi untuk menutup kesenjangan tersebut agar transformasi digital dapat dinikmati merata oleh seluruh warga.
Hingga saat ini, Dinas Dukcapil Kota Ternate belum merilis jadwal atau target aktivasi berikutnya secara rinci. Namun pernyataan resmi dari kepala dinas menunjukkan komitmen untuk terus memperluas sosialisasi dan pelayanan IKD di wilayah kota.