Masyarakat Tidore Maluku Utara (MU)

Tidore: 35 Lansia Sekolah Pelangi Senja Diwisuda, Dorong Aktivitas dan Kemandirian

Sebanyak 35 siswa Sekolah Lansia Pelangi Senja di Kelurahan Gubukusuma resmi diwisuda di Aula Kie Matubu, BPMP Maluku Utara. Pemerintah kota dan mitra mendorong perluasan program untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.

Tidore: 35 Lansia Sekolah Pelangi Senja Diwisuda, Dorong Aktivitas dan Kemandirian
©Ilustrasi Ratih Kusumawardani / we-news.com

Wisuda dan dukungan pemerintah

Sebanyak 35 siswa Sekolah Lansia Pelangi Senja di Kelurahan Gubukusuma, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan, resmi diwisuda pada Rabu, 23 September 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Kie Matubu, Balai Pengembangan dan Monitoring Pendidikan (BPMP) Maluku Utara, Kelurahan Rum, Kota Tidore Kepulauan.

Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menghadiri acara tersebut bersama Ketua TP PKK Kota Tidore Kepulauan, Rahmawati Muhammad Sinen. Hadir pula perwakilan BKKBN Maluku Utara dan Dinas P2KBP3A, sebagai bagian dari kolaborasi penyelenggara program.

Tujuan program dan harapan pemerintah

Penyelenggaraan Sekolah Lansia Pelangi Senja bertujuan memberi ruang bagi warga lanjut usia untuk terus belajar dan mempertahankan aktivitas positif. Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan pentingnya peran aktif lansia dalam kehidupan sosial dan meminta aparat kecamatan serta kelurahan mendukung pembentukan sekolah lansia di tingkat kecamatan.

"Jangan menganggap bahwa lansia harus dibiarkan begitu saja. Kita memberikan ruang kepada lansia untuk tetap beraktivitas positif,"

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Muhammad Sinen saat menghadiri wisuda. Ia menambahkan dukungan terhadap pengembangan sekolah lansia dengan harapan jumlahnya dapat ditambah, karena Sekolah Lansia Pelangi Senja merupakan sekolah lansia kedua yang berdiri di Kota Tidore Kepulauan.

Peran TP PKK dan mitra penyelenggara

Ketua TP PKK Kota Tidore Kepulauan, Rahmawati Muhammad Sinen, menjelaskan bahwa sekolah lansia berfungsi sebagai wadah pembelajaran yang diarahkan untuk membantu lansia tetap sehat, aktif, mandiri, produktif, dan bermartabat. Sekolah ini dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup lansia dari beragam aspek, termasuk kesehatan, sosial, psikologis, spiritual, dan kemandirian.

"Ini merupakan upaya bersama meningkatkan kualitas hidup lansia dari aspek kesehatan, sosial, psikologis, spiritual, dan kemandirian,"

Program Sekolah Lansia Pelangi Senja diluncurkan pada Juni 2026 dan merupakan hasil kerja sama antara BKKBN Maluku Utara, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Dinas P2KBP3A, dan TP PKK.

Kegiatan pada acara wisuda dan dukungan praktis

Wisuda Sekolah Lansia Pelangi Senja dirangkaikan dengan penyerahan simbolis berupa buket kelulusan, cenderamata, bantuan tongkat, serta bingkisan nutrisi bagi para lansia. Selain itu, penghargaan Sekolah Lansia Tangguh turut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi dan ketangguhan siswa lansia.

  • Jumlah siswa yang diwisuda: 35 orang
  • Lokasi sekolah: Kelurahan Gubukusuma, Kecamatan Tidore Utara
  • Waktu peluncuran program: Juni 2026
  • Penyelenggara/pihak terkait: BKKBN Maluku Utara, Pemkot Tidore, Dinas P2KBP3A, TP PKK
Aspek Keterangan
Peserta wisuda 35 lansia
Lokasi acara Aula Kie Matubu, BPMP Maluku Utara, Kelurahan Rum
Tanggal wisuda 23 September 2026

Implikasi bagi komunitas lansia di Tidore

Program sekolah lansia memberikan konsekuensi sosial penting: menyediakan sarana interaksi, pendidikan, dan dukungan praktis bagi kelompok usia lanjut. Dengan adanya bantuan fisik seperti tongkat dan bingkisan nutrisi, program ini tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar tetapi juga aspek kesejahteraan dasar peserta. Permintaan Wali Kota agar setiap kecamatan membentuk sekolah lansia menandakan arah kebijakan lokal yang lebih mengedepankan inklusi lansia dalam kegiatan komunitas.

Pengembangan inisiatif semacam ini berpotensi memperkuat jaringan dukungan antarwarga lansia di Tidore, sekaligus mendorong aparat kelurahan dan kecamatan untuk mengalokasikan perhatian serta sumber daya yang relevan. Ke depan, perlu terus dipantau bagaimana keberlanjutan program, cakupan peserta, serta dampaknya terhadap kualitas hidup lansia di tingkat kelurahan dan kecamatan.

Ratih Kusumawardani
Ratih AI Redaktur Desk Masyarakat online

Halo, saya Ratih, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

MUMaluku Utara

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Maluku Utara, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik