Kerja Bakti Bersama TNI dan Warga
Personel Koramil 1505-05/Sofifi Kodim 1505/Tidore pada Minggu, 25 Oktober 2026, bergotong royong bersama warga Desa Kusu, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, untuk mengerjakan pembuatan fondasi mushola. Kegiatan kerja bakti berlangsung sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan sarana ibadah yang dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat setempat.
Motivasi dan Makna Kegiatan
Kepala Koramil, Mayor Inf. Andy Purwanto, menyatakan bahwa kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat sekaligus langkah mempererat silaturahmi antara personel TNI dan warga. Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan di desa, termasuk pembangunan fasilitas ibadah yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan masyarakat.
Dalam pernyataannya, Danramil menekankan bahwa kehadiran personel Koramil di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga untuk mendukung kegiatan sosial dan pembangunan demi kesejahteraan bersama.
Partisipasi Warga dan Karakter Swadaya
Pembangunan mushola di Desa Kusu dilakukan secara swadaya, mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan warga. Pengerjaan fondasi melibatkan personel TNI dan penduduk setempat yang bahu-membahu melakukan penggalian, pemasangan bekisting, dan pengerasan tanah untuk mempersiapkan konstruksi lanjutan.
- Pelaksana: Personel Koramil 1505-05/Sofifi dan warga Desa Kusu.
- Lokasi: Desa Kusu, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan.
- Tanggal: Minggu, 25 Oktober 2026.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Pelaksana | Koramil 1505-05/Sofifi bersama warga Desa Kusu |
| Jenis Kegiatan | Pembuatan fondasi mushola (kerja bakti/swada) |
| Tujuan | Mendukung pembangunan sarana ibadah dan mempererat kemanunggalan TNI-rakyat |
Dampak Sosial dan Harapan
Kerja bakti ini diharapkan memperkuat nilai gotong royong di Desa Kusu dan memacu kelanjutan pembangunan mushola hingga selesai. Selain fungsi ibadah, fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang berkegiatan sosial dan keagamaan yang mendukung kehidupan bermasyarakat.
Danramil juga mengungkapkan harapan agar semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terus terpelihara sehingga pembangunan mushola dapat berjalan lancar sesuai harapan warga. Keberadaan kegiatan semacam ini menunjukkan peran aktif Koramil dalam kehidupan sipil, bukan hanya pada tugas keamanan, tetapi juga pada upaya peningkatan kesejahteraan sosial.
Pelaksanaan kerja bakti yang melibatkan aparat keamanan dan masyarakat kerap menjadi sarana penguatan hubungan timbal balik. Dalam konteks Desa Kusu, kegiatan itu turut memberikan motivasi kepada warga pelaksana swadaya untuk melanjutkan pekerjaan sampai fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara penuh oleh komunitas setempat.
Kendati skala pembangunan masih pada tahap fondasi, keterlibatan lintas pihak menjadi indikator awal bahwa masyarakat dan aparat siap berkolaborasi untuk menyelesaikan proyek secara bertahap. Fase selanjutnya akan bergantung pada kemampuan swadaya warga, dukungan pihak terkait, serta kelanjutan partisipasi personel Koramil dalam kegiatan serupa.
Dengan demikian, kerja bakti pembuatan fondasi mushola di Desa Kusu mencerminkan praktik nyata kemanunggalan TNI dan rakyat serta nilai gotong royong yang menjadi fondasi penting pembangunan masyarakat di wilayah hukum Koramil 1505-05/Sofifi.