Warga Bersarungan dan Berolahraga
Ribuan warga Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, memadati halaman kantor kelurahan pada Minggu pagi untuk mengikuti Jalan Sehat Sarungan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri 2026. Kegiatan dimulai sekitar pukul 06.00 WIB dan diberangkatkan langsung oleh Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, yang akrab disapa Gus Qowim.
Tradisi Sarung sebagai Identitas Santri
Jalan sehat ini mengangkat sarung sebagai simbol kedekatan dengan tradisi pesantren dan kehidupan masyarakat santri. Panitia mengajak peserta mengenakan sarung sebagai bentuk penguatan identitas budaya sekaligus mempromosikan kebersamaan antargenerasi dan lintas lapisan masyarakat.
Kegiatan dan Hiburan
Selain kegiatan jalan sehat, panitia menyelenggarakan rangkaian acara pendukung untuk menambah semarak peringatan, antara lain musik gambus dan pengundian hadiah doorprize bagi peserta. Hiburan musik tradisional itu menjadi salah satu daya tarik dan menyatukan suasana antarwarga yang hadir.
- Waktu pelaksanaan: 06.00 WIB (Minggu)
- Lokasi: Halaman Kantor Kelurahan Betet
- Kegiatan: Jalan sehat, hiburan musik gambus, pengundian hadiah
- Penggunaan atribut: Sarung sebagai simbol
| Unsur Terlibat | Peran |
|---|---|
| Wakil Wali Kota Kediri (Gus Qowim) | Memberangkatkan peserta |
| Polsek Pesantren & Bhabinkamtibmas | Pengamanan dan pemantauan |
| Staf Kelurahan Betet | Penyelenggaraan acara |
Pengamanan oleh Aparat
Untuk memastikan pelaksanaan acara berjalan aman dan tertib, Polsek Pesantren melakukan pemantauan dan pengamanan melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Betet, Aiptu Sulaiman, bersama unsur tiga pilar dan staf kelurahan. Kapolsek Pesantren, Kompol Siswandi, S.H., menegaskan dukungan aparat terhadap kegiatan yang melibatkan banyak warga.
"Jalan Sehat Sarungan ini menjadi kegiatan positif yang mempererat kebersamaan masyarakat dalam memperingati Hari Santri. Kami dari Polsek Pesantren mendukung pelaksanaannya melalui pengamanan dan pemantauan agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan nyaman,"
Makna Budaya dan Sosial
Panitia menilai pemilihan sarung bukan sekadar simbol busana, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang melekat dalam kehidupan pesantren. Dalam konteks lokal Kediri, sarung menjadi identitas yang mudah dikenali dan dapat menyatukan pesantren dengan masyarakat umum. Melalui format jalan sehat, simbol tersebut dihadirkan dalam suasana terbuka sehingga partisipasi warga dari berbagai kalangan meningkat.
Kegiatan semacam ini juga menjadi ruang bagi pelibatan masyarakat dalam aktivitas sehat sekaligus merayakan hari besar keagamaan dan kultural. Kehadiran unsur pemerintahan daerah, aparat keamanan, dan masyarakat menunjukkan upaya kolaboratif untuk menjaga ketertiban sekaligus memperkuat jaringan sosial di tingkat kelurahan.
Pelaksanaan Jalan Sehat Sarungan di Kelurahan Betet menegaskan bahwa peringatan Hari Santri di Kota Kediri tidak hanya berlangsung di lingkungan pesantren atau pondok, tetapi juga melibatkan ruang publik dan masyarakat luas. Partisipasi aktif warga dan dukungan aparat diharapkan dapat menjadi model pelaksanaan kegiatan serupa di kelurahan lain.