Inspeksi di Garasi PO Bus Gresik
Gresik — Satlantas Polres Gresik bersama Tim Audit dan Inspeksi Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jawa Timur melaksanakan pemeriksaan kelayakan bus pariwisata di sebuah garasi perusahaan otobus (PO) di Kabupaten Gresik pada Jumat, 23 Oktober 2026. Kegiatan ini menitikberatkan pada keselamatan penumpang melalui pengecekan administrasi, kondisi kendaraan, serta kelengkapan keselamatan.
Hasil pemeriksaan
Dari pemeriksaan yang dilakukan petugas, tercatat sejumlah temuan dan hasil pemeriksaan teknis serta kesehatan awak kendaraan. Data yang disampaikan aparat sebagai berikut:
| Jenis Pemeriksaan | Hasil |
|---|---|
| Jumlah bus diperiksa | 5 unit |
| Status kelayakan teknis | Semua laik jalan |
| Jumlah pengemudi diperiksa | 10 orang |
| Hasil pemeriksaan kesehatan dan tes urine | Sehat dan negatif narkotika/zat adiktif |
Kasat Lantas Polres Gresik AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie menegaskan bahwa pemeriksaan tidak hanya memeriksa kondisi fisik kendaraan, tetapi juga kondisi pengemudi yang berkaitan langsung dengan keselamatan penumpang.
“Kami ingin memastikan kendaraan yang digunakan masyarakat benar-benar laik jalan dan pengemudinya dalam kondisi sehat serta siap mengemudi,”ujar AKP Hariyazie.
Kolaborasi instansi dalam pemeriksaan
Pemeriksaan bersifat multisektoral. Selain personel Satlantas dan tim audit Ditlantas Polda Jatim, tim juga melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dan BNN Kabupaten Gresik untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urine terhadap pengemudi. Langkah ini dimaksudkan sebagai upaya pencegahan agar perjalanan masyarakat menggunakan bus pariwisata berlangsung aman dan nyaman.
Imbauan dan mekanisme pelaporan
Selain menjelaskan hasil pemeriksaan, aparat kepolisian mengajak masyarakat aktif melaporkan jika menemukan kendaraan angkutan umum yang diduga tidak memenuhi standar keselamatan. Kasat Lantas menegaskan pentingnya peran masyarakat sebagai pengawas jalan.
- Masyarakat diminta melaporkan temuan melalui layanan darurat 110 atau Lapor Cak Rama 0811-8800-2006.
- Penumpang dianjurkan memeriksa kelengkapan keselamatan seperti sabuk pengaman, alat pemadam, dan kondisi ban sebelum naik.
- Perusahaan otobus diminta rutin melakukan perawatan berkala dan pemeriksaan kesehatan pengemudi.
Menurut Kasat Lantas, kegiatan rampcheck merupakan langkah preventif yang rutin digelar untuk menekan potensi kecelakaan serta penyalahgunaan zat adiktif di kalangan pengemudi angkutan umum.
“Keselamatan penumpang menjadi yang utama. Karena itu, kendaraan dan pengemudinya sama-sama harus dipastikan dalam kondisi baik,”ujarnya lagi.
Konsekuensi lokal
Untuk warga Gresik, hasil pemeriksaan ini menjadi pemastian bahwa unit-unit bus yang diperiksa memenuhi standar minimal keselamatan dan awaknya non-reaktif terhadap narkoba. Namun, karena pemeriksaan bersifat selektif pada wilayah dan waktu tertentu, masyarakat tetap diimbau waspada serta memanfaatkan saluran pelaporan bila mendapati indikasi pelanggaran atau kondisi berbahaya pada angkutan umum.
Pemeriksaan tersebut juga menjadi pengingat bagi pemilik PO dan pengelola rute wisata agar meningkatkan frekuensi perawatan teknis dan pemeriksaan kesehatan awak, terutama menjelang musim angkutan liburan atau arus balik. Upaya bersama aparat, dinas terkait, dan masyarakat dinilai krusial untuk menurunkan risiko kecelakaan dan mempertahankan standar keselamatan transportasi publik di Kabupaten Gresik.